skip to main | skip to sidebar

Pages

  • HOME

dunia oelan

MILIK KITA

21.08 | Publish by antara seni dan cerita

Aku mengais tanah demimu..
Hingga tanganku tergores penuh luka..
Tak peduli perih yang kurasa..
Tanah ini milik kita..
Bukan mereka..
Meski ditukar dengan kilaunya permata..
Tanah ini milik kita..

Tak cukup jiwa mampu hidupi kita selain dia..
Hutan kita nan hijau..
Berdiri kokoh diatas tanah ini..
Dengan ego mereka rusak semua..
Tak peduli deru tangis anak-anak kita..
Mengais tanah untuk seteguk air kehidupan..


Satu? Dua? Atau Tiga?
Bahkan ratusan orang meminta..
Sebuah rasa iba dari mereka..
Tapi apa?
Mereka lemparkan titik-titik pengharapan..
Lalu mereka bungkam dengan terali besi..

Tak peduli rasa diantara mereka..
Dibalut dinding-dinding semu,
mereka bakar habis jiwa mereka..

Lalu kau hanya tinggal diam?

Berpura acuh tak peduli?

Atau bahkan tak mendengar?

Lihat!!

Tanah ini milik kita..
Bukan mereka..
Meski ditukar dengan kilaunya permata..

Tanah ini milik kita..

Tak peduli harta..

Tak peduli strata..

Tak peduli mereka..


Hingga badanku penuh luka..

Kau akan lihat..

Tanah ini milik kita..

OE, 29des10, 00.30

0 komentar

THE LAST MEMORY

07.46 | Publish by antara seni dan cerita

THE LAST MEMORY
By : Maha Wulandari

We always question life..
But can life question you?
Can life question you ?

Gue selalu ingat kalimat itu yang pernah gue baca di “TRAVELER’S TALE”. Gue ngerasa nasib Ucup hampir sama kayak gue. Bedanya Ucup dapet ngeraih impiannya tapi gue enggak. Well, banyak hal yang ngebuat impian gue terasa jauh bahkan untuk gue impiin.

Kuat itu tak selamanya tidak menangis..
Kuat itu ada ketika kelemahan hadir..
Kuat itu sebuah kata sifat yang acak..
Kuat itu terkadang hanya seperti topeng..
Kuat itu semakin nyata ketika orang-orang sekitar juga ikut menguatkan..
Lalu kuat itu sebenarnya apa??.......



Kadang gue suka bingung sama diri gue sendiri. Bahkan bisa dikatakan emang enggak ngerti. Gue selalu diajarkan untuk tidak menangis, tidak lemah, tersenyum, ceria, dan bla bla bla yang gue sendiri terkadang lelah melakukannya.
Gue, Anya Larasati, diumur gue yang ke-20 nanti, 20 April, ingin melakukan perubahan. A simple thing tapi penting banget buat gue. Well, kadang kita butuh sebuah perubahan untuk hidup yang lebih berwarna. Ya, sama seperti kata kakak gue “ Rubahlah sesuatu dan tunjukkan pesona warnanya”.
Buat gue memainkan imajinasi dan mewujudkan sesuatu itu gag segampang membalikkan sebuah kertas. Atau gag semudah menghabiskan semangkuk es teler. Buat gue bermimpi itu sulit. Bahkan bisa membuat otak gue hampir kehilangan oksigen.



Gue tahu betul ekspresi wajahnya, cara dia tersenyum, gaya dia berbicara, cara dia melihat, cara dia berjalan, cara dia tertawa, gaya berpakaiannya, dan lagu kesukaannya. Bahkan gue tahu kalo dia itu terlalu sempurna buat gue.
X-PRESS CLUB termasuk club yang paling eksis di kampus gue. Orang-orang yang ramah, pengajar yang professional, serta sering menang di event-event besar membuat nilai tambah club ini. And well, menurut gue ketuanya lah yang membuat club ini semakin terkenal.
Gue sendiri ingin suatu saat nanti menjadi anggota club ini. Meskipun gue sama sekali gag yakin dengan kemampuan gue. Yah paling enggak gue masih mau belajar dan mencoba. Gue maju untuk meraih mimpi gue dengan modal nekat. Well, do something is better than nothing. Doesn’t it?.



Mimpi adalah masa depan…
Impikanlah mimpimu…
Percayalah bahwa kamu dapat meraihnya…
Mimpi? Terdengar klise? Hmm.. Alasan gue masuk X-PRESS CLUB bukan untuk jadi eksis apalagi untuk sok sibuk. Gue udah cukup pusing dan sibuk dengan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen gue. Dan gue perlu kegiatan lain yang paling enggak bisa ngebuat gue rileks sejenak dan melupakan tentang waktu. Gue ingin tahu banyak hal tentang fotografi, design, dan seni, serta tentang mimpi gue yang terkadang membuat gue sesak. And well, kalo soal PS, itu bonus yang akan ngebuat gue lebih bersemangat menjalani hidup dan melewati waktu.
Sebenarnya, gue termasuk orang yang paling takut untuk bermimpi. Gue takut untuk terlalu berharap. Dan gue takut untuk menunggu. Okei, gue ini penakut. But well, sebenarnya gue cuma gag bersahabat dengan waktu..

Waktu tidak pernah akan berbicara…
Ia akan membungkam cerita…
Like you, someone that I can’t have…



Seni itu bukan turunan…
Bukan pula sebuah bakat....
Tapi seni itu kejujuran…
Sebuah ekspresi murni dari perasaan…

PS selalu mengucapkan kata-kata itu setiap kali memulai pertemuan. Ia selalu memberikan semangatnya kepada orang-orang disekelilingnya. PS, Permana Setiaji, adalah ketua X-PRESS CLUB. Pembawaannya yang tenang dan selalu bersemangat serta selalu tersenyum menjadi ciri khas laki-laki berkulit sawo matang ini.
Itulah salah satu alasan yang ngebuat gue selalu bisa tersenyum setiap harinya. “falling in love is make you do anything like a crazy people”, temen gue fahmi pernah berkata demikian waktu dia ketemu someone special nya. Tapi buat gue,,

Cinta itu adalah keajaiban..
Cinta gag pernah memilih dengan siapa, apa, dan kapan…
Jadi gue akan menjaga keajaiban itu..
Like you, someone that I can’t have…



Satu-satunya yang gue percaya adalah tentang adanya keajaiban. Dan mungkin bisa masuknya gue di X-PRESS CLUB pun adalah sebuah keajaiban. Keajaiban yang ngebawa gue untuk lebih dekat dengan mimpi gue dan tentunya lebih dekat dengan PS.
Salah satu cita-cita gue yang menjadi mimpi gue adalah menjadi seorang fotrografer. Gue ingin suatu saat nanti bisa seperti kakak gue. suatu pemikiran yang sama seperti yang kakak gue pernah katakan, foto itu bercerita banyak hal. Ia seolah-olah hidup dan dapat menyampaikan perasaannya, dan ia juga menyimpan sebuah rahasia.
Hidup itu gag selamanya akan indah. Gag akan datar-datar aja. Hidup itu sebuah perjuangan menentang waktu. Dimana waktu adalah ruang kosong yang akan menelan habis napas dan mengunci rapat cerita yang terjadi. Seolah-olah hidup tapi semu.
Gue sayang banget sama kakak gue. Dia mengajarkan gue banyak hal. Dia ngebuat gue menyukai fotogafi. Bagi kakak gue, hidupnya adalah mengabadikan hidup melalui gambar. Ia melihat dunia melalui lensanya. Dan kisah hidup terakhirnya pun juga diabadikan disana.



