skip to main | skip to sidebar

Pages

  • HOME

dunia oelan

Surat untuk sahabat

11.17 | Publish by antara seni dan cerita

Damai itu seperti bercerita pada hujan,
ia simpan dan nyanyikan ulang stiap kali datang..
Kadang kala bermain dengan rintik hujan disana,
Bisa membuat aku, dan kalian menjadi
Nol, satu, bahkan seratus..


Kehidupan kita teruntai diatas sana..
di langit penuh bintang,
Kita berkirim surat melalui tangis, tawa yang terselip pada hujan,
Lalu membiarkannya membeku di wajah,
sekejap tapi rasanya hujan telah menghapus detik waktu..
hingga akhirnya aku, dan kalian menjadi
nol, satu, bahkan seratus..


yang saling mengingatkan hitam dan putih,
yang saling mengisi telaga,
dan mati lalu hidup dengan jiwa yang sama,
lalu kita isi dengan cinta dan sahabat,
hingga akhirnya aku, dan kalian menjadi
nol, satu, bahkan seratus..

0 komentar

The big problem is me!

05.52 | Publish by antara seni dan cerita

Ya, masalah itu sepertinya senang sekali mampir ke gue. Gue masih inget waktu ulang tahun ke 20 kemaren. Seharusnya untuk sebagian besar orang ia ingin di hari ulang tahunnya, apalagi berkepala dua mendapat moment indah dari orang-orang terdekatnya. Tapi tidak untuk gue.

Ulang tahun gue yang ke 20 ini pas banget sama musim ujian. Selalu kayak gitu. Gue emank mendapat surprise dari temen.temen tapi rasanya terlalu dipaksakan, but well gue menghargai banget. Gue selalu berharap ulang tahu gue sedikit berkesan, seperti gue yang selalu ikut merayakan ulang tahun temen.temen. Sesekali gue berharap ada hadiah atau kue, at least ada sesuatu yang berbeda. Tapi semua itu Cuma harapan gue aja. Sedih memang, apalagi disaat orang terdekat lo, orang yang berjuang dari awal banget sama lo, tahu.tahu akan meninggalkan lo. Mungkin lo bakal bilang, ‘lebay, berlebihan banget’. Tapi buat gue, sahabat itu sangat penting buat gue.

Gue itu Cuma ingin maju bersama. Gag peduli sedikit memaksa, merayu untuk mereka ikut kegiatan ini itu walaupun gue tahu mereka ga suka. At least mereka pernah ngerasain, dan bisa aktif karena gue mau kita maju bersama. Egois? Mungkin. Tapi gue bahagia ditengah-tengah mereka, walau seringkali gue merasa diacuhkan, dinomersekiankan.



Buat gue kecewa itu sampah! Kecewa itu bisa bikin kita nangis bombai kayak film india. Mungkin dari banyak orang sudah merasakan kecewa. Tapi kecewanya gue adalah tamparan berat saat gue ulang tahun ke 20. Kecewa yang hadir dari sahabat yang berjuang dari awal bahkan ketika SMA. Ya mungkin ini udah tahun mau tahun ke 7 gue kenal dia. Waktu SMA gue sekelas bareng dan sewaktu kuliah gue sekamar bareng. Bagaimana rasanya ketika udah mendekati hari perpanjangan/ keluar kostan dia kurang lebih berkata ‘lo nanti dimana? Gue nanti nerus disini, iya nnti gue sama kk kostan’. Well, gue yang saat itu sedang padet.padet nya kegiatan BEM dan lagi musim ujian serasa nothing to say. Gue yang tadinya udah fine dan percaya kalo kita bakal sama.sama ampe lulus, hilang gitu aja dan itu ditambah dengan kakak kostan gue yang mungkin enggak mikirin perasaan gue gimana nantinya.

