skip to main | skip to sidebar

Pages

  • HOME

dunia oelan

HARI PULANG KANDANG 2011 FAKULTAS PETERNAKAN IPB

11.44 | Publish by antara seni dan cerita

Terus meningkatnya jumlah penduduk dunia, keterbatasan lahan dan efek perubahan iklim telah memaksa Indonesia untuk meningkatkan food security. Himpunan Alumni peternakan (Hanter) IPB tentu saja tidak ingin ketinggalan, Hanter dihampir setiap kepengurusan selalu mengangkat dan merespon issue-issue terkait dunia peternakan di Indonesia. Peran alumni peternakan didalam mendukung upaya swasembada daging sudah terjawab dengan hadirnya bapak Dr.Ir.Suswono anggota Hanter menjadi Menteri Pertanian. Dan tidak terhitung banyaknya anggota Hanter yang berkiprah di sektor peternakan juga dari berbagai sektor-sektor lain yang ikut mendukung food Security.

Hari Pulang Kandang (HPK) sendiri merupakan hari dimana para alumni Fapet IPB kembali untuk menyambung silaturahim dan bersama-sama memberikan sesuatu yang berarti untuk almamater yang dicintainya, baik secara fikiran, tenaga maupun material. Serangkaian acara rutin telah menjadi ciri khas kegiatan HPK, diantaranya meliputi pembagian sembako gratis, Gelar Karya Mandiri Alumni dan Fakultas Peternakan IPB, lomba kreatifitas tiap angkatan, lomba masak bebek serta acara puncak HPK yaitu temu kangen dan pemilihan ketua Hanter. Kegiatan yang diadakan dalam setiap kepengurusan Hanter ini menjadi sarana untuk terjalinnya silaturahim antara alumni dengan civitas akademika Fakultas Peternakan IPB maupun diantara alumni dan selanjutnya dapat dijadikan landasan bagi pengembangan Fakultas Peternakan IPB kedepan yang lebih baik. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober 2011 ini, diadakan di dua tempat yaitu Auditorium Jannes Humuntal Hutasoit (indoor), serta di taman depan (outdoor) Fakultas Peternakan IPB, Dramaga.

HPK 2011 juga dimeriahkan oleh penampilan mahasiswa Fakultas Peternakan IPB, seperti Krakatau Dance, TNT Vocal Grup, serta Perkusi D’Ransum. Acara yang dipandu oleh 3 angkatan yang berbeda ini berlangsung cukup meriah dan berjalan lancar. Dalam kesempatan ini juga diadakan foto bersama civitas akademika Fakultas Peternakan IPB, serta pemberian kenang-kenangan secara simbolik dari Hanter kepada pihak Fakultas. Disisi lain, keberhasilan rangkaian kegiatan HPK tersebut tidak terlepas dari partisipasi aktif semua pihak termasuk alumni Fapet IPB yang tersebar diseluruh Indonesia serta dukungan dari sejumlah pihak lainnya yang tentunya tidak bisa diabaikan. Bagaimana serunya HPK selanjutnya?, kita tunggu saja.

0 komentar

INDONESIA THE LAND OF THE FREE, THE LAND OF HOPE AND DREAMS (Pandji Pragiwaksono)