memo
Untuk PS,
Terima kasih telah membimbing selama ini..
Di lomba fotografi nanti saya janji akan memberikan yang terbaik..
Jangan lupa hadir ya nanti…
n_n
Anya Larasati

Memo
Untuk AL,
Sama-sama.. saya yakin kamu pasti bisa..
Jangan pernah putus asa ya..
Saya tunggu disana ya..
=)
Permana Setiaji

Cinta itu adalah keajaiban..
Cinta gag pernah memilih dengan siapa, apa, dan kapan…
Jadi gue akan menjaga keajaiban itu..
Like you, someone that I can’t have…
Yap, PS.. someone that I can’t have…

Cita-cita gue adalah menjadi seorang fotrografer. Gue ingin bercerita banyak hal melalui gambar. Gue ingin perasaaan pada memory itu tersimpan. Dan melalui itu juga gue ingin kisah hidup terakhir gue pun juga diabadikan disana.
Besok adalah hari yang penting buat gue. Hari dimana karya gue untuk pertama kalinya masuk event besar. Hari dimana karya gue akan dilihat dan dinilai oleh banyak orang. Dan hari dimana PS akan berdiri disana dan memberi semangat. Dan gue harus tampil maksimal untuk karya besar ini. Untuk kakak gue, untuk orang tua gue, untuk gue, dan untuk PS...



Pagi ini hujan turun sangat deras. Sesekali terdengar suara petir ikut menyambar. Jalanan kota pun agak sedikit lenggang pagi itu. Tak nampak banyak orang di sudut-sudut kota. Hanya terlihat beberapa orang berpakaian kerja yang sibuk mengejar bus di ujung jalan. Gue pun nekat pergi menerjang hujan. Well, hujan membuat baju terbaik gue menjadi agak basah dan gue benci hal itu.
Gue melihat sekeliling. Tidak banyak pemandangan yang menarik perhatian gue. Hanya ada seorang ibu-ibu bergaun yang sibuk menata rambutnya, seorang lelaki yang duduk sambil membaca koran yang hanya dibaca bagian ‘lowongan pekerjaannya’ atau beberapa orang yang berbicara satu sama lain. Hingga gue tertuju pada sesuatu. Sesuatu hal yang membuat gue tak bergerak bahkan melihat.



‘ hei itu disana,, itu karya Anya!’.
‘ mana? Mana?’.
‘ Ka Anya fotonya bagus banget. Gag kalah keren dengan almarhum kakaknya’.
‘ Wah, fotonya Anya juara pertama. Dia pasti seneng banget deh’.
‘ Anya mana ya. Mau ngasih selamet buat karya pertamanya yang dipublish’.
‘ Anya Larasati ? hmm pendatang baru. Sepertinya ada bibit unggul disini’.
‘ objek yang diambil biasa, tapi dia berhasil membuatnya tidak biasa. Sinar dan sudut gambarnya pas’.
‘ seperti ada cerita yang ingin disampaikan. Ada sebuah kehidupan disana’.
‘ Anya kamu dimana? Saya tahu kamu pasti bisa dan kamu telah membuktikannya. Saya akan menyatakannya hari ini. Tepat disaat kamu berusia 20 tahun. Saya ingin kamu menjadi nyonya setiaji selamanya’.
Di dinding putih itu terpampang besar sebuah gambar dan sederet kalimat kenangan sang fotografer.
Waktu tidak pernah akan berbicara…
Ia akan membungkam cerita…

Sebuah foto dengan objek yang minimalis. Seorang lelaki paruh baya yang menikmati pekerjaannya. Tidak foto itu lebih dari sekedar kecintaannya. Ada sebuah titik yang membawa mata tertuju kesana. Seolah-olah hidup dan bercerita. Dan sudut bawah foto itu terpampang jelas namanya..
(1st winner)
The Last Memory
Anya Larasati
20 tahun



“Saudara-saudara sekalian, kami baru saja mendapat kabar dari pihak Rumah Sakit Jakarta Utama, kami turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga dan rekan dari Anya Larasati. Di umurnya yang genap 20 tahun hari ini, Anya Larasti the 1st winner SHOW YOUR PHOTOGRAPH dikabarkan menghembuskan napas terakhirnya pagi ini akibat penyakit leukimia yang dideritanya. Ia didapatkan pingsan di perjalanannya ke tempat ini dan segera dilarikan ke Rumah Sakit. Untuk pihak terdekat yang bernama Permana Setiaji, ada sebuah pesan yang dititipkan. Dan semuanya mari sejenak menundukkan kepala dan berdoa untuk kepergian rekan kita sekaligus Sang Fotografer Muda. Semoga rekan kita beserta keluarganya diberi ketabahan dan keikhlasan. Amien”.
Gue melihat sekeliling. Tidak banyak pemandangan yang menarik perhatian gue. Hanya ada seorang ibu-ibu bergaun yang sibuk menata rambutnya, seorang lelaki yang duduk sambil membaca koran yang hanya dibaca bagian ‘lowongan pekerjaannya’ atau beberapa orang yang berbicara satu sama lain. Hingga gue tertuju pada sesuatu. Sesuatu hal yang membuat gue tak bergerak bahkan melihat.
Ditengah perjalanan gue merasa sangat lemas. Tiba-tiba aja gue ngerasa badan gue dingin banget, kepala gue pun semakin berat. Jalan gue pun mulai tergopoh-gopoh. Napas terasa pendek-pendek. Lama-kelamaan hanya terdengar suara mobil lalu-lalang, atau sesekali suara klakson mobil beradu, lalu semuanya tenang. Sangat tenang dan sunyi. Kondisi yang sama seperti kakak gue rasakan satu tahun yang lalu. Sangat tentram.

We always question life..
But can life question you?
Can life question you ?



