skip to main | skip to sidebar

Pages

  • HOME

dunia oelan

KALA KAU BERPIKIR..

04.58 | Publish by antara seni dan cerita

‘Tuhan memberikan apapun yang akan kau butuhkan, bukan apa yang kau minta’, begitu kata sebagian banyak orang. Tapi tahukah kah kau, terkadang Tuhan juga akan mengabulkan apa yang pernah kau inginkan atau kau ucapkan. Entah kau pernah berucap
‘bagaimana ya rasanya kalo ada ditempat dan situasi yang sama dengan dia’..
‘enak kali ya kalo sakit, bisa diperhatiin’..
‘masalah kayak gitu mah gampang’..
atau banyak hal lain yang biasanya mudah saja terucap atau terpikirkan oleh kita. Padahal kenyataannya tidak demikian adanya.
Ambil contoh saja kalo kita berpikiran ‘enak kali ya kalo sakit, bisa diperhatiin’..

Kalo kita berpikiran lebih jauh,, kalau kita sakit, kita tidak bisa melakukan apa yang biasanya kita lakukan, makan-makanan yang biasa kita makan, malah menambah beban orang lain khususnya orang tua, dan malah mengeluarkan biaya-biaya yang seharusnya tidak perlu kita keluarkan. Banyak tugas-tugas tertunda jika kita sakit dan masih banyak hal lainnya yang setidaknya kita mengerti bahwa ‘SAKIT ITU TIDAK ENAK’. Ya, terkadang memang cara seperti ini yang Tuhan lakukan untuk kita mengerti suatu hal, yaitu dengan MENGALAMINYA LANGSUNG. Dengan begitu akan tercipta pola pikir tertentu yang membuat kita (manusia) tidak akan melakukan tindakan yang gegabah atau asal-asalan berpendapat , berpikir, atau melakukan sesuatu.
Seperti kejadian tugas akhir saya. Di pertengahan semester genap lalu saya pernah berdiskusi dengan dosen pembimbing akademik saya tentang tugas akhir ataupun penelitian. Saat itu saya sangat bersemangat untuk merencanakannya, ingat sekali saya, tetapi beliau mengatakan ‘sudah jangan pikirkan sampai kesana dulu, focus yang ini saja dulu’. Well, ada benar nya dan ada salahnya juga. Karena kalau PKM saya waktu itu diteruskan mungkin saya memiliki data yang kacau,. Tetapi salahnya justru membuat semangat saya hilang untuk memikirkan, merencanakan, dan melakukan penelitian tugas akhir. Kamu mungkin tidak akan pernah mengerti kenapa harus dipikirkan seperti itu? Ya, karena pada saat itu teman-teman saya sudah banyak yang merencanakan, mengetag dosen pembimbing skripsi, bahkan sudah ada yang melakukan.

Fine, saya juga masih ada tanggung jawab di organisasi pikirku. Setelah selesai saya akan focus ke tugas akhir pikirku. Tapi tahukah kau ketika kau berpikiran seperti itu, ternyata kau telah membuang kesempatan untuk dekat dengan dosen pembimbing yang cocok denganmu? Kau telah membuang kesempatan untuk mendapat arahan ataupun proyek yang mungkin cocok dengan mu? Atau parahnya kau hanya akan mendapat sisa dosen untuk membimbing tugas akhir mu yang notabene nya adalah dosen yang tidak cocok dengan mu? Yang lebih ekstrim jika kau penelitian menjelang akhir, dan ternyata ketika selesai datamu tidak diterima dan harus mengulang, berarti kamu harus memulainya dari awal lagi dan itu artinya kamu akan tertinggal dengan teman-temanmu?
Dulu diawal semester ganjil, saya kembali bertemu dosen pembimbing akademik saya, dan membicarakan banyak hal hingga merencanakan banyak hal. Tapi tahukah kamu rencana menjelang akhir adalah suatu yang salah? Disaat semua orang sudah hampir mencapai garis tengah, kamu baru akan merencanakannnya. Well, rencana yang belum ada ‘TITLE’ nya sama sekali. Saya dan 2 teman saya, tidak dianjurkan untuk ikut proyek apapun dari dosen, ataupun hanya sekedar ikut dan asal memulai. Akan tetapi di akhir semester proposal harus sudah selesai. What de?! Pasti kalian berpikir aneh. Kami pun pada saat itu berpikir demikian. Bagaimana ceritanya kami merangkai proposal secepat itu tanpa diperkenankan ikut dengan penelitian lain. Waktu terus berjalan dan kami semakin membuang waktu untuk sekedar mencari ide atau topik.

Menjelang pertengahan, satu teman ku menyerah mencari ide dan ikut penelitian S2. Berarti tinggal aku dan temanku. Kami berdua semakin risau dan galau karena waktu terus berputar. Menjelang awal bulan November lalu, kami mendapat kabar tentang info penelitian S3 dari seorang dosen. Dan dengan cepat kami hubungi dan mengikuti petunjuk teknis yang beliau sampaikan. Dengan pernyataan bahwa bahan baku pakan dari lab, bahan baku utama penelitian dari beliau. Segala hal sudaha diurus mulai dari piket kandang pagi siang sore, hingga harus bolos kuliah pagi karena pekerjaan yang dilakukan banyak sekali. Lelah rasanya, baru persiapan tapi perubahan ini itu mulai dari parameter, lama penelitian, ransum dan lainnya kami rasakan. Hingga saat proposal sudah jadi, perlakuan sudah mau dimulai, beliau berkata tidak bisa membimbing kami. Bingung ? jelas lah. Saya kesana kemari mencari info dosen yang bisa membimbing, hingga mendapat ceramahan, dan sebagainya hingga presepsi yang saya tangkap adalah beliau tidak mau kalau bukan menjadi PS 1. Setelah itu, saya sampaikan semua keluh kesah saya terhadap kejadian termasuk beliau yang rencananya menjadi PS 2 saya pada dosen pembimbing akademik saya sekaligus yanga akan menjadi PS 1 saya, dan beliau menyarankan lebih baik cari dosen yang lain kalo gitu jangan beliau. Pusing? JELAS. Satu masalah hampir selesai, malam harinya, dosen yang akan S 3 itu meng sms saya dan teman saya, bahwa kalau bisa bahan utama penelitian ini kami juga ikut mencari dan membeli untuk stok. Nah kan keluar jalur kesepakatan yang tadinya bahan baku utama dari beliau. Tambah pusing? PASTIII. Karena harga 1 lt bahan bakunya 100 rb. Sedangkan dalam penelitian ini hampir memakai hingga 6% dengan ternak berjumlah 12 ekor. Kalau dihitung-hitung bisa mencapai 7 juta an lebih hanya untuk bahan baku utama saja selama penelitian. Belum lagi bahan baku ransum yang tidak biasa digunakan di lab harus dibeli sendiri, seperti halny bungkil kedelai yang harganya cukup mahal. Bisa-bisa untuk penelitian yang kurang lebih selama 2 bulan ini bisa menghabiskan 10 jt hanya untuk saya menamatkan S 1. Apakah logika saya bisa menerimanya? Apakah dana saya mencukupi? Kalau data penelitian ini gagal, berarti harus diulang, lalu berapa biaya lagi yang harus saya keluarkan? TIDAK, logika pemikiran saya tidak dapat menerimanya.

Beliau dengan mudah berkata ,’ sok aja kalo mau diteruskan , kalo kemahalan apa diganti bahan baku utamanya aja juga bisa? Kalo tidak mau meneruskan juga tidak apa-apa. Terserah saja’. Bagaimana jika kalian diposisi yang sama dengan saya dan teman saya? Banyak option yang sebenarnya bisa dilakukan. Tapi saya memikirkan banyak hal termasuk perasaan dosen tersebut. Apa yang harus saya lakukan? Meneruskan atau menyudahinya? Yang saya pikirkan adalah cepatlah kembali wahai pembimbing akademik ku, kami sangat bingung.

Lalu saya melihat lagi yang dulu pernah pembimbing akademik saya berkata, bahwa tidak diperkenankan mengikuti proyek ataupun hal sejenisnya. Mungkin karena hal ini pikirku. Ya, Tuhan menunjukkan pada kami salah satu jawaban kenapa kami tidak diperkenankan untuk sekedar ikut proyek ataupun hal sejenisnya dan lebih baik mempunyai ide sendiri. Dan saya baru paham saat ini, ketika saya berpikir dan ketika saya BENAR-BENAR MERASAKANNYA LANGSUNG.