Shock? Wajar lah. Kondisi dimana gue gag memungkinkan untuk ngekost sendiri karena tempat kostan gue lumayan mahal kalo sendiri dan gue gag mampu. Masa iya biaya kostan lebih mahal dari biaya kuliah gue. Bertahan sampe kapan gue nanti. Gue tahu gue itu pendiem jarang ngajak ngomong bahkan kalo udah capek udah gag bisa diajak bercanda. Gue juga emang cukup berantakan dan terbilang sangat cuek. Kebiasaan dan sifat gue memang jelek. Tapi gue gag nyangka bakal kayak gitu kejadiannya. Nyokap selalu wanti.wanti ke gue, jangan sampe kamu disana ngekost sendirian ya mahal. Pikiran gue bercampur aduk. Tiga hari lebih gue ngurung diri dan nangis sejadi.jadinya. udah kayak lagunya Sheila on 7 yang ‘hujan turun’. Rasanya saat itu gue bener.bener sendirian. Rasanya seperti menjadi kaum minoritas. Dan itu ga enak sumpah!

Gue kadang berpikir, gue pengen kayak mereka, yang diperhatikan, yang dianggap kalo gag ada gag rame. Tpi itu hanya mimpi. Ya, The big problem is me! Masalahnya memang ada di gue. Rasanya saat gue focus sama kegiatan atau kuliah mereka menjauh. Rasanya ketika nilai gue lebih tinggi, mereka juga menjauh. what should I do? Gue bahkan pernah hampir gag minat kuliah dan gag minat kegiatan karena gue gag mau mereka berubah. Gag dewasa? Sepertinya iya. Gue sepertinya terlalu keras mencoba ditengah.tengah mereka. Tapi terlalu banyak kenangan diantara mereka yang gag akan bisa membuat gue untuk menjauh dari mereka.



Sesakit apapun itu, sekecewa apapun itu..
Mereka tetep sahabat gue…
Dan gue hanya perlu waktu untuk lebih banyak mengerti dan memahami bagaimana orang-orang akan berubah setiap waktu..
Orang-orang akan datang dan pergi..
Karena dikehidupan ini ada pertemuan dan juga ada perpisahan…


Memories 20th

0 komentar

#PART

03.36 | Publish by antara seni dan cerita

Jum’at, 15 April 2011

"Change your thinking, change your life."
-Ernest Holmes
#part adalah sebuah cerita kehidupan yang mengalir dengan kejujuran, yang terekam melalui perjalanan mengarungi waktu. Well, Kadang kita hanya melihat sesuatu titik hitam kecil pada sebuah lembar putih. Begitulah manusia, kadang ia melupakan betapa luasnya hamparan warna putih yang ada pada kertas itu. Manusia berlomba untuk mencari sebuah ‘kesempurnaan’ dan sebuah penghargaan. Sebuah fenomena piramida kehidupan yang memang sudah menjadi sifat manusia yang ingin lebih baik dan menjadi yang terbaik diantara yang lain. Keinginan secara langsung atau tidak langsung ini terkadang membuat manusia melupakan betapa pentingnya sosialisasi dan toleransi. Bahkan ketika lingkungan kita sangat mendukung terjadinya sifat individualis.

“Punten bapak-bapak ibu-ibu saya tunanetra minta sedekah seadanya seikhlasnya….”, seperti inilah kalimat seorang lelaki paruh usia saat berjalan diantara kursi penumpang bus antar kota di Terminal Baranangsiang (14/04/11). Kalimat pengharapan yang terus-menerus diucapkan dengan nada cepat hingga serasa tak berjeda. Mengharapkan sejumlah uang untuk membiayai hidup, membayar ‘pajak pekerjaan’, atau sekedar mengganjal perutnya yang lapar. Pengharapan yang terkadang tak terbalas. Ya inilah salah satu fenomena kehidupan, tak banyak lagi orang yang memperdulikan sekitarnya, tak banyak lagi orang yang merasakan kualitas hidup yang baik, dan tak banyak orang yang sadar dengan perubahan ini. Toleransi itu tumbuh pada jiwa yang pernah merasakan getirnya sebagai minoritas, maka sampaikanlah ayat-ayat toleransi walaupun satu scene. Well, bahkan terkadang perubahan ini harus disampaikan dengan cara lain seperti yang dilakukan oleh Hanung Bramantyo salah satu sutradara bangsa yang terbaik. Perubahan, kejujuran dan perasaan itu harus kita visualisasikan, karena dunia seakan terlalu sibuk untuk melihat sesuatu hal yang kecil dan biasa.