Jakarta, 20 April 2010

To Permana Setiaji,

My best,
Makasih ya udah memberi semangat selama ini hingga akhirnya gue bisa menghasilkan karya yang dieventkan hari ini. Gue bener-bener ga nyangka kalo bermimpi itu menyenangkan. Yang gue tahu bermimpi itu sulit. Bahkan bisa membuat otak gue hampir kehilangan oksigen. Karena gue benci waktu. Waktu yang akan memberi gue batas akhir. Waktu dan kehidupan yang memilih gue dan juga kakak gue mengalami hal yang sama. Tentang fotografi dan juga leukimia. Well, tapi gue sangat percaya keajaiban. Keajaiban bisa membawa gue untuk bertahan selama ini. Hingga gue menginjak umur 20 tahun. Keren kan?! Mungkin gue akan sedikit banyak mulai menyukai waktu. Karena ia telah memberi gue kesempatan untuk mencoba, belajar, dan mengenal. Oh ya, karya itu gue dedikasikan buat kakak gue dan someone special that I can’t have..
Salam Hangat,

Anya Larasti





The Last Memory

waktu adalah ruang kosong...
yang akan menelan habis napas...
dan mengunci rapat cerita yang terjadi...
Seolah-olah hidup tapi semu...
Waktu tidak pernah akan berbicara…
Ia akan membungkam cerita…
Tapi tidak dengan foto..
Ia bercerita banyak hal...
Ia seolah-olah hidup dan dapat menyampaikan perasaannya,
dan ia juga menyimpan sebuah rahasia...
begitu pun dengan ceritaku..
aku mengabadikannya disana..
semua cerita..
awal hingga akhir...
Ia itu seni.. Sebuah kejujuran…
Sebuah ekspresi murni dari perasaan…
Ia seolah-olah hidup dan dapat menyampaikan perasaannya,
dan ia juga menyimpan sebuah rahasia..
begitu pun dengan ceritaku..
aku mengabadikannya disana..
cerita tentang aku, dia, kau, dan mereka..
dan tentang keajaiban cinta...
Cinta gag pernah memilih dengan siapa, apa, dan kapan…
Dan cinta akan tetap menjaga keajaiban itu..
Like you, someone that I can’t have…
Yap, PS.. someone that I can’t have…

(1st winner)
The Last Memory
Anya Larasati
20 tahun


‘ Anya kenapa kamu tidak bisa menunggu sedikit lagi? Saya akan menyatakannya hari ini. Tepat disaat kamu berusia 20 tahun. Saya ingin kamu menjadi nyonya setiaji selamanya. We always question life.. But can life question you? Can life question you ? Can life question you, Anya? Cinta memang gag pernah memilih dengan siapa, apa, dan kapan. Dan cinta akan tetap menjaga keajaiban itu. Like you, Anya, someone that I can’t have…...........”



0 komentar

JAWABAN UNTUK NEGERIKU

09.19 | Publish by antara seni dan cerita

JAWABAN UNTUK NEGERIKU
Oleh : Maha Wulandari


Yth. Bogor, 1 Oktober 2010
Mr. Cow
Di Kandang

Dear, Mr. Cow..
Apa kabar Mr? Saya harap anda dan teman-teman anda sehat.. bagaimana dengan makanan Mr? Apakah Mr mendapat makanan yang paling bergizi? Oia bagaimana dengan Mrs. Cow? Saya dengar ia baru melahirkan sabtu lalu. Jantan atau betina kah?
Mr pasti sudah mendengar berita belakangan ini. Ya, tentang dunia dan rencananya. Tentang usahanya untuk mengubah keadaan. Bagaimana pendapat Mr? Saya sangat ingin mendengar jawaban nya. Sekalipun mungkin Mr tidak akan pernah membalas surat saya. Tapi saya akan mencari jawabannya.
Salam hangat..

Rei Anindita
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kali ini hujan sangat menggangguku. Hujan turun tanpa tanda. Ia menyelinap masuk ke dalam kamarku. Bukan hujan yang membuatku risau, tapi ia membuat semua buku-buku basah. Buku yang seharusnya aku pelajari untuk bahan ujianku besok.
Aku hanya memiliki beberapa buku di kamar. Dengan ukuran kamarku yang kecil, aku hanya bisa mengisinya dengan beberapa barang. Bagiku asal aku bisa tidur dan menetap itu sudah cukup. Aku hanya perlu mencari jawabanku dan mengetahui banyak hal. Seperti yang selalu ayahku katakan, ‘lihatlah sekelilingmu, rasakan, dan pahami maka kamu akan tahu banyak hal’.
Ayahku seorang peternak kecil. Bisa dikatakan bahwa ayahku itu petani. Karena kebutuhan semakin meningkat, aku pun sering membantu ayahku bekerja di kandang. Aku juga pernah bekerja di peternakan milik kepala desa. Hasilnya memang tidak seberapa, tapi waktu telah memberiku kesempatan untuk belajar dan memahami. Ya, seperti inilah keadaanku.
Ayahku selalu mengajarkanku tentang kehidupan dan bekerja keras untuk hidup. Tidak seperti anak lain yang ketika liburan tiba, ayahnya akan mengajaknya pergi keluar kota, ayahku justru bekerja lebih keras agar aku dan dua orang adikku bisa terus sekolah. Ayah tidak pernah mengeluh tentang betapa sakit punggungnya. Atau bahkan tidak pernah seditikpun ayah merasa lelah. Ayah hanya akan menunjukkan senyumannya yang paling indah.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ini bukan tentang aku..
Bukan dia..
Ataupun mereka...
Yang ada hanyalah langkah kita...
Yang menari pada derak lantai itu..

Gerimis pagi ini membuat suasana di kamar ku menjadi lebih nyaman. Aku bahkan enggan bangun dan melepaskan selimut tebalku. Aku selalu bisa mendengar suara mereka. Ketika mereka datang untuk menemaniku atau sekedar menggangguku.
Mereka kerap kali memanggilku sambil bernyanyi,...

‘Tersenyumlah, tertawalah.. Hidup ini indah Rei.. Lihatlah indahnya pelangi.. Lupakan masa lalu dan bukalah cerita baru.. Menarilah bersama sahabatmu.. Engkau tidak sepenuhnya sendiri..’

Aku ingat betul bagaimana mereka datang dan menyanyikan lagu itu untukku, membuatku tenang, dan membiarkanku terlelap diantara mereka yang datang bersama gerimis.
Ya aku, Rei Anindita, anak pertama dari dua bersaudara. Aku termasuk orang yang aktif. Rasa ingin tahuku yang besar membawaku pada jenjang pendidikan yang tinggi. Aku mempunyai dua sahabat terbaik. Mereka selalu membuatku nyaman, bahkan ketika aku benar-benar sendirian.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Yth. Bogor, 6 Oktober 2010
Mr. Cow
Di Kandang

Dear, Mr. Cow..
Saya harap Mr sedang bahagia. Well, setidaknya tidak seperti saya. Oh ya saya belum bercerita, hari ini saya benar-benar merasa sedih. Bahkan hampir kesal.
Saat pulang tadi saya melihat beberapa orang membicarakan tentang alam. Ya seperti yang kita semua tahu, peternakan menyumbang hampir 18% gas methan. Dan hal tersebut memperbesar potensi terjadinya gas rumah kaca.
Itu memang benar. Tapi bukan berarti kita harus meniadakan sektor peternakan kan Mr? Lalu bagaimana dengan program swasembada daging kita? Bagaimana bisa kita bangkit jika orang-orangnya tidak mencari solusi? Well, sebenarnya saya hanya terlalu mengkhawatirkan Mr. Padahal Mr dan teman-teman menyumbang besar dalam mencerdaskan kami.
Saya yakin pasti ada cara. Dan saya akan menemukannya.
Salam hangat..