0 komentar

Dekan Fakutas Peternakan IPB Periode Tahun 2011-2015

08.51 | Publish by antara seni dan cerita

selamat kepada Dr. Ir. Luki Abdullah, M.Sc. Agr yang kembali terpilih menjadi Dekan Fakutas Peternakan Periode Tahun 2011-2015 melalui surat Keputusan Rektor Nomor : 192/I3/KP/2011, tertanggal 21 November 2011. Pelantikan sebagai dekan Fapet IPB dilakukan pada hari Selasa tanggal 22 November 2011 di Lobby Gedung Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Darmaga Bogor. Selamat bertugas untuk pak Luki…

0 komentar

SUTRADARA TERBAIK NOMINASI FFI 2011

08.51 | Publish by antara seni dan cerita

Congrats buat hanung bramantyo yg masuk sebagai Sutradara Terbaik di Nominasi FFI 2011 di dua karyanya : “Tendangan Dari Langit” dan “Tanda Tanya (?)”.. terus berkarya mas.. \(^_^)/ —

0 komentar

PEMILIHAN RAYA FAKULTAS PETERNAKAN IPB

08.48 | Publish by antara seni dan cerita

Pemilihan Raya eksekutif merupakan miniature pesta demokrasi di kampus IPB yang sudah menjadi agenda rutin sebagai mekanisme pemilihan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa baik ditingkat KM IPB maupun di tingkat Fakultas. Teknis pemilihan ketua BEM Fakultas Peternakan dilaksanakan berdasarkan Peraturan yang ditetapkan oleh KPRWD dengan mengacu kepada ketetapan dari Komisi Pemilihan Raya Pusat KM IPB yang disesuaikan dengan kondisi Fakultas. Pemira dilakukan dengan persiapan yang cukup panjang, mengingat kegiatan ini terdiri dari banyak rangkaian acara didalamnya.

Open Reqruitment calon ketua BEM dilaksanakan pada 3-14 Oktober 2011. Tiga orang mahasiswa dari angkatan 46 mengambil formulir calon ketua BEM, namun sampai batas akhir pengumpulan hanya dua orang yang mengumpulkan berkas pendaftaran. Tahapan selanjutnya yaitu verifikasi bakal calon ketua BEM yang dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober 2011. Hasil verifikasi menyatakan kedua bakal calon dinyatakan lolos verifikasi dan menjadi calon Ketua BEM. Penentuan nomor urut Kedua kandidat ketua BEM dilakukan dengan pengundian nomor. Berdasarkan hasil pengundian, M.Usaid Gharizah dengan nomor urut 1 dan Dofactora Rocky M.I. dengan nomor urut 2.
Masa kampanye dibagi berdasarkan jenis kampanye. Kampanye tulisan dilaksanakan pada tanggal 17 Oktober-12 November 2011 pukul 21.00 WIB, sedangkan kampanye lisan dilakukan pada tanggal 31 Oktober-12 November 2011 pukul 23.59 WIB. Debat terbuka sebagai salah satu rangkaian kegiatan kampanye lisan pada tanggal 2 November 2011 pukul 10.00 WIB berlangsung sangat meriah dan menuai antusias yang tinggi dari civitas akademik FAPET.

Proses pemungutan suara yang acaranya dipersiapkan dengan baik oleh Panitia Pemilihan Raya (PPRWD) berjalan dengan lancar dan tertib pada tanggal 16 November 2011 dimulai pukul 08.12-17.30 WIB sedikit melebihi batas waktu yang telah ditentukan dikarenakan adanya keterlambatan saksi dan petugas TPS pusat yang di tugaskan di TPS wilayah. Dari hasil pemungutan suara, perolehan suara untuk calon no 1 atas nama M.Usaid Gharizah yaitu 254 suara dan perolehan suara untuk calon no 2 atas nama Dofactora Rocky M.I. yaitu 235 suara. Presentase mahasiswa FAPET yang menggunakan hak suaranya hanya sebesar 63,62 % dengan kelas yang presentase penggunaan hak suara terbanyak sebesar 95, 70 % yaitu kelas IPTP 46.

Penentuan ketua BEM terpilih ditetapkan setelah dilaksanakan sidang pelanggaran yang dilaksanakan satu hari setelah pemungutan suara. Sidang dihadiri oleh KPRWD sebagai peserta utama, ketua DPM, P3WD, perwakilan PPR, Perwakilan Tim Sukses, Calon dan saksi sebagai peserta peninjau. Berdasarkan laporan yang diterima oleh P3WD, calon dengan No urut 1 atas nama M.Usaid Gharizah dilaporkan melakukan pelanggaran yaitu melaksanakan kampanye diluar jadwal yang dilaksanakan oleh KPRWD. Setelah mendengarkan penuturan dari dua orang saksi dan KPRWD memberikan kesempatan kepada calon no 1 dan tim suksesnya untuk melakukan pembelaan, berdasarkan hal tersebut maka KPRWD menyatakan bahwa M..Usaid Gharizah melakukan pelanggaran kampanye berupa pelanggaran sedang. Berdasarkan SK No. 006/TAP/KPRWD/IX/2011 maka yang bersangkutan dikenakan sanksi berupa pemotongan suara 5 % dari total suaranya atau sebesar 12,7 suara. Perolehan akhir suara setelah sidang yaitu No urut 1 M.Usaid Gharizah mendapatkan suara 241,3 dan No urut 2 Dofactora Rocky M.I. mendapatkan suara 235 suara. Setelah sidang, KPRWD menetapkan Ketua BEM Terpilih periode 2011-2012 yaitu M.Usaid Gharizah dari Depetement Ilmu Nutrisi dan Teknologi Peternakan 46. Penandatanganan Surat Kesepakatan Bersama Hasil Sidang pelanggaran ditandatangani oleh Ketua KPRWD, kedua calon dan dua orang saksi sebagai bukti kesepakatan hasil sidang.

copyright panitia Pemira-D

0 komentar

HARI PULANG KANDANG 2011 FAKULTAS PETERNAKAN IPB

11.44 | Publish by antara seni dan cerita

Terus meningkatnya jumlah penduduk dunia, keterbatasan lahan dan efek perubahan iklim telah memaksa Indonesia untuk meningkatkan food security. Himpunan Alumni peternakan (Hanter) IPB tentu saja tidak ingin ketinggalan, Hanter dihampir setiap kepengurusan selalu mengangkat dan merespon issue-issue terkait dunia peternakan di Indonesia. Peran alumni peternakan didalam mendukung upaya swasembada daging sudah terjawab dengan hadirnya bapak Dr.Ir.Suswono anggota Hanter menjadi Menteri Pertanian. Dan tidak terhitung banyaknya anggota Hanter yang berkiprah di sektor peternakan juga dari berbagai sektor-sektor lain yang ikut mendukung food Security.

Hari Pulang Kandang (HPK) sendiri merupakan hari dimana para alumni Fapet IPB kembali untuk menyambung silaturahim dan bersama-sama memberikan sesuatu yang berarti untuk almamater yang dicintainya, baik secara fikiran, tenaga maupun material. Serangkaian acara rutin telah menjadi ciri khas kegiatan HPK, diantaranya meliputi pembagian sembako gratis, Gelar Karya Mandiri Alumni dan Fakultas Peternakan IPB, lomba kreatifitas tiap angkatan, lomba masak bebek serta acara puncak HPK yaitu temu kangen dan pemilihan ketua Hanter. Kegiatan yang diadakan dalam setiap kepengurusan Hanter ini menjadi sarana untuk terjalinnya silaturahim antara alumni dengan civitas akademika Fakultas Peternakan IPB maupun diantara alumni dan selanjutnya dapat dijadikan landasan bagi pengembangan Fakultas Peternakan IPB kedepan yang lebih baik. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober 2011 ini, diadakan di dua tempat yaitu Auditorium Jannes Humuntal Hutasoit (indoor), serta di taman depan (outdoor) Fakultas Peternakan IPB, Dramaga.