Betapa beruntungnya kita dibandingkan mereka yang bertahan hidup tanpa keluarga, yang belajar menulis dengan kakinya, yang mengetahui banyak hal tanpa melihat indahnya dunia, yang terus berlari walaupun dengan kursi rodanya. “saya sangat beruntung memiliki anak saya,” itulah yang terlihat dari seorang ibu yang sedang duduk bersama anaknya. Dengan senyum dan rasa kasih sayang yang terpancar dari wajahnya, Ia tak merasa malu dengan kondisi anaknya yang memiliki kelainan mental dan fisik itu. Ia memperlakukan anaknya secara wajar, penuh perhatian, dan menatap sekeliling dengan tersenyum. Ya, bukankah seharusnya kita seperti itu juga? Terkadang perbedaan membuat kita semakin menjauh, lalu lingkungan membuatnya menjadi sebuah pembatas yang tinggi dan membuatnya menjadi hal yang tabu.

“I believe each human being has the potential to change,
to transform one’s own attitude
no matter how difficult the situation”
(Dalai Lama)

Membuat yang besar menjadi lebih kecil dan sederhana agar dapat dimengerti, tidak perlu ada sesuatu yang mahal, tapi hanya dengan menggenggam kemauan kita dapat meraih sesuatu. Muhammad Thoha yang dikenal sebagai Habibie dari selokan Mataram mempunyai mimpi dan sebuah cita-cita. Meskipun hanya lulusan SMA dan pernah menjadi seorang officeboy, Ia ingin menerbangkan pesawat ciptaannya sendiri seperti B.J. Habibie. Dengan laboratorium khusus dirumahnya, Ia mendesain dan merakit pesawatnya sendiri. Elektronika dan mesin itu mudah dan bisa direkayasa, akses untuk belajar ada dimana-mana dan mudah, hanya tinggal kemauan yang besar untuk mencoba dan melakukannya. “kalau gagal, ya itu konsekuensinya. Orang saja kuliah harus bayar. Dari kegagalan itu kita bisa belajar banyak hal,” ucap Muhammad Thoha yang kini telah menjadi ahli aeromodelling.

“If you can imagine it, you can achieve it; if you can dream it, you can become it”
(William Arthur Ward)

Begitu juga yang dituturkan oleh B.J. Habibie saat menerima penghargaan Medali Emas Edward Warner Award di Montreal (7 Desember 1994). Habibie berpendapat bahwa penguasaan dan pengendalian ilmu pengetahuan dan teknologi bukan hak prerogatif orang kaya atau masyarakat maju, tetapi adalah hak prerogatif umat manusia dimanapun ia berada. Setiap orang itu unik, berbeda satu sama lainnya dan mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sudah saatnya kita yang meneruskan, tidak lagi berkembang tetapi menjadi Negara yang maju dengan memperhatikan aspek-aspek kehidupan seperti lingkungan, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan kesejahteraan. Karena disanalah kekayaan bangsa kita berada. Jadi, tidak ada alasan mendasar untuk seseorang tidak berkarya demi bangsanya. [OE]

"Change your thoughts and you change your world"
-Norman Vincent Peale.