Rei Anindita

Aku mempunyai dua sahabat terbaik. Mereka selalu membuatku nyaman, bahkan ketika aku benar-benar sendirian. Gerimis dan Mr. Cow selalu ada ketika aku ingin bercerita. Mungkin karena aku sering menemani ayahku bekerja, rasa nyaman itu ada. Saat ayah sibuk dengan pekerjaannya, aku biasanya bermain dengan Mr. Cow. panggilan itu sengaja aku buat, agar aku bisa membedakan dengan yang lainnya.
Saat merasa bosan bahkan penat, gerimis akan datang untuk menemaniku. Ia akan diam dan membiarkan ku bercerita. Atau sesekali ia akan memarahiku ketika aku benar-benar tidak bersemangat. Gerimis akan datang untuk menghapus perasaan sedihku dan membangunkanku yang sesekali terjatuh.
JJJ

Peternakan sapi perah tempat ayahku bekerja terletak di sudut kota. Usahanya tidak besar. Bahkan sistem pemberian pakan nya pun tidak bagus. Sapi-sapi disana hanya diberi makan seadanya, padahal potensi berkembangnya sangat bagus. Well, masalahnya hampir sama di setiap tempat di kotaku. Pemilik usaha dan bahkan peternak kecil seperti ayahku tidak mengerti bagaimana kondisi sapi itu sendiri dan bagaimana memberi makanan yang baik, dan yang paling urgent adalah ketika harga susu sapi segar yang rendah diikuti impor yang terus meningkat. Hal ini membuat keuntungan yang peternak dapat sangat kecil, bahkan banyak yang merugi. Dan ketika peternak tidak lagi mempunyai modal usaha, mereka berbondong-bondong meninggalkan usaha peternakan. Lalu bagaimana bisa maju? Padahal kita sangat membutuhkan protein hewani yang sangat dibutuhkan untuk tubuh kita.
Ayahku kerap kali berkata, ‘Kamu harus maju Rei. Jangan seperti ayah. Ketika orang lain tidak perduli, kamu harus perduli!. Karena langkah yang kamu ambil akan berpengaruh terhadap masa depan. Sekecil apapun itu nak.. Tersenyumlah, tertawalah.. Hidup ini indah Rei.. Lihatlah indahnya pelangi.. Lupakan masa lalu dan bukalah cerita baru.. Menarilah bersama sahabatmu.. Engkau tidak sepenuhnya sendiri..
Well, kalimat itu yang sampai saat ini aku ingat. Gerimis selalu menyanyikan kalimat terakhir yang ayah ucapkan terakhir kalinya. Bahkan gerimis menemani ketika ayahku pergi untuk selamanya di hari itu. Dan dari sini aku akan terus mengingatnya.. Untuk ayahku.. Untuk Mr. Cow.. Dan untuk kemajuan negeriku.. Aku pasti akan menemukan jawabannya...

The End

0 komentar

A.C.A.

22.23 | Publish by antara seni dan cerita


Mungkin karena gw dan temen-temen gw yaitu kiki, cumy, vivi, nurus, rima, diah, gigis, dan hera sering pergi bareng, sering jalan bareng, sering duduk bareng, sampe mandi bareng dan serba barengan inilah. Kita jadi disebut-sebut sebagai geng nero (masih jaman gag sih?).. tapi belakangan kita dapet nama yang lebih keren, lebih asik, dan lebih intelek dan lebih beres. Anak Cacat a.ka ACA. Gag lebih baik sih, tapi well kita plesetin aja akhirnya. Karena kita semua cewek-cewek imut yang lucu, kami patenkan bahwa ACA adalah anggun dan Cantik.

Gw belom njelasin tentang gigis dan hera. Ok. Gigis itu cewek yang udah sayang banget banget sama cowok nya Agung. Dengan suaranya yang khas tinggi melengking, kita bisa tahu dari jarak 3 meter lebih kalo itu dia. Dia punya rambut sebahu (dulu panjang) dan bertubuh kecil (tapi lebih kecil cumi). Kalo foto bibirnya manyun kiri manyun kanan, dan dengan pose menggoda. Cewek yang atu ini paling heboh di antara kita. Kalo butuh pemandu sorak panggil aja dia. Dia bakal teriak-teriak ditengah lapangan dengan semangat menggebu-gebu. Tapi gini-gini dia seorang dancer loh. Dijamin 100% deh.

Beda lagi dengan hera. Dia punya badan kayak gw, agak berisi. Tapi bedanya rambut dia panjang. Hera biasa dipanggil ibu kost sama anak-anak. Soalnya selain mukanya yang mirip ibu kostan ditambah lagi dia yang biasa nagihin anak-anak uang listrik kontrakan. Dan dia termasuk yang makannya paling teratur diantara kita. Well, sejujurnya gw pengen banget ngontrak bareng lagi. Tapi sayangnya kita harus terpisah karena susah nyari kontrakan dan kostan yang sesuai dengan kita.

Waktu itu ada kontrakan murah tapi agak jauh memang, lumayan lah yaa. Tapi pas diliat didepannya ada tulisan.

’AWASSS YANG PUNYA RUMAH GALAKKK..!! TELAT SEDIKIT LIBAS..!!”

Gag usah pikir panjang. Gw dan temen-temen gw masih pengen punya leher yang nyangkut sama kepala. Kan gag lucu pas kuliah ada kepala terbang-terbangan.

’ihh liat deh ada kepala terbang siang-siang.. lucu yaa’, kata mbak-mbak lewat.

’aihh lucu yaa mbak?? Ada kepala terbang siang-siang? Bukannya takut trus lari malah takjub ni orang. Gembel..’

untuk menghindari kontroversi dan kita gag diusir gara-gara bikin satu kampung heboh, kita mengurungkan niat ngontrak di tempat itu. Dan kita nge-kost di tempat yang berbeda-beda tapi tetep berpasangan.

☻☻☻☻

Waktu itu, entah setan dari mana yang bikin gw jadi pengen keluar jalan-jalan. Padahal udah maghriban. Udah makan kenyang. Dan lagi menikmati acara televisi rame-rame. Gw awalnya ngomong ke vivi, kebetulan dia baru aja mau duduk sebelah gw mau nonton tipi.

’aduh vi bosen gw, keluar nyok,’ ajak gw ke vivi.

’ia sih bosen gag ngapa-ngapain nih. Tapi keluar kemana?’, tanya vivi.

’nggg, kemana yaa, nonton aje mau gag?’

Tiba-tiba gag cuma vivi yang nyaut, tapi anak-anak yang disitu serempak jawab pertanyaan gw.

’AYOKKKK...’

and well, saat itu juga gw dan anak-anak melakukan perjalanan yang tak terduga.