HPK 2011 juga dimeriahkan oleh penampilan mahasiswa Fakultas Peternakan IPB, seperti Krakatau Dance, TNT Vocal Grup, serta Perkusi D’Ransum. Acara yang dipandu oleh 3 angkatan yang berbeda ini berlangsung cukup meriah dan berjalan lancar. Dalam kesempatan ini juga diadakan foto bersama civitas akademika Fakultas Peternakan IPB, serta pemberian kenang-kenangan secara simbolik dari Hanter kepada pihak Fakultas. Disisi lain, keberhasilan rangkaian kegiatan HPK tersebut tidak terlepas dari partisipasi aktif semua pihak termasuk alumni Fapet IPB yang tersebar diseluruh Indonesia serta dukungan dari sejumlah pihak lainnya yang tentunya tidak bisa diabaikan. Bagaimana serunya HPK selanjutnya?, kita tunggu saja.

0 komentar

INDONESIA THE LAND OF THE FREE, THE LAND OF HOPE AND DREAMS (Pandji Pragiwaksono)

09.35 | Publish by antara seni dan cerita

ketika gue bca e-book nya pandji NASIONAL.IS.ME ada part cerita yang membuat gue ini loh yang harusnya dipikirkan oleh masyarakat Indonesia. jangan bisanya hanya nuntut and no action. this the story, just want to share this, kalo kata orang berbagi itu indah, =]
Elo kenal gue. Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo Elo tau pesan gue. Provocative Proactive Elo tau tumpah darah gue Indonesia
I just had an eye opener. My eyes were wide open, and it almost bursted with tears.
Sepasang suami istri datang menjumpai gue. I don’t know them really well. But I do know them. They came to me. They need help.
For 3 years they have been asking God for something. That something came by one day; in a form of a mail. The letter, that were almost thrown away, was actually a notification. A good news. Well, sorta… They are granted a green card. They are now, eligible to live in the United States of America.
They told me, that they were very happy and confused at the same time.
Now, they have to come up with some money. A lot of money.
Mereka yang dapat green card, harus deposit uang sebesar Rp 100.000.000,- sebagai tanda bahwa mereka akan bisa bertahan 3 bulan hidup di sana…
Mereka harus juga menyiapkan uang sebesar Rp 50.000.000,- untuk birokrasi tetek-bengek. Terakhir mereka harus menyiapkan tiket mereka sendiri.
Masalah deposit, walaupun susah, mereka berhasil mendapatkan pinjaman. Karena toh uangnya tidak dipakai, uangnya hanya sebagai jaminan saja. Secepatnya setelah birokrasi lewat, maka uang tersebut akan langsung dikembalikan kembali kepada sejumlah orang yang telah meminjamkan mereka.
Tiket sudah diusahakan oleh sang suami.
Kini, di antara mereka dan Amerika, adalah uang Rp 50.000.000,-
Di tengah-tengah, ada gue.
Mereka (yang tidak dekat dengan gue) memohon bantuan.. mengharapkan kepercayaan. “Uangnya pasti dikembaliin, kalau nggak, rumah jadi jaminan.”
Kemudian sang istri berkata “Kami mau merobah nasib…”
Kalimat singkat itu, tidak menusuk kuping, tapi justru ke mata. Entah apa yang terjadi, tapi tiba-tiba gue mau nangis.
“Di sini, kami ga jadi apa-apa, hanya dengan mengandalkan gaji suami seorang dosen, bagaimana cara kami memberikan pendidikan dan kehidupan yang layak kepada anak-anak kami?”
“Di sana, kami akan kerja. Kami akan kerja keras! Jadi apa aja deh, yang penting kerja, jadi tukang cuci piring kek, tukang koran kek...”
Keluarga ini memang bukannya secara finansial tidak mampu. Hanya saja, saat ini, keadaan memang rumit sekali untuk mereka.
Di antara keluarga si istri, ada satu adik yang akan menikah… jelas butuh uang. Kemudian satu juga punya kebutuhan uang yang sangat besar. Visa pelajar mereka hampir habis. Yak, betul sekali. Di antara adik-adik si istri itu, ada yang sudah tinggal di Amerika dengan visa pelajar.. Memilih untuk tidak mau pulang. Mereka bertahan sekuat kemampuan mereka, belajar terus, S2, S3 sampai green card yg mereka tunggu datang. Sejauh ini, dengan visa pelajar, mereka tidak bisa kerja. Maka yang terjadi adalah, mereka kerja sambil kuliah.
Kerja apa? Banyak. Loper koran. Cuci mobil. Masak. Baby sitting. Apapun. Dengan itu, mereka ternyata berhasil bangun rumah di Bogor. Berat, tapi apapun mereka lakukan untuk tidak pulang dari Amerika.
Bermodal dengan kisah tersebut, maka suami istri yang ada di hadapan gue ini berniat untuk juga mengadu nasib ke Amerika. Sekali lagi, si istri berkata “Kami ingin merobah nasib…”
Kepala gue berputar…
Pikiran gue melayang…
Total uang yang mereka harus kumpulkan adalah lebih dari Rp 150.000.000,-
Dengan gigih, pantang menyerah, pantang lelah, mereka cari uang tersebut. Bahkan, mereka sampai membuang rasa terakhir yang menempel dalam tubuh manusia ketika semua rasa sudah mati. Rasa malu.
Pasti berat untuk mereka; datang ke gue dan meminta bantuan. I’m much younger. We’re not even that close!
Still, here they are. Asking. If not begging.
Padahal, dengan uang sejumlah Rp 150.000.000,- mereka pun bisa mengubah nasib dengan tetap tinggal di Indonesia. THEY COULD!
Cuma masalah cara aja. Dan memang, uang RP 150.000.000,- tidak akan serta merta mengubah hidup mereka jadi baik, indah, dan berkecukupan, tapi menggunakan uang dengan jumlah itu untuk ke Amerikapun tidak menjamin hidup mereka jadi mudah di sana.
Tentu gaji mereka besar dibandingkan dengan di sini, tapi pengeluaran juga besar. Tentu ada segala macam jaminan yang lebih jelas dan pasti dan akan membuat mereka bertahan.. Jay Z pun waktu kecil hidup dari food stamps.. sejenis voucher yang bisa ditukarkan dengan makanan.
Kasarnya, mereka di sana akan kayak orang miskin. Orang susah.
“Dengan bekerja sebagai tukang koran, saudaraku bisa bangun rumah di Bogor.”
Apa bedanya dengan…
“Saya merantau ke Jakarta dari Ngawi untuk mengubah nasib… biarin di Jakarta jadi tukang koran, tapi saya bisa menghidupi keluarga di Ngawi, bisa bangun rumah.”
Bedanya hanya.. yang satu dari Ngawi ke Jakarta, dan yang satu Jakarta ke Amerika. Entah kota apa.
Gamila bilang, bagaimanapun juga, orang susah di Indonesia beda dengan orang susah di Amerika. Sekolah lebih banyak yang gratis.
Tapi menurut gue, itu cuma masalah skala.
Di Jakarta juga banyak sekolah gratis, cuman aja sekolah gratis di Jakarta (mungkin) bukan sekolah unggulan. Bukan sekolah bergengsi.
Sama aja, di Amerika gue rasague berasumsi) sekolah gratis ya sekolahnya rakyat… sekolah-sekolah bergengsi Amerika pasti mahal..
Kenapa kalau di Jakarta ga mau masuk sekolah rakyat tapi di Amerika mau?
Hanya karena Amerika?
Andaikan orang-orang di Indonesia tahu bahwa Amerika Serikat sampai sekarang masih memegang rekor untuk tingkat penembakan dan pembunuhan tertinggi di dunia dalam lingkungan sekolah…
“Ya Ampuuuun di sini uang masuk kuliah mahal bangeeeeettt, 80 jutaaaaa” kata mereka.
Sekali lagi, wawasan akan menentukan keputusan. Sebenarnya kalau mereka mau berinvestasi-pun Insya Allah kekejer kok. Anak mereka masih SD… Besar sih angka investasinya, tapi daripada nabung lebih nggak mungkin lagi? Lebih kasian lagi mereka yang merasa aman setelah menggunakan asuransi pendidikan.. Kelak mereka akan sadar, bahwa ternyata uangnya juga ga cukup untuk bisa bayar kuliah. Padahal jumlah uang yang mereka sisihkan untuk asuransi pendidikan itu, kalau di investasikan akan lebih mungkin sampe angkanya…
Sigh
I can’t blame them for not having financial literacy early on.
It’s not going to help them.
Memang, kuliah itu mahal… ITB memang mahal. Jauh lebih mahal daripada ketika gue masih kuliah di sana.. Tapi DEMI TUHAN, beasiswa di kampus ITB BUANYAK BUANGEEEETTTTT…
Gue punya BUANYAAAKK teman yang dari awal masuk kuliah sampai dia lulus, mengandalkan beasiswa. Tidak mengeluarkan uang sendiri sama sekali untuk bayar kuliah.
Bahkan, saking banyaknya, temen-temen gue yang relatif mampu-pun, sampe dapet juga!
Gue aja bego, ga ngeh sama yang begituan.. setelah lulus baru gue tau, temen-temen gue banyak yang pake beasiswa Nyesel juga jadi orang self centered …
Sebenarnya, paginya, di GMHR (Good Morning Hard Rockers Show) kami membahas orang-orang yang pernah di luar negeri cenderung skeptis sama Indonesia. Ga mau pulang. Ga suka Indonesia. Katanya di sini infrastruktur kurang, pajak ga jelas ke mana, jalanan rusak, public transportation buruk… Jepang dan Indonesia sama-sama dalam keadaan tidak baik di tahun (19)45, tapi kini Jepang melesat dan Indonesia masih begini-begini aja.
Dalam hati ketika siaran gue berpikir, DON‟T COMPARE INDONESIA TO OTHERS! IT‟S NOT FAIR IT‟S NOT AN APPLE TO APPLE COMPARISON
Jepang penduduknya berapa sih? Seluas apa? Terbagi atas berapa pulau? Berapa banyak bahasa? Berapa banyak tradisi? Berapa banyak kultur? Berapa banyak kebutuhan?
Di tahun 1945 Jepang memang mulai dari titik yang sama dengan Indonesia akibat bom Hiroshima dan Nagasaki yang merupakan lumbung beras mereka.
Tapi sebelum itu? Jepang adalah penguasa dunia, mereka menguasai negara-negara termasuk Cina dan kita di Indonesia. Pengetahuan mereka dan kita jauh berbeda sebelum tahun 1945.
THE PROBLEM IN OUR COUNTRY IS, WE DO NOT THINK AS ONE.WE ARE TOO MUCH APART. THAT IS THE FACT. Thank God we are united in the same language.
Or maybe we do not have a strong leader. I don’t know.
All I know is, there’s NOTHING we can do by blaming the past.
WHAT WE ARE RIGHT NOW, IS A PRODUCT OF OUR PAST. IF WE DON’T LIKE WHAT WE SEE TODAY, WE CHANGE IT. WE MAKE IT HAPPEN. IT MAY NOT BE FOR THE BENEFIT OF OUR OWN, BUT BY GOD, IT WILL BE FOR THE BENEFIT OF OUR CHILDREN’S CHILDREN.
GA ADA PENDIDIKAN GRATIS? KITA DONG, PERBANYAK BEASISWA. KITA DONG, INISIATIF PADA KANTOR KITA UNTUK PUNYA CSR DI BIDANG PENDIDIKAN.
FASILITAS KESEHATAN MASIH MAHAL? BIKIN DONG, YAYASAN. JANGAN KOMPLEN DOANG.
WHAT WE DO, WILL EFFECT OTHERS.
Walaupun gue akui, sesuatu yang baik tidak akan tersebar secepat sesuatu yang buruk. Itulah mengapa, kita harus sama-sama kerja keras.
Evil is controling time, we should not let ourselves be controled by time.
WE CONTROL OUR TIME.
Sebenarnya, gue ga mau ngomong ini, takut dibilang sombong dan pamer, tapi motivasi gue beda, Insya Allah ga ketangkep salah … Gue aktif di C3, Community for Children with Cancer (www.C3friends.com) karena gue ingin menjadi salah satu dari orang yang membantu menjadikan Indonesia tempat yang lebih baik. Tempat yang punya harapan. I want to make Indonesia the land of the free, the land of hope and dreams. Ada orang ga mampu yang anaknya sakit kanker? Ada C3. Insya Allah, ada harapan.
By doing this, I’m hoping others would be inspired and do the same thing, in other fields. Pendidikan, bidang kesehatan lain seperti AIDS, dll…
Demi Tuhan, gue mau sebenarnya bikin yayasan yang menyediakan pendidikan gratis, tapi gue harus fokus. My calling, is C3.
Gue harus fokuskan perhatian gue kepada anak-anak penderita kanker, sambil tangan gue menggandeng anak-anak ini, mata gue menoleh ke luar, berharap orang lain di luar sana juga tergerak untuk membantu orang lain di Indonesia yang butuh pertolongan.
Yang butuh harapan…
Yang tidak bisa ke Amerika Serikat untuk mengubah nasib mereka…
…
“Gimana, Mas Pandji?” Tolong kami yaa?” Pertanyaan itu menyadarkan gue kembali dari lamunan…
Gue kembali fokus kepada mereka dan obrolan yang sedang berjalan… Tapi mata gue masih menahan tetesan air mata sedih…
Ketika kembali sampai di rumah, Gamila berkata, “Mas, kamu nggak harus menolong mereka, lho… jangan merasa terbebani untuk HARUS menolong…”
But I’m a man of dreams. I dream ‘em , and then I make it happen.
And for me, there is every dream for every man. Who am I to blame what your dreams might be? Who am I to judge it? People have the right to dream. Whatever THAT might be.
I would love to see that family get that dream.
If living in America is their dream. I would love to help them live it.
I just hope, in the near future, my own country could be just like America…
THE LAND OF THE FREE, THE LAND OF HOPE AND DREAMS