09.35 | Publish by antara seni dan cerita

ketika gue bca e-book nya pandji NASIONAL.IS.ME ada part cerita yang membuat gue ini loh yang harusnya dipikirkan oleh masyarakat Indonesia. jangan bisanya hanya nuntut and no action. this the story, just want to share this, kalo kata orang berbagi itu indah, =]
Elo kenal gue. Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo Elo tau pesan gue. Provocative Proactive Elo tau tumpah darah gue Indonesia
I just had an eye opener. My eyes were wide open, and it almost bursted with tears.
Sepasang suami istri datang menjumpai gue. I don’t know them really well. But I do know them. They came to me. They need help.
For 3 years they have been asking God for something. That something came by one day; in a form of a mail. The letter, that were almost thrown away, was actually a notification. A good news. Well, sorta… They are granted a green card. They are now, eligible to live in the United States of America.
They told me, that they were very happy and confused at the same time.
Now, they have to come up with some money. A lot of money.
Mereka yang dapat green card, harus deposit uang sebesar Rp 100.000.000,- sebagai tanda bahwa mereka akan bisa bertahan 3 bulan hidup di sana…
Mereka harus juga menyiapkan uang sebesar Rp 50.000.000,- untuk birokrasi tetek-bengek. Terakhir mereka harus menyiapkan tiket mereka sendiri.
Masalah deposit, walaupun susah, mereka berhasil mendapatkan pinjaman. Karena toh uangnya tidak dipakai, uangnya hanya sebagai jaminan saja. Secepatnya setelah birokrasi lewat, maka uang tersebut akan langsung dikembalikan kembali kepada sejumlah orang yang telah meminjamkan mereka.
Tiket sudah diusahakan oleh sang suami.
Kini, di antara mereka dan Amerika, adalah uang Rp 50.000.000,-
Di tengah-tengah, ada gue.
Mereka (yang tidak dekat dengan gue) memohon bantuan.. mengharapkan kepercayaan. “Uangnya pasti dikembaliin, kalau nggak, rumah jadi jaminan.”
Kemudian sang istri berkata “Kami mau merobah nasib…”
Kalimat singkat itu, tidak menusuk kuping, tapi justru ke mata. Entah apa yang terjadi, tapi tiba-tiba gue mau nangis.
“Di sini, kami ga jadi apa-apa, hanya dengan mengandalkan gaji suami seorang dosen, bagaimana cara kami memberikan pendidikan dan kehidupan yang layak kepada anak-anak kami?”
“Di sana, kami akan kerja. Kami akan kerja keras! Jadi apa aja deh, yang penting kerja, jadi tukang cuci piring kek, tukang koran kek...”
Keluarga ini memang bukannya secara finansial tidak mampu. Hanya saja, saat ini, keadaan memang rumit sekali untuk mereka.
Di antara keluarga si istri, ada satu adik yang akan menikah… jelas butuh uang. Kemudian satu juga punya kebutuhan uang yang sangat besar. Visa pelajar mereka hampir habis. Yak, betul sekali. Di antara adik-adik si istri itu, ada yang sudah tinggal di Amerika dengan visa pelajar.. Memilih untuk tidak mau pulang. Mereka bertahan sekuat kemampuan mereka, belajar terus, S2, S3 sampai green card yg mereka tunggu datang. Sejauh ini, dengan visa pelajar, mereka tidak bisa kerja. Maka yang terjadi adalah, mereka kerja sambil kuliah.
Kerja apa? Banyak. Loper koran. Cuci mobil. Masak. Baby sitting. Apapun. Dengan itu, mereka ternyata berhasil bangun rumah di Bogor. Berat, tapi apapun mereka lakukan untuk tidak pulang dari Amerika.
Bermodal dengan kisah tersebut, maka suami istri yang ada di hadapan gue ini berniat untuk juga mengadu nasib ke Amerika. Sekali lagi, si istri berkata “Kami ingin merobah nasib…”
Kepala gue berputar…
Pikiran gue melayang…
Total uang yang mereka harus kumpulkan adalah lebih dari Rp 150.000.000,-
Dengan gigih, pantang menyerah, pantang lelah, mereka cari uang tersebut. Bahkan, mereka sampai membuang rasa terakhir yang menempel dalam tubuh manusia ketika semua rasa sudah mati. Rasa malu.
Pasti berat untuk mereka; datang ke gue dan meminta bantuan. I’m much younger. We’re not even that close!
Still, here they are. Asking. If not begging.
Padahal, dengan uang sejumlah Rp 150.000.000,- mereka pun bisa mengubah nasib dengan tetap tinggal di Indonesia. THEY COULD!
Cuma masalah cara aja. Dan memang, uang RP 150.000.000,- tidak akan serta merta mengubah hidup mereka jadi baik, indah, dan berkecukupan, tapi menggunakan uang dengan jumlah itu untuk ke Amerikapun tidak menjamin hidup mereka jadi mudah di sana.
Tentu gaji mereka besar dibandingkan dengan di sini, tapi pengeluaran juga besar. Tentu ada segala macam jaminan yang lebih jelas dan pasti dan akan membuat mereka bertahan.. Jay Z pun waktu kecil hidup dari food stamps.. sejenis voucher yang bisa ditukarkan dengan makanan.
Kasarnya, mereka di sana akan kayak orang miskin. Orang susah.
“Dengan bekerja sebagai tukang koran, saudaraku bisa bangun rumah di Bogor.”
Apa bedanya dengan…
“Saya merantau ke Jakarta dari Ngawi untuk mengubah nasib… biarin di Jakarta jadi tukang koran, tapi saya bisa menghidupi keluarga di Ngawi, bisa bangun rumah.”
Bedanya hanya.. yang satu dari Ngawi ke Jakarta, dan yang satu Jakarta ke Amerika. Entah kota apa.
Gamila bilang, bagaimanapun juga, orang susah di Indonesia beda dengan orang susah di Amerika. Sekolah lebih banyak yang gratis.
Tapi menurut gue, itu cuma masalah skala.
Di Jakarta juga banyak sekolah gratis, cuman aja sekolah gratis di Jakarta (mungkin) bukan sekolah unggulan. Bukan sekolah bergengsi.
Sama aja, di Amerika gue rasague berasumsi) sekolah gratis ya sekolahnya rakyat… sekolah-sekolah bergengsi Amerika pasti mahal..