Perjalanannya cukup jauh. Kita perlu 3 kali naik kendaraan umum untuk sampai di pusat kota alias yang ada mall nya. Dan perjalanan kali ini kami memilih ke BOKER. Well, tenang BOKER disini bukan mau beol ya atau e ek, tapi ini nama sebuah tempat yaitu BOTANI SQUARE. Istilahnya nama beken yang biasa dipake orang-orang Bogor. Di sini ada XXI dan gramed nya, jadi kita lebih milih hedon (baca: jalan-jalan) kesini.

Jam menunjukkan pukul 07.35 waktu wilayah setempat. Langit jelas udah gelap. Lalu lalang kendaraan sangat padat. Lampu-lampu jalanan menyorot dengan indah. Dan kita akhirnya sampai di bioskop. Entah karena gw dan temen-temen gw gag punya kalender dan akhirnya buta hari dan tanggal atau emank kita terlahir di abad silam tanpa mengenal adanya kalender.. kita baru sadar kalo hari ini hari sabtu.

Kenapa oh mengapa?

Karena oh karena berzina itu haram.....

Ehmm bukan itu maksud gw sebenernya. Tapi buat gw dan temen-temen gw, atau bahkan untuk sebagian besar mahasiswa akan berpikiran kalo ’weakend bukan waktu yang tepat untuk nonton’. Maklum ya kalo weakend harga nonton jelas lebih mahal dariapada biasa. Dan itu lumayan mengoyak kantong kami yang lagi miris tapi sok mau hedon.

Gw sendiri saat itu setelah dicek cuma megang duit 25 ribu pas. Dan temen-temen gw gag jauh beda, ada yang bawa 15 ribu, 20 ribu, atau bahkan cuma bawa dompet tak berisi. Lalu perdebatan terjadi.

’gmana nih? Duit kita gag cukup buat nonton. Lagipula sayang mahal,’ kata vivi lemes.

’ia nih sayang mahal cui. Ada rekomendasi kita kemana gag?’, kata gw.

’ ngg bentar...,’ sambung rima.

’nggg gimana ...’ sambung rima terbata-bata karena mikir.

’nggg hmmm gimana kalo....’ nyambung lagi.

’wadohh keburu beruban kita nunggu pemikiran lw mbut,’ kata gw.

’aaaahhhhhhh ..’

’ahhhhh apaan? ’

’ayoo hedon keluar. Kita jalan-jalan malem aja. Sambil kuliner jalanan’

’SETUJUUU,’

Akhirnya kesepakatan baru dibuat. Gw dan temen-temen gw keluar dari BOKER dan menelusuri jalanan. Melewati outlet-outlet. Melihat jalan raya yang semakin sepi. Berjalan dibawah sinar-sinar lampu jalanan yang menyorot tajam. Hingga akhirnya melewati DIII IPB, MCD, Kebun Raya Bogor dan lampu merah disetiap tikungan.

’eh ada bakso noh, beli yuk,’ ajak rima.

Sebenernya dibilang bakso bukan, dibilang bukan bakso juga gag. Yah bakso-baksoan kali ya. Dipinggir jalan di sudut kota Bogor kita beristirahat. Hampir tengah malam, di didepan restoran bambu kuring kalo gag salah ya, kita makan bakso-bakso an. Tempat dimana semua mata penegendara yang lewat jalanan disitu melihat kearah kami.

Waktu semakin tidak terasa berputar. Kami melanjutkan perjalanan. Menyebrang. Kembali menelusuri jalan. Gw liat diseberang sana ada orang rame banget. Mereka lagi asik ngeliat climb wall. Sorak-sorai penontonnya menggema. Gw cari pemandangan lain. Sangat indah. Langit cerah penuh dengan bintang. Kami terus berjalan. Hingga melewati pasar penuh dengan orang yang menjual kelinci.

’yampun kelinci lucu banget kayak gw,’ kata gw gemes.

’lucu pala mu gundul, coba deketin tuh kelinci pasti kabur liat muka lw,’

ehh bener. Pas gw makin deket, kelincinya menjauh. Parahnya gw di pantatin sama kelinci. Dihati gw bertanya-tanya.

’Segitunya kah muka gw pak kelinci? Hingga kau memberiku pantat yang bohai itu?’

Belakangan gw tahu kalo kelinci yang mantatin gw pemalu. Dia akan selalu nutupin mukanya kalo dideketin orang. Lucu sekali. Apa ada yang salah dengan pemikiran pak kelinci ini? Atau memang dia belum kenal orang tuanya? Atau dia malu tidak punya orang tua? Harusnya pak kelinci dikenalkan oleh pak babi.

’hei kelinci kenapa kamu ngumpet gitu?,’ tanya babi.

’aku malu,’ kata kelinci.

’kenapa malu?,’ tanya babi lagi.

’muka ku aneh, idung ku suka ngendus-ngendus gag jelas gitu,’ kata kelinci.

’laahh kamu masih mending. Aku yang idungnya gede aja biasa aja. Muka bulet kuping aneh aja santai aja. Dan orang tua gw babi loh, tapi gw gag malu,’ kata babi.

Dan mungkin sebaiknya memang pak kelinci harus belajar mensyukuri seperti pak babi.

☻☻☻☻

Kaki semakin jauh melangkah. Gw dan temen-temen gw bahkan tidak menyadari kalo waktu sudah menunjukkan dini hari. Kita mulai berjalan tergopoh-gopoh karena sudah lelah. Pelan-pelan menelusuri jalanan. Hingga mata gw tertuju pada satu pemandangan yang sepertinya sering sekali gw lihat dari tadi. Mungkin perasaan gw aja.

Karena badan udah gag sanggup lagi meneruskan perjalanan. Kami memutuskan untuk kembali dan pulang ke kontrakan. Jalanan sangat sepi. Kami berjalan sambil melirik kalau-kalau ada angkot lewat. Tapi setengah jam berlalu tapi jalanan masih sepi.

Kami terus menelusuri jalan dengan tampang kucel mirip gembel, hingga di depan sana kami menemukan mobil polisi setempat yang sedang bertugas. Ide gila muncul. Pertama, vivi pura-pura pingsan trus kita heboh panik minta bantuan polisi anterin ke kontrakan. Kedua, kita pura-pura cari alamat yang ternyata alamat kontrakan kita, dan minta anterin polisi ke tempatnya karena udah nyasar berjam-jam. Ketiga, kita nodong polisi minta anterin pulang. Well, pilihan ketiga kita coret karena gag ada satu pun dari kita yang berani nodong polisi, karena kita semua masih mau hidup.

Pilihan pertama pun gagal dilaksanain, karena vivi gag bisa jatoh pingsan dengan wajar. Harapan kita tinggal satu. Pilihan kedua. Kita mulai siapin kata-kata dan mental. Jarak kami dengan pak polisi semakin dekat. Kami semakin deg-deg an. Terus dekat. Hingga tiba-tiba suara mobil angkot membuyarkan rencana kami. Dan yak dadah pak polisi. Kapan-kapan kita main yaaa hehe.