0 komentar

PEREMPUAN YANG BERDOA _YGYM_

08.37 | Publish by antara seni dan cerita


sedikit penggalan cerita pada buku yang baru yang saya baca yaitu 'Yang Galau Yang Meracau' karya Fadh Djibran. fahd pernah menjadi nominator anugerah kekayaan intelektual luar biasa bidang kreatif tahun 2009 dan telah menerbitkan beberapa buku seperti A cat in my eyes (2008), curhat setan (2009) dll. dia menceritakan tentang racauan (tuan) setan serta cinta. dia mengkombinasikan lagu-lagu dengan ceritanya. ya bisa dikatakan sebuah fiksi musikal. Fadh menceritakan sangat apik dengan membawa kisah curhat (tuan) setan dengan makhluk yang bernama manusia. mungkin kalian akan kaget dengan bahasa filsufnya tapi begitulah cara ia bercerita. pada satu bab cerita yang berjudul PEREMPUAN YANG BERDOA, dia bercerita tentang seorang perempuan yang berdoa kepada Tuhannya. . ya, ini kisah tentang seorang perempuan yang berdoa. [OE]
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Tuhan, aku tahu kecantikan bukanlah tentang apa yang orang-orang lihat dari diriku, tetapi tentang kebaikan yang mereka rasakan dari sikap hidupku, maka buatlah mereka selalu merasa bahagia atas kehadiranku dan merindukan saat-saat kepergianku. getar rasa dalam dada, getar cinta dalam kata, maka biarlah hanya cinta yang terucap dari bibirku. lalu bila mereka bahagia mendengar kisah-kisahku, dan bila kisah itu melapangkan hidup mereka dan meringankan bebannya, sesungguhnya aku hanyalah perempuan biasa yang ingin berbagi kebaikan."

"Tuhan, aku bukanlah perempuan yang baik, tetapi bila ada satu dua kebaikan yang pernah aku kerjakan, dan jika itu memang pantas diberi pahala, ambillah pahalaku! jika boleh, aku ingin menukarnya dengan kebahagian lain untuk kedua orang tuaku, keluargaku, dan orang-orang yang selama ini menyayangiku maupun membenciku. sayangilah mereka, bahagiakanlah mereka. tak perlu lagi Kau memberiku apapun dan aku memang tak ingin meminta apapun untuk hidupku sendiri, cukuplah bagiku mencintai-Mu tanpa keinginan-keinginan yang merantai ketulusanku dalam mencintai-Mu. sisanya, bila Kau memang memaksaku dalam ruang-ruang permohonan yang ingin Kau kabulkan, bahagiakanlah orang tua dan keluargaku, orang-orang yang menyayangiku dan membenciku."