Kenapa kalau di Jakarta ga mau masuk sekolah rakyat tapi di Amerika mau?
Hanya karena Amerika?
Andaikan orang-orang di Indonesia tahu bahwa Amerika Serikat sampai sekarang masih memegang rekor untuk tingkat penembakan dan pembunuhan tertinggi di dunia dalam lingkungan sekolah…
“Ya Ampuuuun di sini uang masuk kuliah mahal bangeeeeettt, 80 jutaaaaa” kata mereka.
Sekali lagi, wawasan akan menentukan keputusan. Sebenarnya kalau mereka mau berinvestasi-pun Insya Allah kekejer kok. Anak mereka masih SD… Besar sih angka investasinya, tapi daripada nabung lebih nggak mungkin lagi? Lebih kasian lagi mereka yang merasa aman setelah menggunakan asuransi pendidikan.. Kelak mereka akan sadar, bahwa ternyata uangnya juga ga cukup untuk bisa bayar kuliah. Padahal jumlah uang yang mereka sisihkan untuk asuransi pendidikan itu, kalau di investasikan akan lebih mungkin sampe angkanya…
Sigh
I can’t blame them for not having financial literacy early on.
It’s not going to help them.
Memang, kuliah itu mahal… ITB memang mahal. Jauh lebih mahal daripada ketika gue masih kuliah di sana.. Tapi DEMI TUHAN, beasiswa di kampus ITB BUANYAK BUANGEEEETTTTT…
Gue punya BUANYAAAKK teman yang dari awal masuk kuliah sampai dia lulus, mengandalkan beasiswa. Tidak mengeluarkan uang sendiri sama sekali untuk bayar kuliah.
Bahkan, saking banyaknya, temen-temen gue yang relatif mampu-pun, sampe dapet juga!
Gue aja bego, ga ngeh sama yang begituan.. setelah lulus baru gue tau, temen-temen gue banyak yang pake beasiswa Nyesel juga jadi orang self centered …
Sebenarnya, paginya, di GMHR (Good Morning Hard Rockers Show) kami membahas orang-orang yang pernah di luar negeri cenderung skeptis sama Indonesia. Ga mau pulang. Ga suka Indonesia. Katanya di sini infrastruktur kurang, pajak ga jelas ke mana, jalanan rusak, public transportation buruk… Jepang dan Indonesia sama-sama dalam keadaan tidak baik di tahun (19)45, tapi kini Jepang melesat dan Indonesia masih begini-begini aja.
Dalam hati ketika siaran gue berpikir, DON‟T COMPARE INDONESIA TO OTHERS! IT‟S NOT FAIR IT‟S NOT AN APPLE TO APPLE COMPARISON
Jepang penduduknya berapa sih? Seluas apa? Terbagi atas berapa pulau? Berapa banyak bahasa? Berapa banyak tradisi? Berapa banyak kultur? Berapa banyak kebutuhan?
Di tahun 1945 Jepang memang mulai dari titik yang sama dengan Indonesia akibat bom Hiroshima dan Nagasaki yang merupakan lumbung beras mereka.
Tapi sebelum itu? Jepang adalah penguasa dunia, mereka menguasai negara-negara termasuk Cina dan kita di Indonesia. Pengetahuan mereka dan kita jauh berbeda sebelum tahun 1945.
THE PROBLEM IN OUR COUNTRY IS, WE DO NOT THINK AS ONE.WE ARE TOO MUCH APART. THAT IS THE FACT. Thank God we are united in the same language.
Or maybe we do not have a strong leader. I don’t know.
All I know is, there’s NOTHING we can do by blaming the past.
WHAT WE ARE RIGHT NOW, IS A PRODUCT OF OUR PAST. IF WE DON’T LIKE WHAT WE SEE TODAY, WE CHANGE IT. WE MAKE IT HAPPEN. IT MAY NOT BE FOR THE BENEFIT OF OUR OWN, BUT BY GOD, IT WILL BE FOR THE BENEFIT OF OUR CHILDREN’S CHILDREN.
GA ADA PENDIDIKAN GRATIS? KITA DONG, PERBANYAK BEASISWA. KITA DONG, INISIATIF PADA KANTOR KITA UNTUK PUNYA CSR DI BIDANG PENDIDIKAN.
FASILITAS KESEHATAN MASIH MAHAL? BIKIN DONG, YAYASAN. JANGAN KOMPLEN DOANG.
WHAT WE DO, WILL EFFECT OTHERS.
Walaupun gue akui, sesuatu yang baik tidak akan tersebar secepat sesuatu yang buruk. Itulah mengapa, kita harus sama-sama kerja keras.
Evil is controling time, we should not let ourselves be controled by time.
WE CONTROL OUR TIME.
Sebenarnya, gue ga mau ngomong ini, takut dibilang sombong dan pamer, tapi motivasi gue beda, Insya Allah ga ketangkep salah … Gue aktif di C3, Community for Children with Cancer (www.C3friends.com) karena gue ingin menjadi salah satu dari orang yang membantu menjadikan Indonesia tempat yang lebih baik. Tempat yang punya harapan. I want to make Indonesia the land of the free, the land of hope and dreams. Ada orang ga mampu yang anaknya sakit kanker? Ada C3. Insya Allah, ada harapan.
By doing this, I’m hoping others would be inspired and do the same thing, in other fields. Pendidikan, bidang kesehatan lain seperti AIDS, dll…
Demi Tuhan, gue mau sebenarnya bikin yayasan yang menyediakan pendidikan gratis, tapi gue harus fokus. My calling, is C3.
Gue harus fokuskan perhatian gue kepada anak-anak penderita kanker, sambil tangan gue menggandeng anak-anak ini, mata gue menoleh ke luar, berharap orang lain di luar sana juga tergerak untuk membantu orang lain di Indonesia yang butuh pertolongan.
Yang butuh harapan…
Yang tidak bisa ke Amerika Serikat untuk mengubah nasib mereka…
…
“Gimana, Mas Pandji?” Tolong kami yaa?” Pertanyaan itu menyadarkan gue kembali dari lamunan…
Gue kembali fokus kepada mereka dan obrolan yang sedang berjalan… Tapi mata gue masih menahan tetesan air mata sedih…
Ketika kembali sampai di rumah, Gamila berkata, “Mas, kamu nggak harus menolong mereka, lho… jangan merasa terbebani untuk HARUS menolong…”
But I’m a man of dreams. I dream ‘em , and then I make it happen.
And for me, there is every dream for every man. Who am I to blame what your dreams might be? Who am I to judge it? People have the right to dream. Whatever THAT might be.
I would love to see that family get that dream.
If living in America is their dream. I would love to help them live it.
I just hope, in the near future, my own country could be just like America…
THE LAND OF THE FREE, THE LAND OF HOPE AND DREAMS