Dengan kecepatan tinggi angkot melaju di jalanan yang sepi. Kami mulai menikmati jalanan yang kami lewati lagi. Dan kami melewati jalur yang sama seperti jalan yang kami telusuri tadi. Melewati Kebun Raya Bogor, MCD, dan tikungan-tikungan dengan lampu merahnya. Hingga gw tertegun pada satu tempat yang sangat familiar. Tempat dimana gw ngerasa gw ngeliat ini berkali-kali. Dan gw akhirnya sadar...

’aaaaahhhhh ini kan udah kita lewatin 3 kali tadi......’

Dan gw ngeliat tempat dimana orang-orang masih rame dengan climb wall nya. Dan masih rame dengan suara pendukungnya. Ya gw dan temen-temen gw muter-muter melewati tempat yang sama. Tapi gw dan temen-temen gw justru ingin berpetualang lagi. Tapi lebih jauh. Dan lebih menegangkan. Karena pertemuan kami pun seperti petualangan. Tidak dapat diduga apa dan bagaimana....

☻☻☻☻

0 komentar

awal = pertama

22.22 | Publish by antara seni dan cerita


Ini adalah cerita gw, temen gw, temen gw dan temen-temen gw. Pokoknya ini awal banget gw dan semua temen gw ketemu. Mulai sebelum gw dia saling ketemu dan akhirnya semesta mentakdirkan kami untuk bersama.

Gw seperti yang ada. Bahkan apa adanya. Tergolong cewek cukup gemuk. Ia okeh gemuk. Puas?. Berambut pendek. Karena sifat cuek dan kurang suka berdandan gw bisa dibilang tomboy. Kelihatannya saja seperti itu. Untuk ukuran tomboy gw punya sepatu-sepatu flat and high heels (yang harusnya menjadi persiapan gw kerja setelah pendidikan profesi), tas-tas yang menumpuk dan akhirnya gag gw pake dan well, rok-rok yang sebagian besar orang dan keluarga gw termasuk nyokap gw berharap gw make rok setiap hari. Kalopun ia gw pake, itu tuntutan ataupun sesuai kondisi dan situasi tentunya. Well, I love fashion.. tas dan sepatu biasanya jadi target utama gw hehe.

Masih tentang gw. Tentang beli barang kesukaan gw? Tenang gw gag akan minta ama nyokap trus langsung dikasih. Dari dulu gw udah dididik buat nabung untuk membeli apa yang gw mau. Dan barang-barang gw kebanyakan dari itu. Termasuk HP. Pertama kali heboh soal HP, kalo gag salah SMP ya? Waktu itu temen-temen gw ribet sama HP baru mereka, sibuk SMS an, dan sibuk mamerin HP nya masing-masing. Dan malam harinya sebelum tidur, gw yang saat itu masih kecil imut-imut dan polos cuma bisa ngomong dalam hati..

’ Ya Allah coba uang tabungan saya cukup beli HP atau ada siapa gitu ya yang baik hati ngasih HP apapun itu bentuknya,,’

Namanya juga bocah. Do’anya masih aneh-aneh gag karuan. Dan malam itu gw tidur dengan pulasnya. Tanpa tahu apa yang bakal terjadi esok harinya.....

☻☻☻☻

Paginya gw bangun sangat pagi. Tempat tidur gw deket jendela. Jadi pas bangun otomatis gw langsung buka jendela. Trus ngucek-ngucek mata karena burem. Dan gw kucek-kucek mata lagi, kali ini bukan burem tapi gw takut masih mimpi.

Diteras gw deket sama jalanan, gw liat ada yang berserakan. Isi sama daleman kepisah-pisah. Dan barang-barang itu mirip banget sama HP. Gw lari ke depan buat mastiin. Gw ambil dan masuk kedalem rumah lagi. Gw bersihin dan gw rakit HP yang berserakan itu.

’subhanallah, beneran HP.’

Dan detik itu gw tahu. Do’a anak kecil yang imut-imut dan polos terkabul. Malah HP nya dituker ama om gw dan HP gw naik pangkat. Hehe...

☻☻☻☻

Lanjut tentang gw. Paling suka sama coklat. Baca komik manga. Ndengerin musik. Jalan-jalan keluar. And well, gambar. Awalnya gw bisa gambar (dengan baik dan bagus) itu setelah gw ditolak mentah-mentah bokap gw untuk gambar tugas kesenian pas SMA. Hehe ya beginilah punya bokap bisa gambar yah dimanfaatkan toh. Sedih menyayat*lebay. GW mulai menggambar pelan-pelan. Hati-hati. Dan mulai banyak menghapus. Hingga jadi sebuah hasil perdana versi baru. Dan hasilnya tidak mengecewakan. Akibat sensasi dan proses yang nyaman dan mengasikkan gw jadi suka dan hobby gambar corat-coret. Hehe.

Gw sekarang udah kuliah. Udah gede. Udah mulai belajar jauh dari rumah. Dan untungnya gw udah belajar tentang ngurus keuangan dari lama. Maksudnya uang bulanan. Jadi gag terlalu ribet sama urusan itu. Yak gw sekarang terdampar nun jauh disana di kota hujan. Yang dituntut menjadi seorang ahli nutrisi yang berbasic minor manajemen. Dan disinilah gw bertemu temen-temen gw. Di asrama yang terletak di area kampus.

☻☻☻☻

Pertama gw kenalin Diah, temen satu SMA gw. Dia sekarang berkerudung loh. Udah insaf ni anak. Hehe. Dia beda lorong sama gw di asrama. Gw lorong 5 dia lorong 4. yah jadinya bedalah. Tapi gw ama dia temen satu perjuangan yang ujian dan masuk sama-sama di jurusan yang sama.

Sekarang temen sekamar gw pas diasrama. Satu kamar diisi oleh 4 penghuni. Dan masing-masing penghuni berasal dari tempat dan peradaban yang berbeda. Dan punya tingkah dan kelakuan yang beda juga. Misalnya aja kamar gw 337. Disini ada Ina, asal dari jawa timur. Cewek cukup imut dan lucu ini paling hobby yang namanya tidur dan gag bisa dengan berisik. Ina yang punya rambut hmm sepunggung ini suka banget sama sendal kamar barunya. Hehe. Sayangnya ina beda jurusan. Dia jurusan yang ada ikan nya. Lah gw? Pakan nya. Tapi kita sama kalo soal gambar.

Sukma, cewek kedua penghuni kamar gw. Asalnya dari aceh. Kesehariannya berkerudung. Sukma sangat atraktif. Gag bisa diem. Dan kadang suka nyanyi sesuai mood nya dia. Dan satu lagi, tiap malem telponan sama pacarnya sampe ketiduran. Dasar ni anak.