"Tuhan, aku tidak ingin menjadi seseorang yang sia-sia menjalani hidup di dunia ini. maka bila keluasan akal dan kemanfaatan tindakanku bisa menjadi sumbangan kecil bagi kebaikan semesta, sesunguhnya aku hanya meminta bantuan-Mu agar aku mampu menjadi wakil-Mu di dunia. ini bukan tentang diriku, ini tentang tugas berat dari-Mu untuk menjadi kasih-bagi-semesta."

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------




sangat menarik, you must have it, and feel it..
lihat bagaimana (tuan) setan yang meracau..

0 komentar

RAPAT SENAT TERBUKA : Warna dan Nuansa Program Bakal Calon Dekan Fakultas Peternakan

06.16 | Publish by antara seni dan cerita

RAPAT SENAT TERBUKA
Warna dan Nuansa Program Bakal Calon Dekan Fakultas Peternakan
28 September 2011

•Daftar Calon 2011-2015 :
1. Pak Bagus (presentasi 1)
2. Pak Luki (presentasi 3)
3. Pak Yamin (presentasi 4)
4. Pak Idat (presentasi 2)

•Senat yang hadir : 12 orang

• Presentasi 1 :
“PERUBAHAN YANG DINANTIKAN”
VISI :
Fakultas peternakan menjadi acuan dalam teknologi budidaya ternak lokal di jawa barat melalui pengembangan penelitian dan jiwa kewirausahaan untuk kesejahteraan bersama.

MISI :
-Menyelenggarakan program pendidikan yang berkualitas, sesuai dengan kebutuhan masyarakat,
-Meningkatkan potensi sumberdaya manusia pada pengembangan IPTEKS ,
-Menyelenggarakan manajemen pendidikan yang sehat , bermutu, profesional, dan terbuka,
-Memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan Peternakan,
-Meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan civitas Fakultas Peternakan.


• Presentasi 2 :
VISI :
Menjadi institusi pendidikan tinggi berbasis riset yang bertaraf internasional dengan kompetensi peternakan tropika berkarakter kewirausahaan untuk membangun industri peternakan berkelanjutan.

MISI :
-Menyelenggarakan pendidikan tinggi peternakan berkarakter kewirausahaan dan bertaraf internasional
-Meningkatkan mutu penelitian, mengembangkan IPTEKS dan pemberdayaan masyarakat berwawasan lingkungan dengan standar internasional
-Meningkatkan peran Fakultas Peternakan dalam industri peternakan tingkat regional, nasional dan internasional untuk kesejahteraan masyarakat
-Mengembangkan dan menguatkan kapasitas fakultas melalui peningkatan kemampuan kinerja SDM, fasilitas akademik, kualitas manajemen, dan daya dukung finansial melalui satuan usaha.


• Presentasi 3 :
“SINERGI MENUJU FAPET KOMPETEN SEJAHTERA DAN BERMARTABAT”
Komitmen kepada kepuasan civitas akademika dan kualitas lulusan berdaya saing tinggi

VISI :
Fapet ipb sebagai trend setter lembaga pendidikan tinggi peternakan tropika modern, berbudaya ilmiah, berkeunggulan inovasi dan berkarakter kewirausahaan.

MISI :
-Peningkatan mutu mahasiswa dan daya saing lulusan
-Mutu penelitian dan PPM
-Penguatan kapasitas fakultas dan kesejahteraan
-Peningkatan mutu manajemen dan lingkungan kerja
-Peningkatan peran Fapet dalam kancah regional, nasional dan internasional


• Presentasi 4 :
MEMIMPIN DENGAN HATI : Membangun Fapet IPB, Membangun Insan Peternakan, Berjayalah Peternakan Indonesia .

VISI :
Menjadi instansi pendidikan tinggi yang berkualitas internasional berbasis riset dan meningkatkan kompetensi sumberdaya manusia dalam peternakan tropis yang berkarakter kewirausahaan untuk mendukung pembangunan industri peternakan yang berkelanjutan.

MISI :
-Membina dan meningkatkan mutu lulusan yang berkarakter kewirausahaan dan bertaraf internasional
-Meningkatkan mutu penelitian, mengembangkan IPTEKS dan pemberdayaan masyarakat berwawasan lingkungan
-Penguatan kapasitas sumber daya Fakultas
-Peningkatan peran Fakultas Peternakan dalam industri peternakan tingkat Regional, Nasional dan Internasional

0 komentar

Surat untuk sahabat

11.17 | Publish by antara seni dan cerita

Damai itu seperti bercerita pada hujan,
ia simpan dan nyanyikan ulang stiap kali datang..
Kadang kala bermain dengan rintik hujan disana,
Bisa membuat aku, dan kalian menjadi
Nol, satu, bahkan seratus..


Kehidupan kita teruntai diatas sana..
di langit penuh bintang,
Kita berkirim surat melalui tangis, tawa yang terselip pada hujan,
Lalu membiarkannya membeku di wajah,
sekejap tapi rasanya hujan telah menghapus detik waktu..
hingga akhirnya aku, dan kalian menjadi
nol, satu, bahkan seratus..


yang saling mengingatkan hitam dan putih,
yang saling mengisi telaga,
dan mati lalu hidup dengan jiwa yang sama,
lalu kita isi dengan cinta dan sahabat,
hingga akhirnya aku, dan kalian menjadi
nol, satu, bahkan seratus..

0 komentar

The big problem is me!

05.52 | Publish by antara seni dan cerita

Ya, masalah itu sepertinya senang sekali mampir ke gue. Gue masih inget waktu ulang tahun ke 20 kemaren. Seharusnya untuk sebagian besar orang ia ingin di hari ulang tahunnya, apalagi berkepala dua mendapat moment indah dari orang-orang terdekatnya. Tapi tidak untuk gue.

Ulang tahun gue yang ke 20 ini pas banget sama musim ujian. Selalu kayak gitu. Gue emank mendapat surprise dari temen.temen tapi rasanya terlalu dipaksakan, but well gue menghargai banget. Gue selalu berharap ulang tahu gue sedikit berkesan, seperti gue yang selalu ikut merayakan ulang tahun temen.temen. Sesekali gue berharap ada hadiah atau kue, at least ada sesuatu yang berbeda. Tapi semua itu Cuma harapan gue aja. Sedih memang, apalagi disaat orang terdekat lo, orang yang berjuang dari awal banget sama lo, tahu.tahu akan meninggalkan lo. Mungkin lo bakal bilang, ‘lebay, berlebihan banget’. Tapi buat gue, sahabat itu sangat penting buat gue.

Gue itu Cuma ingin maju bersama. Gag peduli sedikit memaksa, merayu untuk mereka ikut kegiatan ini itu walaupun gue tahu mereka ga suka. At least mereka pernah ngerasain, dan bisa aktif karena gue mau kita maju bersama. Egois? Mungkin. Tapi gue bahagia ditengah-tengah mereka, walau seringkali gue merasa diacuhkan, dinomersekiankan.



Buat gue kecewa itu sampah! Kecewa itu bisa bikin kita nangis bombai kayak film india. Mungkin dari banyak orang sudah merasakan kecewa. Tapi kecewanya gue adalah tamparan berat saat gue ulang tahun ke 20. Kecewa yang hadir dari sahabat yang berjuang dari awal bahkan ketika SMA. Ya mungkin ini udah tahun mau tahun ke 7 gue kenal dia. Waktu SMA gue sekelas bareng dan sewaktu kuliah gue sekamar bareng. Bagaimana rasanya ketika udah mendekati hari perpanjangan/ keluar kostan dia kurang lebih berkata ‘lo nanti dimana? Gue nanti nerus disini, iya nnti gue sama kk kostan’. Well, gue yang saat itu sedang padet.padet nya kegiatan BEM dan lagi musim ujian serasa nothing to say. Gue yang tadinya udah fine dan percaya kalo kita bakal sama.sama ampe lulus, hilang gitu aja dan itu ditambah dengan kakak kostan gue yang mungkin enggak mikirin perasaan gue gimana nantinya.