0 komentar

PEREMPUAN YANG BERDOA _YGYM_

08.37 | Publish by antara seni dan cerita


sedikit penggalan cerita pada buku yang baru yang saya baca yaitu 'Yang Galau Yang Meracau' karya Fadh Djibran. fahd pernah menjadi nominator anugerah kekayaan intelektual luar biasa bidang kreatif tahun 2009 dan telah menerbitkan beberapa buku seperti A cat in my eyes (2008), curhat setan (2009) dll. dia menceritakan tentang racauan (tuan) setan serta cinta. dia mengkombinasikan lagu-lagu dengan ceritanya. ya bisa dikatakan sebuah fiksi musikal. Fadh menceritakan sangat apik dengan membawa kisah curhat (tuan) setan dengan makhluk yang bernama manusia. mungkin kalian akan kaget dengan bahasa filsufnya tapi begitulah cara ia bercerita. pada satu bab cerita yang berjudul PEREMPUAN YANG BERDOA, dia bercerita tentang seorang perempuan yang berdoa kepada Tuhannya. . ya, ini kisah tentang seorang perempuan yang berdoa. [OE]
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Tuhan, aku tahu kecantikan bukanlah tentang apa yang orang-orang lihat dari diriku, tetapi tentang kebaikan yang mereka rasakan dari sikap hidupku, maka buatlah mereka selalu merasa bahagia atas kehadiranku dan merindukan saat-saat kepergianku. getar rasa dalam dada, getar cinta dalam kata, maka biarlah hanya cinta yang terucap dari bibirku. lalu bila mereka bahagia mendengar kisah-kisahku, dan bila kisah itu melapangkan hidup mereka dan meringankan bebannya, sesungguhnya aku hanyalah perempuan biasa yang ingin berbagi kebaikan."

"Tuhan, aku bukanlah perempuan yang baik, tetapi bila ada satu dua kebaikan yang pernah aku kerjakan, dan jika itu memang pantas diberi pahala, ambillah pahalaku! jika boleh, aku ingin menukarnya dengan kebahagian lain untuk kedua orang tuaku, keluargaku, dan orang-orang yang selama ini menyayangiku maupun membenciku. sayangilah mereka, bahagiakanlah mereka. tak perlu lagi Kau memberiku apapun dan aku memang tak ingin meminta apapun untuk hidupku sendiri, cukuplah bagiku mencintai-Mu tanpa keinginan-keinginan yang merantai ketulusanku dalam mencintai-Mu. sisanya, bila Kau memang memaksaku dalam ruang-ruang permohonan yang ingin Kau kabulkan, bahagiakanlah orang tua dan keluargaku, orang-orang yang menyayangiku dan membenciku."