Nah kayaknya udah ya. Eh belom deng. Masih ada satu cewek lagi di kamar gw. Cipy, gitu panggilannya. Cipy juga berkerudung. Anaknya asik. Tapi kadang suka riweuh sendiri. Dan paling hobby baca komik. Dan itu menyenangkan buat gw yang juga suka (bisa baca gratis hehe). Dia bisa tidur dengan pules dan bangun sampe siang trus teriak,,, ’ AAAAAAAAAA GW KESIANGAN!’ dasar cipy.

Hayo siapa lagi yah. Hmm cipy sendiri asalnya dari jakarta. Dan dia punya temen yang namanya kiki dan cumy. Well, ajaibnya temennya itu satu jurusan sama gw. Dan kamar kiki sendiri ada di depan kamar gw, sedangkan cumy beda gedung sma kita. Tambah ajaibnya, gw, kiki, cumy satu kelas di tingkat persiapan ini.

Kiki cewek berambut panjang hitam lurus ini tergolong manis. Tapi sifat pendiemnya kalo belom kenal bisa terlihat jutek dan sombong. Tapi kalo udah deket, semua sifat itu runtuh seketika. Dia seneng banget ndengerin musik. Suka gambar-gambar juga. Dan tergolong rajin mandi di asrama (baca : kebalikan hehe). Jam bangun dia jam setengah 9 (kalo libur) dan mandi jam 9 an. Trus keluar entah itu makan atau kewarnet.

Hampir sama, cumy cewek berambut ikal panjang (sekarang berkerudung) bertubuh kecil paling suka sama yang namanya chelsea. Apalagi si abang ganteng nya versi cumy si lampard. Dia juga suka nonton dvd dan baca komik. Sekali lagi keuntungan buat gw hehe (baca gratis). Cumy orangnya aktif banget gag bisa diem. Dan kocak. Tapi dia punya sifat yang sama kayak gw, suka mendam perasaan. Kalo udah BT atau sebel hanya bisa diem seharian atau mainin HP. Dan dari sini kita semua mulai deket dan sering bareng. Sampe akhirnya gw ketemu sama temen gw yang lain....

☻☻☻☻

Dikelas baru ini gw merasa campur aduk. Seneng. Akhirnya gw ngerasain yang namanya kuliah. Diajar dosen. Dan negeri. Well, salah satu keinginan gw. Disini kami kelas besar. B13 dan B14. gw, kiki, dan cumy masuk di kelas B13. Dan dari kelas ini lah gw bertemu banyak orang. Banyak cerita. Dan banyak pengalaman. Dan melalui kelas inilah gw ketemu vivi, nurus, rima.

Entah gimana skenarionya dibuat, sampe akhirnya kita bisa barengan. Semua terjadi gitu aja. Gag direkaysa. Dan gag dibuat-buat. Awalnya hanya kenalan. Duduk bareng. Berangkat bareng. Keluar bareng. Dan tau-tau jadi serba bareng. Pokoknya ngalir gitu aja.

Polos banget. Kadang suka agak lemot hehe. Paling gampang nangis. Yak vivi cewek asal Depot eh salah maksudnya Depok yang paling gag bisa nutupin kalo dia lagi sedih, kesel atau perasaan lainnya. Pernah tau-tau dia diem seharian dan pas disamperin mewek ga berenti. Kadang cewek yang kesehariannya pake kerudung ini suka loncat-loncat gag jelas. Maklum jauh dari pengawasan orang tua.

Selanjutnya ada nurus. Cewek asal garut ini masuk golongan cantik di kelas. Nurus orangnya to the point. Gag bilang gag, ia bilang ia. Ciri khas nya adalah suaranya yang tinggi tapi agak cempreng hehe. Dan kadang kalo udah telat ( biasanya dia paling telat di antara yang lain) itu karena dia suka riweuh sendiri. Tapi dia orangnya care banget. Dan peduli sama temennya.

Ahhh yang satu ini ni kepala rimba. Hehehehe. Nguk nguk nguk. Ni orang kalo di utan gag nyasar. Lah di kota nyasar. Ckckck. Cocoklah kau rima masuk hutan. Hehe. Rima cewek berbadan cewek banget dengan suara beratnya. Cewek yang atu ini aktif banget dah. Kepanitiannya jalan terusss. Buset gw yang ngeliat cape sendiri. Baru selesai satu rapat. Eh ikut rapat lagi di lain acara. Dan hasilnya kalo udah nempel bantal dan kasur, udah langsung molor kaga bangun-bangun kalo gag masang alarm dan dibangunin. Pernah waktu di kontrakan. Dikunci. Sepi. Di gedor-gedor gag nongol-nongol. Diteriakin ga da orang nyaut. Yowes minjem kunci sama yang punya rumah. Pas dudah di buka si rima keluar sambil ngucek-ngucek mata,,

‘eh kalian udah pada pulang...’ trus pergi aja ke belakang.

’ SEMPRULLL .... KITA NUNGGUIN DAN TERIAK HAMPIR SATU JAM DILUAR SAMPE KERING MBUTTT..’

☻☻☻☻

0 komentar

1..2..3...

22.21 | Publish by antara seni dan cerita

1..2..3..

Dulu waktu gw kelas 1 SMP gw sempet punya cita-cita menjadi seorang peneliti. Lain halnya dengan temen-temen sepantaran gw yang mayoritas ingin menjadi dokter, insinyur, atau IT. Tapi itu pas gw kelas 1 SMP. Mungkin bisa dibilang itu bukan cita-cita tapi khayalan tiap naik kelas. Well, gw selalu punya cita-cita berbeda di tiap umur gw bertambah.

Misalnya aja waktu gw umur 5 tahun sampe kelas 6 SD, gw pengen jadi dokter tapi gw gag mau jadi dokter kecil karena takut disuntik. ‘masa dokter takut suntik’ adalah alasan gw mengubah cita-cita gw pas masuk SMP. Dan saat itu gw kepikiran untuk menjadi seseorang ahli dari apa yang gw suka. Bahasa, karena saat itu gw suka banget sama pelajaran bahasa gw jadi ingin menjadi sastrawan. Dan pas gw naik kelas ke kelas 2, gw pengen menjadi seorang ahli fisika, karena guru gw saat itu bener-bener membuat fisika terlihat mudah. Dan gw suka cara itu. Beda lagi di kelas 3, sejarah mengubah cara berpikir gw. Dan gw mulai hanyut di dalam literatur-literatur nya. Dan sayangnya itu hanya terjadi setelah tamat SMP.

Setelah masuk SMA, gw mulai mencari jati diri. Mencari apa yang gw sukai dan tertarik. Dan disini gw kepincut sama yang namanya kimia. Well, ibu Ida adalah guru kimia gw saat itu. Orangnya ramah, cara mengajarnya juga enak, dan yang paling penting adalah santai. Kimia yang termasuk pelajaran ’susah-susah gampang’ hmm apa ’gampang-gampang susah’ ya, dibuat simple dan menarik oleh beliau dan gw makin dibuat kagum oleh Kimia. Rasa suka itu terus berlanjut.