Shock? Wajar lah. Kondisi dimana gue gag memungkinkan untuk ngekost sendiri karena tempat kostan gue lumayan mahal kalo sendiri dan gue gag mampu. Masa iya biaya kostan lebih mahal dari biaya kuliah gue. Bertahan sampe kapan gue nanti. Gue tahu gue itu pendiem jarang ngajak ngomong bahkan kalo udah capek udah gag bisa diajak bercanda. Gue juga emang cukup berantakan dan terbilang sangat cuek. Kebiasaan dan sifat gue memang jelek. Tapi gue gag nyangka bakal kayak gitu kejadiannya. Nyokap selalu wanti.wanti ke gue, jangan sampe kamu disana ngekost sendirian ya mahal. Pikiran gue bercampur aduk. Tiga hari lebih gue ngurung diri dan nangis sejadi.jadinya. udah kayak lagunya Sheila on 7 yang ‘hujan turun’. Rasanya saat itu gue bener.bener sendirian. Rasanya seperti menjadi kaum minoritas. Dan itu ga enak sumpah!

Gue kadang berpikir, gue pengen kayak mereka, yang diperhatikan, yang dianggap kalo gag ada gag rame. Tpi itu hanya mimpi. Ya, The big problem is me! Masalahnya memang ada di gue. Rasanya saat gue focus sama kegiatan atau kuliah mereka menjauh. Rasanya ketika nilai gue lebih tinggi, mereka juga menjauh. what should I do? Gue bahkan pernah hampir gag minat kuliah dan gag minat kegiatan karena gue gag mau mereka berubah. Gag dewasa? Sepertinya iya. Gue sepertinya terlalu keras mencoba ditengah.tengah mereka. Tapi terlalu banyak kenangan diantara mereka yang gag akan bisa membuat gue untuk menjauh dari mereka.



Sesakit apapun itu, sekecewa apapun itu..
Mereka tetep sahabat gue…
Dan gue hanya perlu waktu untuk lebih banyak mengerti dan memahami bagaimana orang-orang akan berubah setiap waktu..
Orang-orang akan datang dan pergi..
Karena dikehidupan ini ada pertemuan dan juga ada perpisahan…


Memories 20th

0 komentar

#PART

03.36 | Publish by antara seni dan cerita

Jum’at, 15 April 2011

"Change your thinking, change your life."
-Ernest Holmes
#part adalah sebuah cerita kehidupan yang mengalir dengan kejujuran, yang terekam melalui perjalanan mengarungi waktu. Well, Kadang kita hanya melihat sesuatu titik hitam kecil pada sebuah lembar putih. Begitulah manusia, kadang ia melupakan betapa luasnya hamparan warna putih yang ada pada kertas itu. Manusia berlomba untuk mencari sebuah ‘kesempurnaan’ dan sebuah penghargaan. Sebuah fenomena piramida kehidupan yang memang sudah menjadi sifat manusia yang ingin lebih baik dan menjadi yang terbaik diantara yang lain. Keinginan secara langsung atau tidak langsung ini terkadang membuat manusia melupakan betapa pentingnya sosialisasi dan toleransi. Bahkan ketika lingkungan kita sangat mendukung terjadinya sifat individualis.

“Punten bapak-bapak ibu-ibu saya tunanetra minta sedekah seadanya seikhlasnya….”, seperti inilah kalimat seorang lelaki paruh usia saat berjalan diantara kursi penumpang bus antar kota di Terminal Baranangsiang (14/04/11). Kalimat pengharapan yang terus-menerus diucapkan dengan nada cepat hingga serasa tak berjeda. Mengharapkan sejumlah uang untuk membiayai hidup, membayar ‘pajak pekerjaan’, atau sekedar mengganjal perutnya yang lapar. Pengharapan yang terkadang tak terbalas. Ya inilah salah satu fenomena kehidupan, tak banyak lagi orang yang memperdulikan sekitarnya, tak banyak lagi orang yang merasakan kualitas hidup yang baik, dan tak banyak orang yang sadar dengan perubahan ini. Toleransi itu tumbuh pada jiwa yang pernah merasakan getirnya sebagai minoritas, maka sampaikanlah ayat-ayat toleransi walaupun satu scene. Well, bahkan terkadang perubahan ini harus disampaikan dengan cara lain seperti yang dilakukan oleh Hanung Bramantyo salah satu sutradara bangsa yang terbaik. Perubahan, kejujuran dan perasaan itu harus kita visualisasikan, karena dunia seakan terlalu sibuk untuk melihat sesuatu hal yang kecil dan biasa.

Betapa beruntungnya kita dibandingkan mereka yang bertahan hidup tanpa keluarga, yang belajar menulis dengan kakinya, yang mengetahui banyak hal tanpa melihat indahnya dunia, yang terus berlari walaupun dengan kursi rodanya. “saya sangat beruntung memiliki anak saya,” itulah yang terlihat dari seorang ibu yang sedang duduk bersama anaknya. Dengan senyum dan rasa kasih sayang yang terpancar dari wajahnya, Ia tak merasa malu dengan kondisi anaknya yang memiliki kelainan mental dan fisik itu. Ia memperlakukan anaknya secara wajar, penuh perhatian, dan menatap sekeliling dengan tersenyum. Ya, bukankah seharusnya kita seperti itu juga? Terkadang perbedaan membuat kita semakin menjauh, lalu lingkungan membuatnya menjadi sebuah pembatas yang tinggi dan membuatnya menjadi hal yang tabu.

“I believe each human being has the potential to change,
to transform one’s own attitude
no matter how difficult the situation”
(Dalai Lama)

Membuat yang besar menjadi lebih kecil dan sederhana agar dapat dimengerti, tidak perlu ada sesuatu yang mahal, tapi hanya dengan menggenggam kemauan kita dapat meraih sesuatu. Muhammad Thoha yang dikenal sebagai Habibie dari selokan Mataram mempunyai mimpi dan sebuah cita-cita. Meskipun hanya lulusan SMA dan pernah menjadi seorang officeboy, Ia ingin menerbangkan pesawat ciptaannya sendiri seperti B.J. Habibie. Dengan laboratorium khusus dirumahnya, Ia mendesain dan merakit pesawatnya sendiri. Elektronika dan mesin itu mudah dan bisa direkayasa, akses untuk belajar ada dimana-mana dan mudah, hanya tinggal kemauan yang besar untuk mencoba dan melakukannya. “kalau gagal, ya itu konsekuensinya. Orang saja kuliah harus bayar. Dari kegagalan itu kita bisa belajar banyak hal,” ucap Muhammad Thoha yang kini telah menjadi ahli aeromodelling.

“If you can imagine it, you can achieve it; if you can dream it, you can become it”
(William Arthur Ward)

Begitu juga yang dituturkan oleh B.J. Habibie saat menerima penghargaan Medali Emas Edward Warner Award di Montreal (7 Desember 1994). Habibie berpendapat bahwa penguasaan dan pengendalian ilmu pengetahuan dan teknologi bukan hak prerogatif orang kaya atau masyarakat maju, tetapi adalah hak prerogatif umat manusia dimanapun ia berada. Setiap orang itu unik, berbeda satu sama lainnya dan mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sudah saatnya kita yang meneruskan, tidak lagi berkembang tetapi menjadi Negara yang maju dengan memperhatikan aspek-aspek kehidupan seperti lingkungan, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan kesejahteraan. Karena disanalah kekayaan bangsa kita berada. Jadi, tidak ada alasan mendasar untuk seseorang tidak berkarya demi bangsanya. [OE]

"Change your thoughts and you change your world"
-Norman Vincent Peale.

0 komentar

INTP SHOW UP : KLINIK NUTRISI DAN PRODUK TERPADU LAKUKAN AKSI

02.15 | Publish by antara seni dan cerita

Klinik Nutrisi dan Produk Terpadu Lakukan Aksi



Bogor, 7 Februari 2011, Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB mengadakan penyuluhan, pendampingan serta pelayanan seputar peternakan. Penyuluhan dengan menggunakan mobil Klinik Nutrisi dan Produk Terpadu ini dilakukan di Desa Cikarawang tepatnya di Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga) di Dusun Cangkrang, Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

Kegiatan kali ini sekaligus mengenalkan pakan hijauan dan pakan konsentrat yang baik untuk ternak, konsultasi nutrisi ternak, serta penanganan ternak dengan baik. Ternak yang sakit juga dilakukan penanganan yang khusus, seperti dua domba yang dimiliki oleh salah satu peternak yang diindikasi terkena cacingan. “Gejala perut buncit dengan badan tetap kurus dan pertumbuhan terhambat seperti ini harus segera ditangani, jika tidak akan menekan kearah paru-paru”, tutur Prof.Dr. Ir. Dewi Apri Astuti, MS. (dosen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB).