"Tuhan, aku tidak ingin menjadi seseorang yang sia-sia menjalani hidup di dunia ini. maka bila keluasan akal dan kemanfaatan tindakanku bisa menjadi sumbangan kecil bagi kebaikan semesta, sesunguhnya aku hanya meminta bantuan-Mu agar aku mampu menjadi wakil-Mu di dunia. ini bukan tentang diriku, ini tentang tugas berat dari-Mu untuk menjadi kasih-bagi-semesta."

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------




sangat menarik, you must have it, and feel it..
lihat bagaimana (tuan) setan yang meracau..

0 komentar

RAPAT SENAT TERBUKA : Warna dan Nuansa Program Bakal Calon Dekan Fakultas Peternakan

06.16 | Publish by antara seni dan cerita

RAPAT SENAT TERBUKA
Warna dan Nuansa Program Bakal Calon Dekan Fakultas Peternakan
28 September 2011

•Daftar Calon 2011-2015 :
1. Pak Bagus (presentasi 1)
2. Pak Luki (presentasi 3)
3. Pak Yamin (presentasi 4)
4. Pak Idat (presentasi 2)

•Senat yang hadir : 12 orang

• Presentasi 1 :
“PERUBAHAN YANG DINANTIKAN”
VISI :
Fakultas peternakan menjadi acuan dalam teknologi budidaya ternak lokal di jawa barat melalui pengembangan penelitian dan jiwa kewirausahaan untuk kesejahteraan bersama.

MISI :
-Menyelenggarakan program pendidikan yang berkualitas, sesuai dengan kebutuhan masyarakat,
-Meningkatkan potensi sumberdaya manusia pada pengembangan IPTEKS ,
-Menyelenggarakan manajemen pendidikan yang sehat , bermutu, profesional, dan terbuka,
-Memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan Peternakan,
-Meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan civitas Fakultas Peternakan.


• Presentasi 2 :
VISI :
Menjadi institusi pendidikan tinggi berbasis riset yang bertaraf internasional dengan kompetensi peternakan tropika berkarakter kewirausahaan untuk membangun industri peternakan berkelanjutan.

MISI :
-Menyelenggarakan pendidikan tinggi peternakan berkarakter kewirausahaan dan bertaraf internasional
-Meningkatkan mutu penelitian, mengembangkan IPTEKS dan pemberdayaan masyarakat berwawasan lingkungan dengan standar internasional
-Meningkatkan peran Fakultas Peternakan dalam industri peternakan tingkat regional, nasional dan internasional untuk kesejahteraan masyarakat
-Mengembangkan dan menguatkan kapasitas fakultas melalui peningkatan kemampuan kinerja SDM, fasilitas akademik, kualitas manajemen, dan daya dukung finansial melalui satuan usaha.


• Presentasi 3 :
“SINERGI MENUJU FAPET KOMPETEN SEJAHTERA DAN BERMARTABAT”
Komitmen kepada kepuasan civitas akademika dan kualitas lulusan berdaya saing tinggi

VISI :
Fapet ipb sebagai trend setter lembaga pendidikan tinggi peternakan tropika modern, berbudaya ilmiah, berkeunggulan inovasi dan berkarakter kewirausahaan.

MISI :
-Peningkatan mutu mahasiswa dan daya saing lulusan
-Mutu penelitian dan PPM
-Penguatan kapasitas fakultas dan kesejahteraan
-Peningkatan mutu manajemen dan lingkungan kerja
-Peningkatan peran Fapet dalam kancah regional, nasional dan internasional


• Presentasi 4 :
MEMIMPIN DENGAN HATI : Membangun Fapet IPB, Membangun Insan Peternakan, Berjayalah Peternakan Indonesia .

VISI :
Menjadi instansi pendidikan tinggi yang berkualitas internasional berbasis riset dan meningkatkan kompetensi sumberdaya manusia dalam peternakan tropis yang berkarakter kewirausahaan untuk mendukung pembangunan industri peternakan yang berkelanjutan.