0 komentar

INTP SHOW UP : KLINIK NUTRISI DAN PRODUK TERPADU LAKUKAN AKSI

02.15 | Publish by antara seni dan cerita

Klinik Nutrisi dan Produk Terpadu Lakukan Aksi



Bogor, 7 Februari 2011, Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB mengadakan penyuluhan, pendampingan serta pelayanan seputar peternakan. Penyuluhan dengan menggunakan mobil Klinik Nutrisi dan Produk Terpadu ini dilakukan di Desa Cikarawang tepatnya di Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga) di Dusun Cangkrang, Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

Kegiatan kali ini sekaligus mengenalkan pakan hijauan dan pakan konsentrat yang baik untuk ternak, konsultasi nutrisi ternak, serta penanganan ternak dengan baik. Ternak yang sakit juga dilakukan penanganan yang khusus, seperti dua domba yang dimiliki oleh salah satu peternak yang diindikasi terkena cacingan. “Gejala perut buncit dengan badan tetap kurus dan pertumbuhan terhambat seperti ini harus segera ditangani, jika tidak akan menekan kearah paru-paru”, tutur Prof.Dr. Ir. Dewi Apri Astuti, MS. (dosen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB).

Pak Imam (57 tahun) salah satu warga sekitar mengungkapkan bahwa kegiatan dengan Klinik Nutrisi ini sangat membantu masyarakat khususnya peternak. Kualitas dan kuantitas pakan ternak sudah disadari masyarakat sangat penting. “Pakan itu harus berkualitas. Jangan sampai ternak banyak, tetapi malah kelaparan atau bahkan sakit”, ucap Pak Imam saat ditanya saat itu.

Hijauan yang dimakan akan mencerminkan produktivitas ternak itu sendiri. Ir. Asep Tata Permana, M.Sc selaku dosen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB menambahkan bahwa ternak itu juga seperti manusia. Pakan yang bergizi tersebut akan menunjang pertumbuhan, perkembangan jaringan, serta produktivitas ternak.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat khususnya peternak, sehingga peternak dapat memperoleh informasi dan penanganan ternak dengan melakukan konsultasi secara langsung. “Kami siap membantu dan mendampingi masyarakat”, tegas Dr Ir Erika B. Laconi, MS salah satu dosen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB. Tunggu aksi Klinik Nutrisi dan Produk Terpadu selanjutnya ya. [OE]