Pak Imam (57 tahun) salah satu warga sekitar mengungkapkan bahwa kegiatan dengan Klinik Nutrisi ini sangat membantu masyarakat khususnya peternak. Kualitas dan kuantitas pakan ternak sudah disadari masyarakat sangat penting. “Pakan itu harus berkualitas. Jangan sampai ternak banyak, tetapi malah kelaparan atau bahkan sakit”, ucap Pak Imam saat ditanya saat itu.

Hijauan yang dimakan akan mencerminkan produktivitas ternak itu sendiri. Ir. Asep Tata Permana, M.Sc selaku dosen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB menambahkan bahwa ternak itu juga seperti manusia. Pakan yang bergizi tersebut akan menunjang pertumbuhan, perkembangan jaringan, serta produktivitas ternak.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat khususnya peternak, sehingga peternak dapat memperoleh informasi dan penanganan ternak dengan melakukan konsultasi secara langsung. “Kami siap membantu dan mendampingi masyarakat”, tegas Dr Ir Erika B. Laconi, MS salah satu dosen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB. Tunggu aksi Klinik Nutrisi dan Produk Terpadu selanjutnya ya. [OE]



0 komentar

SOSIALISASI JALUR MASUK IPB 2011

04.41 | Publish by antara seni dan cerita

FAKULTAS PETERNAKAN SHOW UP

Banyak pertanyaan yang muncul terkait pelaksanaan jalur masuk Universitas Negeri 2011 dalam beberapa pekan terakhir ini. Terkait hal tersebut, Institut Pertanian Bogor melalui acara “SOSIALISASI JALUR MASUK IPB 2011” yang dilaksanakan di IPB International Convention Center, 5 Februari 2011, mengundang guru, kepala sekolah, serta lima perwakilan siswa dari sekolah-sekolah menengah yang berada di wilayah Bogor dan Depok untuk mensosialisasikan beberapa jalur masuk, tentang kriteria, serta prosedur masuk Institut Pertanian Bogor tahun ini. Tidak hanya dua jalur tersebut, IPB juga membuka jalur masuk melalui SNMPTN jalur undangan berdasarkan penjaringan prestasi akademik, SNMPTN jalur ujian tertulis dan/ atau keterampilan, Ujian Talenta Masuk (UTM), Prestasi Internasional/Nasional (PIN), dan Beasiswa Utusan Daerah (BUD).
Kenapa IPB? Mengapa sektor pertanian itu penting? Sektor pertanian memainkan peran penting dalam bidang penyediaan lapangan pekerjaan dalam skala besar untuk rakyat. Soekarno (Presiden Pertama RI) pernah berkata bahwa soal makan untuk rakyat adalah soal hidup atau mati. “ Kehadiran kalian adalah harapan rakyat Indonesia”, tutur Prof.Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc. (Rektor IPB) saat pembukaan acara tersebut.
Acara ini juga diikuti oleh 9 Fakultas yang ada di IPB yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Perikanan, Fakutas Peternakan, Fakultas Kehutanan, Fakultas Teknologi Pertanian, FMIPA, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, serta Fakultas Ekologi Manusia. Sembilan fakultas tersebut membuka stand dengan dekorasi yang unik sesuai ciri khas nya, membagikan leaflet, dan tanya jawab untuk memudahkan guru maupun siswa untuk memperoleh informasi lebih dalam mengenai jurusan yang akan dipilih. Tidak hanya itu, acara ini juga dimeriahkan oleh performance dari Flavalicious, Agriaswara, Gentra Kaheman, Pembacaan Puisi, serta Max IPB. Dua MC acara ini (Atis dan Imam) pun tidak kalah semangat. “ Colourfull IPB, Mencari dan Memberi yang Terbaik”, seru kedua MC saat itu. Pembagian doorprize juga membuat acara ini semakin ramai.
Kesempatan ini juga menjadi ajang show up untuk Fakultas Peternakan sendiri. “Fapet kali ini harus tampil lebih segar dan lebih menarik”, ucap Dr. Ir. Moh. Yamin, M.Agr. Sc. selaku Wakil Dekan Fakultas Peternakan IPB. Hal senada juga diucapkan oleh Dekan Fakultas Peternakan IPB. Beliau juga berkata bahwa kita tidak hanya bekerja dikandang, dan Peternakan itu sendiri merupakan sektor penting dalam penyedia protein hewani yang penting untuk tubuh.
Tidak hanya lefleat serta stand yang didesain menarik yang membuat tamu undangan berdatangan. Di stand Fapet sendiri juga mengadakan undian, doorprize serta pembagian marcandhise. Susu dan yoghurt yang merupakan produk peternakan juga dibagikan pada acara tersebut.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh calon peserta yang akan mengikuti jalur masuk IPB khususnya jalur SNMPTN 2011, sehingga calon peserta dapat mempersiapkan diri dalam memilih Program Studi yang dikehendaki dan dapat menjadi panduan awal untuk mengikuti proses seleksi jalur masuk dengan baik. “Selain pintar, pilihan yang akan kita pilih juga harus realistis”, tutur Dr.Ir. Idat G. Permana, MSc.Agr. (Ketua Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB) kala menjelaskan pada para siswa/siswa SMA saat itu. Kita harus tetap menjadi tuan rumah di Negara kita sendiri, di Indonesia. So, Tunggu kejutan lain yang akan dilakukan FAPET IPB ya. [OE]

0 komentar

SOSIALISASI JALUR MASUK IPB 2011

03.41 | Publish by antara seni dan cerita

SIAP MASUK IPB??

Banyak pertanyaan yang muncul terkait pelaksanaan jalur masuk Universitas Negeri 2011 dalam beberapa pekan terakhir ini. Rapat Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia yang dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 4 November 2010 lalu, didapatkan bahwa para Rektor Perguruan Tinggi Negeri di bawah koordinasi Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional menyelenggarakan seleksi calon mahasiswa baru secara nasional dalam bentuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). SNMPTN 2011 merupakan satu-satunya pola seleksi yang akan dilaksanakan melalui: (1) jalur undangan berdasarkan penjaringan prestasi akademik, dan (2) jalur ujian tertulis dan/atau keterampilan. Seleksi ini akan dilakukan secara bersama oleh seluruh Perguruan Tinggi Negeri dalam satu sistem yang terpadu dan diselenggarakan secara serentak.

Terkait hal tersebut, Institut Pertanian Bogor melalui acara “SOSIALISASI JALUR MASUK IPB 2011” yang dilaksanakan di IPB International Convention Center, 5 Februari 2011, mengundang guru, kepala sekolah, serta lima perwakilan siswa dari sekolah-sekolah menengah yang berada di wilayah Bogor dan Depok untuk mensosialisasikan beberapa jalur masuk, tentang kriteria, serta prosedur masuk Institut Pertanian Bogor tahun ini. Tidak hanya dua jalur tersebut, IPB juga membuka jalur masuk melalui Ujian Talenta Masuk (UTM), Prestasi Internasional/Nasional (PIN), dan Beasiswa Utusan Daerah (BUD).

Kenapa IPB? Mengapa sektor pertanian itu penting? Sektor pertanian memainkan peran penting dalam bidang penyediaan lapangan pekerjaan dalam skala besar untuk rakyat. Soekarno (Presiden Pertama RI) pernah berkata bahwa soal makan untuk rakyat adalah soal hidup atau mati. “ Kehadiran kalian adalah harapan rakyat Indonesia”, tutur Prof.Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc. (Rektor IPB) saat pembukaan acara tersebut.