MISI :
-Membina dan meningkatkan mutu lulusan yang berkarakter kewirausahaan dan bertaraf internasional
-Meningkatkan mutu penelitian, mengembangkan IPTEKS dan pemberdayaan masyarakat berwawasan lingkungan
-Penguatan kapasitas sumber daya Fakultas
-Peningkatan peran Fakultas Peternakan dalam industri peternakan tingkat Regional, Nasional dan Internasional

0 komentar

Surat untuk sahabat

11.17 | Publish by antara seni dan cerita

Damai itu seperti bercerita pada hujan,
ia simpan dan nyanyikan ulang stiap kali datang..
Kadang kala bermain dengan rintik hujan disana,
Bisa membuat aku, dan kalian menjadi
Nol, satu, bahkan seratus..


Kehidupan kita teruntai diatas sana..
di langit penuh bintang,
Kita berkirim surat melalui tangis, tawa yang terselip pada hujan,
Lalu membiarkannya membeku di wajah,
sekejap tapi rasanya hujan telah menghapus detik waktu..
hingga akhirnya aku, dan kalian menjadi
nol, satu, bahkan seratus..


yang saling mengingatkan hitam dan putih,
yang saling mengisi telaga,
dan mati lalu hidup dengan jiwa yang sama,
lalu kita isi dengan cinta dan sahabat,
hingga akhirnya aku, dan kalian menjadi
nol, satu, bahkan seratus..

0 komentar

The big problem is me!

05.52 | Publish by antara seni dan cerita

Ya, masalah itu sepertinya senang sekali mampir ke gue. Gue masih inget waktu ulang tahun ke 20 kemaren. Seharusnya untuk sebagian besar orang ia ingin di hari ulang tahunnya, apalagi berkepala dua mendapat moment indah dari orang-orang terdekatnya. Tapi tidak untuk gue.

Ulang tahun gue yang ke 20 ini pas banget sama musim ujian. Selalu kayak gitu. Gue emank mendapat surprise dari temen.temen tapi rasanya terlalu dipaksakan, but well gue menghargai banget. Gue selalu berharap ulang tahu gue sedikit berkesan, seperti gue yang selalu ikut merayakan ulang tahun temen.temen. Sesekali gue berharap ada hadiah atau kue, at least ada sesuatu yang berbeda. Tapi semua itu Cuma harapan gue aja. Sedih memang, apalagi disaat orang terdekat lo, orang yang berjuang dari awal banget sama lo, tahu.tahu akan meninggalkan lo. Mungkin lo bakal bilang, ‘lebay, berlebihan banget’. Tapi buat gue, sahabat itu sangat penting buat gue.

Gue itu Cuma ingin maju bersama. Gag peduli sedikit memaksa, merayu untuk mereka ikut kegiatan ini itu walaupun gue tahu mereka ga suka. At least mereka pernah ngerasain, dan bisa aktif karena gue mau kita maju bersama. Egois? Mungkin. Tapi gue bahagia ditengah-tengah mereka, walau seringkali gue merasa diacuhkan, dinomersekiankan.



Buat gue kecewa itu sampah! Kecewa itu bisa bikin kita nangis bombai kayak film india. Mungkin dari banyak orang sudah merasakan kecewa. Tapi kecewanya gue adalah tamparan berat saat gue ulang tahun ke 20. Kecewa yang hadir dari sahabat yang berjuang dari awal bahkan ketika SMA. Ya mungkin ini udah tahun mau tahun ke 7 gue kenal dia. Waktu SMA gue sekelas bareng dan sewaktu kuliah gue sekamar bareng. Bagaimana rasanya ketika udah mendekati hari perpanjangan/ keluar kostan dia kurang lebih berkata ‘lo nanti dimana? Gue nanti nerus disini, iya nnti gue sama kk kostan’. Well, gue yang saat itu sedang padet.padet nya kegiatan BEM dan lagi musim ujian serasa nothing to say. Gue yang tadinya udah fine dan percaya kalo kita bakal sama.sama ampe lulus, hilang gitu aja dan itu ditambah dengan kakak kostan gue yang mungkin enggak mikirin perasaan gue gimana nantinya.

Shock? Wajar lah. Kondisi dimana gue gag memungkinkan untuk ngekost sendiri karena tempat kostan gue lumayan mahal kalo sendiri dan gue gag mampu. Masa iya biaya kostan lebih mahal dari biaya kuliah gue. Bertahan sampe kapan gue nanti. Gue tahu gue itu pendiem jarang ngajak ngomong bahkan kalo udah capek udah gag bisa diajak bercanda. Gue juga emang cukup berantakan dan terbilang sangat cuek. Kebiasaan dan sifat gue memang jelek. Tapi gue gag nyangka bakal kayak gitu kejadiannya. Nyokap selalu wanti.wanti ke gue, jangan sampe kamu disana ngekost sendirian ya mahal. Pikiran gue bercampur aduk. Tiga hari lebih gue ngurung diri dan nangis sejadi.jadinya. udah kayak lagunya Sheila on 7 yang ‘hujan turun’. Rasanya saat itu gue bener.bener sendirian. Rasanya seperti menjadi kaum minoritas. Dan itu ga enak sumpah!