0 komentar

SOSIALISASI JALUR MASUK IPB 2011

04.41 | Publish by antara seni dan cerita

FAKULTAS PETERNAKAN SHOW UP

Banyak pertanyaan yang muncul terkait pelaksanaan jalur masuk Universitas Negeri 2011 dalam beberapa pekan terakhir ini. Terkait hal tersebut, Institut Pertanian Bogor melalui acara “SOSIALISASI JALUR MASUK IPB 2011” yang dilaksanakan di IPB International Convention Center, 5 Februari 2011, mengundang guru, kepala sekolah, serta lima perwakilan siswa dari sekolah-sekolah menengah yang berada di wilayah Bogor dan Depok untuk mensosialisasikan beberapa jalur masuk, tentang kriteria, serta prosedur masuk Institut Pertanian Bogor tahun ini. Tidak hanya dua jalur tersebut, IPB juga membuka jalur masuk melalui SNMPTN jalur undangan berdasarkan penjaringan prestasi akademik, SNMPTN jalur ujian tertulis dan/ atau keterampilan, Ujian Talenta Masuk (UTM), Prestasi Internasional/Nasional (PIN), dan Beasiswa Utusan Daerah (BUD).
Kenapa IPB? Mengapa sektor pertanian itu penting? Sektor pertanian memainkan peran penting dalam bidang penyediaan lapangan pekerjaan dalam skala besar untuk rakyat. Soekarno (Presiden Pertama RI) pernah berkata bahwa soal makan untuk rakyat adalah soal hidup atau mati. “ Kehadiran kalian adalah harapan rakyat Indonesia”, tutur Prof.Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc. (Rektor IPB) saat pembukaan acara tersebut.
Acara ini juga diikuti oleh 9 Fakultas yang ada di IPB yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Perikanan, Fakutas Peternakan, Fakultas Kehutanan, Fakultas Teknologi Pertanian, FMIPA, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, serta Fakultas Ekologi Manusia. Sembilan fakultas tersebut membuka stand dengan dekorasi yang unik sesuai ciri khas nya, membagikan leaflet, dan tanya jawab untuk memudahkan guru maupun siswa untuk memperoleh informasi lebih dalam mengenai jurusan yang akan dipilih. Tidak hanya itu, acara ini juga dimeriahkan oleh performance dari Flavalicious, Agriaswara, Gentra Kaheman, Pembacaan Puisi, serta Max IPB. Dua MC acara ini (Atis dan Imam) pun tidak kalah semangat. “ Colourfull IPB, Mencari dan Memberi yang Terbaik”, seru kedua MC saat itu. Pembagian doorprize juga membuat acara ini semakin ramai.
Kesempatan ini juga menjadi ajang show up untuk Fakultas Peternakan sendiri. “Fapet kali ini harus tampil lebih segar dan lebih menarik”, ucap Dr. Ir. Moh. Yamin, M.Agr. Sc. selaku Wakil Dekan Fakultas Peternakan IPB. Hal senada juga diucapkan oleh Dekan Fakultas Peternakan IPB. Beliau juga berkata bahwa kita tidak hanya bekerja dikandang, dan Peternakan itu sendiri merupakan sektor penting dalam penyedia protein hewani yang penting untuk tubuh.
Tidak hanya lefleat serta stand yang didesain menarik yang membuat tamu undangan berdatangan. Di stand Fapet sendiri juga mengadakan undian, doorprize serta pembagian marcandhise. Susu dan yoghurt yang merupakan produk peternakan juga dibagikan pada acara tersebut.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh calon peserta yang akan mengikuti jalur masuk IPB khususnya jalur SNMPTN 2011, sehingga calon peserta dapat mempersiapkan diri dalam memilih Program Studi yang dikehendaki dan dapat menjadi panduan awal untuk mengikuti proses seleksi jalur masuk dengan baik. “Selain pintar, pilihan yang akan kita pilih juga harus realistis”, tutur Dr.Ir. Idat G. Permana, MSc.Agr. (Ketua Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB) kala menjelaskan pada para siswa/siswa SMA saat itu. Kita harus tetap menjadi tuan rumah di Negara kita sendiri, di Indonesia. So, Tunggu kejutan lain yang akan dilakukan FAPET IPB ya. [OE]

0 komentar

SOSIALISASI JALUR MASUK IPB 2011

03.41 | Publish by antara seni dan cerita

SIAP MASUK IPB??

Banyak pertanyaan yang muncul terkait pelaksanaan jalur masuk Universitas Negeri 2011 dalam beberapa pekan terakhir ini. Rapat Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia yang dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 4 November 2010 lalu, didapatkan bahwa para Rektor Perguruan Tinggi Negeri di bawah koordinasi Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional menyelenggarakan seleksi calon mahasiswa baru secara nasional dalam bentuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). SNMPTN 2011 merupakan satu-satunya pola seleksi yang akan dilaksanakan melalui: (1) jalur undangan berdasarkan penjaringan prestasi akademik, dan (2) jalur ujian tertulis dan/atau keterampilan. Seleksi ini akan dilakukan secara bersama oleh seluruh Perguruan Tinggi Negeri dalam satu sistem yang terpadu dan diselenggarakan secara serentak.

Terkait hal tersebut, Institut Pertanian Bogor melalui acara “SOSIALISASI JALUR MASUK IPB 2011” yang dilaksanakan di IPB International Convention Center, 5 Februari 2011, mengundang guru, kepala sekolah, serta lima perwakilan siswa dari sekolah-sekolah menengah yang berada di wilayah Bogor dan Depok untuk mensosialisasikan beberapa jalur masuk, tentang kriteria, serta prosedur masuk Institut Pertanian Bogor tahun ini. Tidak hanya dua jalur tersebut, IPB juga membuka jalur masuk melalui Ujian Talenta Masuk (UTM), Prestasi Internasional/Nasional (PIN), dan Beasiswa Utusan Daerah (BUD).