Acara ini juga diikuti oleh 9 Fakultas yang ada di IPB yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Perikanan, Fakutas Peternakan, Fakultas Kehutanan, Fakultas Teknologi Pertanian, FMIPA, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, serta Fakultas Ekologi Manusia. Sembilan fakultas tersebut membuka stand dengan dekorasi yang unik sesuai ciri khas nya, membagikan leaflet, dan tanya jawab untuk memudahkan guru maupun siswa untuk memperoleh informasi lebih dalam mengenai jurusan yang akan dipilih. Tidak hanya itu, acara ini juga dimeriahkan oleh performance dari Flavalicious, Agriaswara, Gentra Kaheman, Pembacaan Puisi, serta Max IPB. Dua MC acara ini ( Atis dan Imam ) pun tidak kalah semangat. “ Colourfull IPB, Mencari dan Memberi yang Terbaik”, seru kedua MC saat itu. Pembagian doorprize juga membuat acara ini semakin ramai.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh calon peserta yang akan mengikuti jalur masuk IPB khususnya jalur SNMPTN 2011, sehingga calon peserta dapat mempersiapkan diri dalam memilih Program Studi yang dikehendaki dan dapat menjadi panduan awal untuk mengikuti proses seleksi jalur masuk dengan baik. Kita harus tetap menjadi tuan rumah di Negara kita sendiri, di Indonesia. So, siap masuk IPB kan?? [OE]

0 komentar

IPB Goes To TV One

09.21 | Publish by antara seni dan cerita

Membangun Rakyat yang Adil dan Makmur Menuju Swasembada Pangan

Oleh : Maha Wulandari


Keberhasilan pembangunan suatu bangsa ditentukan oleh ketersediaan sumberdaya manusia (SDM) yang berkualitas, dengan fisik yang tangguh, mental yang kuat, kesehatan yang prima, serta cerdas. Bukti empiris menunjukkan bahwa hal ini sangat ditentukan oleh status gizi yang baik, dan status gizi yang baik ditentukan oleh jumlah asupan pangan yang dikonsumsi serta ketersediaannya (Unicef, 1990). Selain itu, pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, karena itu pemenuhan atas pangan menjadi hak asasi setiap rakyat Indonesia dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk melaksanakan pembangunan nasional. Mengingat betapa pentingnya pangan tersebut, TV One bersama mahasiswa IPB, sejumlah tokoh, serta masyarakat khususnya petani menggelar suatu seminar nasional di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, tepatnya di rumah Betang, Kalimantan Tengah.

Acara yang akan ditayangkan pada hari Sabtu, 5 Januari 2011 pukul 13.00 wib ini, menggandeng Pak Suswono (Menteri Pertanian), serta Pak Sjarifuddin Hasan (Menteri Koperasi dan UKM) sebagai pembicara pada acara “Bangkit Indonesiaku” ini. Beliau menuturkan bahwa ada tiga aspek penting tentang pangan, yaitu kedaulatan pangan, ketahanan pangan, dan keamanan pangan. Menurut FAO, suatu negara dikatakan berswasembada apabila sedikitnya 50% dari kebutuhan negara tersebut dipenuhi dari produksi dalam negeri itu sendiri.

“Indonesia itu sangat berpotensi, tinggal bagaimana kita mengelolanya”, tutur Pak Suswono. Swasembada itu tidak bisa terjadi begitu saja, tetapi butuh proses dan rencana yang matang. Tidak hanya tujuan swasembada saat itu saja, tetapi juga bagaimana keberlanjutannya. Sistem keberlanjutan yang diusung Menteri Pertanian ini juga dijadikan sebagai grand desain untuk tahun 2035.

Beliau menambahkan bahwa berbagai hal seperti perubahan iklim, konversi lahan pertanian, SDM, serta sarana dan prasarana menjadi tantangan kita dalam swasembada pangan. Ada empat rencana strategi swasembada pangan yang akan dilakukan. Pertama, tercapainya serta keberlanjutan dari swasembada pangan. Kedua, diversifikasi pangan. Ketiga, peningkatan daya saing dan ekspor. Keempat, peningkatan kesejahteraan petani.

Pertanian juga tidak lepas dari peran koperasi. Dengan adanya koperasi, produk pertanian dikemas agar mempunyai nilai tambah. Pak Sjarifuddin Hasan sebagai Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah mengatakan bahwa nilai-nilai yang ada pada koperasi seperti kepercayaan, semangat gotong royong, serta kekeluargaan sangat diperlukan dan penting untuk diterapkan dikehidupan masyarakat. “Koperasi bisa berskala internasional”, begitu kata Pak Sjarifuddin Hasan.

Pemerintah sangat mendukung usaha yang mengarah pada koperasi ataupun wirausaha. Hal ini akan menciptakan peluang kerja baru yang nantinya akan menurunkan tingkat pengangguran. Didukung dengan produktivitas, investasi, serta saving pemerintah yang tinggi diharapkan dapat menurunkan tingkat kemiskinan di negara kita. Peluang dan potensi sudah ada, jadi mari saling bekerja sama membangun rakyat yang adil dan makmur menuju swasembada pangan. [OE]

0 komentar
« Postingan Lebih Baru Postingan Lama »
Langganan: Komentar (Atom)

Facebook Badge

Maha Wulandari

Create Your Badge

About Me

Foto Saya
antara seni dan cerita
Menulis itu seperti nafas.. Sedangkan memotret itu jiwa.. Dan musik menjadi nyawa nya..
Lihat profil lengkapku

Followers

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Search Box

About

  • OELAN SITE
Diberdayakan oleh Blogger.
  • Code Test

    Suspendisse neque tellus, malesuada in, facilisis et, adipiscing sit amet, risus. Sed egestas. Quisque mauris. Duis id ligula. Nunc quis tortor. In hendrerit, quam vitae mattis...
    Code Test!
  • Suspendisse neque tellus

    Suspendisse neque tellus, malesuada in, facilisis et, adipiscing sit amet, risus. Sed egestas. Quisque mauris. Duis id ligula. Nunc quis tortor. In hendrerit, quam vitae mattis...
    Suspendisse neque tellus
  • Curabitur faucibus

    Suspendisse neque tellus, malesuada in, facilisis et, adipiscing sit amet, risus. Sed egestas. Quisque mauris. Duis id ligula. Nunc quis tortor. In hendrerit, quam vitae mattis...
    Curabitur faucibus
  • Mauris euismod rhoncus tortor

    Suspendisse neque tellus, malesuada in, facilisis et, adipiscing sit amet, risus. Sed egestas. Quisque mauris. Duis id ligula. Nunc quis tortor. In hendrerit, quam vitae mattis...
    Mauris euismod rhoncus tortor
  • Sed nunc augue

    Suspendisse neque tellus, malesuada in, facilisis et, adipiscing sit amet, risus. Sed egestas. Quisque mauris. Duis id ligula. Nunc quis tortor. In hendrerit, quam vitae mattis...
    Sed nunc augue

Bookmark Us

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Blog Archive

  • ►  2012 (3)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
  • ▼  2011 (15)
    • ▼  November (5)
      • KALA KAU BERPIKIR..
      • Dekan Fakutas Peternakan IPB Periode Tahun 2011-2015
      • SUTRADARA TERBAIK NOMINASI FFI 2011
      • PEMILIHAN RAYA FAKULTAS PETERNAKAN IPB
      • HARI PULANG KANDANG 2011 FAKULTAS PETERNAKAN IPB
    • ►  Oktober (2)
      • INDONESIA THE LAND OF THE FREE, THE LAND OF HOPE A...
      • PEREMPUAN YANG BERDOA _YGYM_
    • ►  September (1)
      • RAPAT SENAT TERBUKA : Warna dan Nuansa Program Bak...
    • ►  Agustus (1)
      • Surat untuk sahabat
    • ►  Juli (1)
      • The big problem is me!
    • ►  April (1)
      • #PART
    • ►  Februari (4)
      • INTP SHOW UP : KLINIK NUTRISI DAN PRODUK TERPADU L...
      • SOSIALISASI JALUR MASUK IPB 2011
      • SOSIALISASI JALUR MASUK IPB 2011
      • IPB Goes To TV One
  • ►  2010 (13)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (7)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2009 (13)
    • ►  Desember (9)
    • ►  November (4)

Labels

  • media indonesia (1)
  • metro tv (1)
  • roadshow bedah editorial (1)
Copyright (c) 2010 dunia oelan. Design by Template Lite
Download Blogger Templates And Directory Submission.