Gue kadang berpikir, gue pengen kayak mereka, yang diperhatikan, yang dianggap kalo gag ada gag rame. Tpi itu hanya mimpi. Ya, The big problem is me! Masalahnya memang ada di gue. Rasanya saat gue focus sama kegiatan atau kuliah mereka menjauh. Rasanya ketika nilai gue lebih tinggi, mereka juga menjauh. what should I do? Gue bahkan pernah hampir gag minat kuliah dan gag minat kegiatan karena gue gag mau mereka berubah. Gag dewasa? Sepertinya iya. Gue sepertinya terlalu keras mencoba ditengah.tengah mereka. Tapi terlalu banyak kenangan diantara mereka yang gag akan bisa membuat gue untuk menjauh dari mereka.



Sesakit apapun itu, sekecewa apapun itu..
Mereka tetep sahabat gue…
Dan gue hanya perlu waktu untuk lebih banyak mengerti dan memahami bagaimana orang-orang akan berubah setiap waktu..
Orang-orang akan datang dan pergi..
Karena dikehidupan ini ada pertemuan dan juga ada perpisahan…


Memories 20th

0 komentar

#PART

03.36 | Publish by antara seni dan cerita

Jum’at, 15 April 2011

"Change your thinking, change your life."
-Ernest Holmes
#part adalah sebuah cerita kehidupan yang mengalir dengan kejujuran, yang terekam melalui perjalanan mengarungi waktu. Well, Kadang kita hanya melihat sesuatu titik hitam kecil pada sebuah lembar putih. Begitulah manusia, kadang ia melupakan betapa luasnya hamparan warna putih yang ada pada kertas itu. Manusia berlomba untuk mencari sebuah ‘kesempurnaan’ dan sebuah penghargaan. Sebuah fenomena piramida kehidupan yang memang sudah menjadi sifat manusia yang ingin lebih baik dan menjadi yang terbaik diantara yang lain. Keinginan secara langsung atau tidak langsung ini terkadang membuat manusia melupakan betapa pentingnya sosialisasi dan toleransi. Bahkan ketika lingkungan kita sangat mendukung terjadinya sifat individualis.

“Punten bapak-bapak ibu-ibu saya tunanetra minta sedekah seadanya seikhlasnya….”, seperti inilah kalimat seorang lelaki paruh usia saat berjalan diantara kursi penumpang bus antar kota di Terminal Baranangsiang (14/04/11). Kalimat pengharapan yang terus-menerus diucapkan dengan nada cepat hingga serasa tak berjeda. Mengharapkan sejumlah uang untuk membiayai hidup, membayar ‘pajak pekerjaan’, atau sekedar mengganjal perutnya yang lapar. Pengharapan yang terkadang tak terbalas. Ya inilah salah satu fenomena kehidupan, tak banyak lagi orang yang memperdulikan sekitarnya, tak banyak lagi orang yang merasakan kualitas hidup yang baik, dan tak banyak orang yang sadar dengan perubahan ini. Toleransi itu tumbuh pada jiwa yang pernah merasakan getirnya sebagai minoritas, maka sampaikanlah ayat-ayat toleransi walaupun satu scene. Well, bahkan terkadang perubahan ini harus disampaikan dengan cara lain seperti yang dilakukan oleh Hanung Bramantyo salah satu sutradara bangsa yang terbaik. Perubahan, kejujuran dan perasaan itu harus kita visualisasikan, karena dunia seakan terlalu sibuk untuk melihat sesuatu hal yang kecil dan biasa.

Betapa beruntungnya kita dibandingkan mereka yang bertahan hidup tanpa keluarga, yang belajar menulis dengan kakinya, yang mengetahui banyak hal tanpa melihat indahnya dunia, yang terus berlari walaupun dengan kursi rodanya. “saya sangat beruntung memiliki anak saya,” itulah yang terlihat dari seorang ibu yang sedang duduk bersama anaknya. Dengan senyum dan rasa kasih sayang yang terpancar dari wajahnya, Ia tak merasa malu dengan kondisi anaknya yang memiliki kelainan mental dan fisik itu. Ia memperlakukan anaknya secara wajar, penuh perhatian, dan menatap sekeliling dengan tersenyum. Ya, bukankah seharusnya kita seperti itu juga? Terkadang perbedaan membuat kita semakin menjauh, lalu lingkungan membuatnya menjadi sebuah pembatas yang tinggi dan membuatnya menjadi hal yang tabu.