Kenapa IPB? Mengapa sektor pertanian itu penting? Sektor pertanian memainkan peran penting dalam bidang penyediaan lapangan pekerjaan dalam skala besar untuk rakyat. Soekarno (Presiden Pertama RI) pernah berkata bahwa soal makan untuk rakyat adalah soal hidup atau mati. “ Kehadiran kalian adalah harapan rakyat Indonesia”, tutur Prof.Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc. (Rektor IPB) saat pembukaan acara tersebut.

Acara ini juga diikuti oleh 9 Fakultas yang ada di IPB yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Perikanan, Fakutas Peternakan, Fakultas Kehutanan, Fakultas Teknologi Pertanian, FMIPA, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, serta Fakultas Ekologi Manusia. Sembilan fakultas tersebut membuka stand dengan dekorasi yang unik sesuai ciri khas nya, membagikan leaflet, dan tanya jawab untuk memudahkan guru maupun siswa untuk memperoleh informasi lebih dalam mengenai jurusan yang akan dipilih. Tidak hanya itu, acara ini juga dimeriahkan oleh performance dari Flavalicious, Agriaswara, Gentra Kaheman, Pembacaan Puisi, serta Max IPB. Dua MC acara ini ( Atis dan Imam ) pun tidak kalah semangat. “ Colourfull IPB, Mencari dan Memberi yang Terbaik”, seru kedua MC saat itu. Pembagian doorprize juga membuat acara ini semakin ramai.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh calon peserta yang akan mengikuti jalur masuk IPB khususnya jalur SNMPTN 2011, sehingga calon peserta dapat mempersiapkan diri dalam memilih Program Studi yang dikehendaki dan dapat menjadi panduan awal untuk mengikuti proses seleksi jalur masuk dengan baik. Kita harus tetap menjadi tuan rumah di Negara kita sendiri, di Indonesia. So, siap masuk IPB kan?? [OE]

0 komentar

IPB Goes To TV One

09.21 | Publish by antara seni dan cerita

Membangun Rakyat yang Adil dan Makmur Menuju Swasembada Pangan

Oleh : Maha Wulandari


Keberhasilan pembangunan suatu bangsa ditentukan oleh ketersediaan sumberdaya manusia (SDM) yang berkualitas, dengan fisik yang tangguh, mental yang kuat, kesehatan yang prima, serta cerdas. Bukti empiris menunjukkan bahwa hal ini sangat ditentukan oleh status gizi yang baik, dan status gizi yang baik ditentukan oleh jumlah asupan pangan yang dikonsumsi serta ketersediaannya (Unicef, 1990). Selain itu, pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, karena itu pemenuhan atas pangan menjadi hak asasi setiap rakyat Indonesia dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk melaksanakan pembangunan nasional. Mengingat betapa pentingnya pangan tersebut, TV One bersama mahasiswa IPB, sejumlah tokoh, serta masyarakat khususnya petani menggelar suatu seminar nasional di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, tepatnya di rumah Betang, Kalimantan Tengah.

Acara yang akan ditayangkan pada hari Sabtu, 5 Januari 2011 pukul 13.00 wib ini, menggandeng Pak Suswono (Menteri Pertanian), serta Pak Sjarifuddin Hasan (Menteri Koperasi dan UKM) sebagai pembicara pada acara “Bangkit Indonesiaku” ini. Beliau menuturkan bahwa ada tiga aspek penting tentang pangan, yaitu kedaulatan pangan, ketahanan pangan, dan keamanan pangan. Menurut FAO, suatu negara dikatakan berswasembada apabila sedikitnya 50% dari kebutuhan negara tersebut dipenuhi dari produksi dalam negeri itu sendiri.

“Indonesia itu sangat berpotensi, tinggal bagaimana kita mengelolanya”, tutur Pak Suswono. Swasembada itu tidak bisa terjadi begitu saja, tetapi butuh proses dan rencana yang matang. Tidak hanya tujuan swasembada saat itu saja, tetapi juga bagaimana keberlanjutannya. Sistem keberlanjutan yang diusung Menteri Pertanian ini juga dijadikan sebagai grand desain untuk tahun 2035.