“I believe each human being has the potential to change,
to transform one’s own attitude
no matter how difficult the situation”
(Dalai Lama)

Membuat yang besar menjadi lebih kecil dan sederhana agar dapat dimengerti, tidak perlu ada sesuatu yang mahal, tapi hanya dengan menggenggam kemauan kita dapat meraih sesuatu. Muhammad Thoha yang dikenal sebagai Habibie dari selokan Mataram mempunyai mimpi dan sebuah cita-cita. Meskipun hanya lulusan SMA dan pernah menjadi seorang officeboy, Ia ingin menerbangkan pesawat ciptaannya sendiri seperti B.J. Habibie. Dengan laboratorium khusus dirumahnya, Ia mendesain dan merakit pesawatnya sendiri. Elektronika dan mesin itu mudah dan bisa direkayasa, akses untuk belajar ada dimana-mana dan mudah, hanya tinggal kemauan yang besar untuk mencoba dan melakukannya. “kalau gagal, ya itu konsekuensinya. Orang saja kuliah harus bayar. Dari kegagalan itu kita bisa belajar banyak hal,” ucap Muhammad Thoha yang kini telah menjadi ahli aeromodelling.

“If you can imagine it, you can achieve it; if you can dream it, you can become it”
(William Arthur Ward)

Begitu juga yang dituturkan oleh B.J. Habibie saat menerima penghargaan Medali Emas Edward Warner Award di Montreal (7 Desember 1994). Habibie berpendapat bahwa penguasaan dan pengendalian ilmu pengetahuan dan teknologi bukan hak prerogatif orang kaya atau masyarakat maju, tetapi adalah hak prerogatif umat manusia dimanapun ia berada. Setiap orang itu unik, berbeda satu sama lainnya dan mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sudah saatnya kita yang meneruskan, tidak lagi berkembang tetapi menjadi Negara yang maju dengan memperhatikan aspek-aspek kehidupan seperti lingkungan, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan kesejahteraan. Karena disanalah kekayaan bangsa kita berada. Jadi, tidak ada alasan mendasar untuk seseorang tidak berkarya demi bangsanya. [OE]

"Change your thoughts and you change your world"
-Norman Vincent Peale.

0 komentar
« Postingan Lebih Baru Postingan Lama »
Langganan: Postingan (Atom)

Facebook Badge

Maha Wulandari

Create Your Badge

About Me

Foto Saya
antara seni dan cerita
Menulis itu seperti nafas.. Sedangkan memotret itu jiwa.. Dan musik menjadi nyawa nya..
Lihat profil lengkapku

Followers

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Search Box

About

  • OELAN SITE
Diberdayakan oleh Blogger.
  • Code Test

    Suspendisse neque tellus, malesuada in, facilisis et, adipiscing sit amet, risus. Sed egestas. Quisque mauris. Duis id ligula. Nunc quis tortor. In hendrerit, quam vitae mattis...
    Code Test!
  • Suspendisse neque tellus

    Suspendisse neque tellus, malesuada in, facilisis et, adipiscing sit amet, risus. Sed egestas. Quisque mauris. Duis id ligula. Nunc quis tortor. In hendrerit, quam vitae mattis...
    Suspendisse neque tellus
  • Curabitur faucibus

    Suspendisse neque tellus, malesuada in, facilisis et, adipiscing sit amet, risus. Sed egestas. Quisque mauris. Duis id ligula. Nunc quis tortor. In hendrerit, quam vitae mattis...
    Curabitur faucibus
  • Mauris euismod rhoncus tortor

    Suspendisse neque tellus, malesuada in, facilisis et, adipiscing sit amet, risus. Sed egestas. Quisque mauris. Duis id ligula. Nunc quis tortor. In hendrerit, quam vitae mattis...
    Mauris euismod rhoncus tortor
  • Sed nunc augue

    Suspendisse neque tellus, malesuada in, facilisis et, adipiscing sit amet, risus. Sed egestas. Quisque mauris. Duis id ligula. Nunc quis tortor. In hendrerit, quam vitae mattis...
    Sed nunc augue

Bookmark Us

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Blog Archive

  • ▼  2012 (3)
    • ▼  April (1)
      • THE 6th AGRINEX EXPO 2012 – REUNI HANTER
    • ►  Maret (2)
  • ►  2011 (15)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (4)
  • ►  2010 (13)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (7)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2009 (13)
    • ►  Desember (9)
    • ►  November (4)

Labels

  • media indonesia (1)
  • metro tv (1)
  • roadshow bedah editorial (1)
Copyright (c) 2010 dunia oelan. Design by Template Lite
Download Blogger Templates And Directory Submission.