Beliau menambahkan bahwa berbagai hal seperti perubahan iklim, konversi lahan pertanian, SDM, serta sarana dan prasarana menjadi tantangan kita dalam swasembada pangan. Ada empat rencana strategi swasembada pangan yang akan dilakukan. Pertama, tercapainya serta keberlanjutan dari swasembada pangan. Kedua, diversifikasi pangan. Ketiga, peningkatan daya saing dan ekspor. Keempat, peningkatan kesejahteraan petani.

Pertanian juga tidak lepas dari peran koperasi. Dengan adanya koperasi, produk pertanian dikemas agar mempunyai nilai tambah. Pak Sjarifuddin Hasan sebagai Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah mengatakan bahwa nilai-nilai yang ada pada koperasi seperti kepercayaan, semangat gotong royong, serta kekeluargaan sangat diperlukan dan penting untuk diterapkan dikehidupan masyarakat. “Koperasi bisa berskala internasional”, begitu kata Pak Sjarifuddin Hasan.

Pemerintah sangat mendukung usaha yang mengarah pada koperasi ataupun wirausaha. Hal ini akan menciptakan peluang kerja baru yang nantinya akan menurunkan tingkat pengangguran. Didukung dengan produktivitas, investasi, serta saving pemerintah yang tinggi diharapkan dapat menurunkan tingkat kemiskinan di negara kita. Peluang dan potensi sudah ada, jadi mari saling bekerja sama membangun rakyat yang adil dan makmur menuju swasembada pangan. [OE]

0 komentar
« Postingan Lebih Baru Postingan Lama »
Langganan: Postingan (Atom)

Facebook Badge

Maha Wulandari

Create Your Badge

About Me

Foto Saya
antara seni dan cerita
Menulis itu seperti nafas.. Sedangkan memotret itu jiwa.. Dan musik menjadi nyawa nya..
Lihat profil lengkapku

Followers

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Search Box

About

  • OELAN SITE
Diberdayakan oleh Blogger.
  • Code Test

    Suspendisse neque tellus, malesuada in, facilisis et, adipiscing sit amet, risus. Sed egestas. Quisque mauris. Duis id ligula. Nunc quis tortor. In hendrerit, quam vitae mattis...
    Code Test!
  • Suspendisse neque tellus

    Suspendisse neque tellus, malesuada in, facilisis et, adipiscing sit amet, risus. Sed egestas. Quisque mauris. Duis id ligula. Nunc quis tortor. In hendrerit, quam vitae mattis...
    Suspendisse neque tellus
  • Curabitur faucibus

    Suspendisse neque tellus, malesuada in, facilisis et, adipiscing sit amet, risus. Sed egestas. Quisque mauris. Duis id ligula. Nunc quis tortor. In hendrerit, quam vitae mattis...
    Curabitur faucibus
  • Mauris euismod rhoncus tortor

    Suspendisse neque tellus, malesuada in, facilisis et, adipiscing sit amet, risus. Sed egestas. Quisque mauris. Duis id ligula. Nunc quis tortor. In hendrerit, quam vitae mattis...
    Mauris euismod rhoncus tortor
  • Sed nunc augue

    Suspendisse neque tellus, malesuada in, facilisis et, adipiscing sit amet, risus. Sed egestas. Quisque mauris. Duis id ligula. Nunc quis tortor. In hendrerit, quam vitae mattis...
    Sed nunc augue

Bookmark Us

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Blog Archive

  • ▼  2012 (3)
    • ▼  April (1)
      • THE 6th AGRINEX EXPO 2012 – REUNI HANTER
    • ►  Maret (2)
  • ►  2011 (15)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (4)
  • ►  2010 (13)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (7)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2009 (13)
    • ►  Desember (9)
    • ►  November (4)

Labels

  • media indonesia (1)
  • metro tv (1)
  • roadshow bedah editorial (1)
Copyright (c) 2010 dunia oelan. Design by Template Lite
Download Blogger Templates And Directory Submission.