Akan tetapi, sewaktu kelas 2 gw dituntut untuk menjadi bagian angkatan atau polwan. Well, seperti kita tahu yang namanya angkatan atau polisi hidupnya udah dijamin sampe pensiun anak-cucu. Dan itu yang diharapkan oleh keluarga besar gw. Kenapa bisa gitu? Yak biasa latar belakang dari keluarga nyokap yang rata-ratanya angkatan atau polisi. Selain itu gw ikut Taekwondo, cukup untuk mendukung syarat fisik seorang angkatan atau polwan. Dari sini gw mulai mempersiapkan mental dan fisik.

Hari itu tiba saatnya gw untuk mendaftar angkatan udara bersama om gw. Persyaratan sudah disiapkan. Yak gw baru aja lulus SMA. Dan disini gw mulai bimbang antara ia atau tidak. Karena sejujurnya saat ini dikepala gw. Jelas tertulis.

AKU INGIN KULIAH

☻☻☻☻

’selamat siang pak, tumben kesini pak. Ada yang bisa saya bantu?’

Salah seorang angkatan menyapa om gw yang memakai baju lengkap dengan embel-embel pangkatnya. Gw sendiri agak risih dengan pakaian gw. Gw pake kemeja putih dan rok hitam sedengkul dengan sepatu pantofel hasil pinjaman sepupu gw. Ditangan kiri gw megang berkas-berkas yang akan dikumpulkan.

Tangan gw bergemetar. Aliran darah gw serasa panas naik turun. Gugup. Gw hanya pura-pura cool saat melihat orang-orang yang mendaftar. Terkadang saling tatap-menatap. Terkadang merasa tidak melihat siapa pun. Mungkin karena mereka saling menganggap sebagai saingan. Gw sendiri? Gw berpikir saat ini pulang dan melanjutkan tidur dan berharap terjadi sesuatu.

’ ini saya mengantar keponakan saya, dia mau daftar disini’

’ohh langsung kedalem aja pak, didalem juga ada petugasnya ko’

’ ia. Rame juga ya yang daftar’

’ ia pak, yang daftar banyak tapi tadi banyak yang pulang karena ternyata ada

berkas yang kurang ataupun tidak mencukupi syarat’

Gw malah ngebayangin kalo adegannya justru gag kayak gitu.

’wah rame yah yang daftar,’ kata om gw antusias.

’ia pak rame orang tadi ada yang daftar belom disunat. Jadi tadi petugas nya nyunat itu anak dulu. Karena gag ada yang kayak dokter punya, akhirnya tadi petugasnya pake pisau tentara. Anak nya jerit- jerit tapi semakin jerit, yang dipotong makin banyak. Nah berhubung tuh anak jerit terus-terusan, yah jadi dipotong semua deh pak sama petugasnya. Coba dia gag teriak jejeritan pasti cuma sedikit,’ kata angkatan tersebut santai.

SU MAN TO.

yak dan gw berharap sangat kalo gw kurang syarat atau apapun alasan itu. Please God.....

☻☻☻☻

beberapa syarat :

- laki-laki/ perempuan umur min 19 tahun

- sehat jasmani rohani

- memenuhi kelengkapan :

▪ hasil ujian nasional rata-rata 7,5

▪ surat tanda tamat belajar SMA

▪ fotocopy rapot SMA

▪ surat berkelakuan baik

▪ foto

▪ dll

well, liat gag? Yang gw cetak tebal dan font besar? Yah itu yang minimal umurnya. Dan kamu tahu? GW belom lama berumur 18 tahun.

Dan itu artinya do’a gw terkabul. Oh I am sorry mom, dad and others.... bahkan gw gag perlu uji fisik dulu buat bilang gag, gag perlu nunggu dibilang ‘maaf berkas anda belum semua terlampir’. Atau bahkan gag perlu uji kesehatan dulu. Sayangnya hanya karena hari ini, gw datang dengan terlalu rapih. Terlihat tua tapi ternyata masih imut *narsis.

`☻☻☻☻

Kali ini gag mau keilangan kesempatan lagi. UMB atau Ujian Masuk Bersama yang diselenggarakan oleh 5 Universitas, membuat tangan gw bergerak untuk mengambil formulir. GW yang saat itu bebas dari tuntutan keluarga jelas seneng gag karuan. Dan pilihan gw jatuh di kimia dan kesehatan masyarakat di unversitas beralmamater kuning. Dua pilihan dan dua-duanya di satu tempat.

’ma, aku ambil kim dan IKM ya’

’boleh aja asal masih di jakarta paling jauh bogor’

’kenapa cuma boleh disitu?’

’ ya kalo kamu jauh susah mama, siapa yang nganter-nganter coba??’

‘zzzzzzzzzzzzzzzzzzzz’

simple. Alasan kenapa harus kuliah di jakarta kalo gag di bogor. Dan itu harus negeri. Kalo dua alasan itu gag deal. Ya gw gag dibolehin kuliah. Nasibnya sama aja tiap gw mau naik ke SD, SMP, atau SMA. Nyokap selalu bilang....

’ kamu kalo gag dapet negeri udah sekolah pesantren aja ’

atau

’belajar yang bener, kalo gag mama pindahin ke pesantren ya’

dan somasi seperti itu justru selalu mempan. Otak gw selalu merespon kata-kata itu dengan cepat. Karena gw berpikir bahwa gw ingin dapet ilmu yang banyak, ingin mencari tahu lebih banyak. Dan salah satu impian gw adalah sekolah dan kuliah di negeri. Dan ini adalah salah satu jalan menuju Roma.....

`☻☻☻☻

Hari ini gw sangat berharap. Tapi kenapa badan rasanya lemes kayak kucing gag dikasih makan 3 hari ya. Mungkin hmmm apa ini sebuah pertanda ya...

GW mulai mengeluarkan motor. gw mulai bergerak menuju warnet di dekat rumah. Jantung gw berpacu cepat. Dari luar gw liat warnet penuh. GW mulai mencari warnet lain. Dan penuh lagi. *sigh. GW yang gag sabar pengen liat hasilnya jelas tidak bisa tenang. Gag konsen. Dan disaat gw mau muter arah nyari lagi. Yak disitu gw nemu warnet. Agak tertutup. Dan berada di pojok bangunan. Dan tidak ada plang besar bertuliskan DISINI ADA WARNET. Well, setidaknya gw melihat dan ternyata kosong.

Website mulai gw buka. Username dan password gw masukin.

USERNAME ERROR~~

Mampus. Kenapa ni username gw?? gw coba masukin lagi dari awal.

PASSWORD INCORRECT~~

Nahlo?!

Pelan-pelan gw tarik napas. Buang. Taik-napas. Buang lagi. Tarik napas. Dan..

Ddddddduuttttt..* ups keluar gas mudah-mudahan gag terlalu wangi ya hihihi...

MAAF, ANDA BELUM DITERIMA.........

Badan gw lemes, gw kaget ngebaca tulisan itu, Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ...... mau teriak gag bisa, mau nangis gag keluar air mata, dan gw harus ikhlas saat ini.... IKHLAS dimana usaha gw untuk belajar belum berhasil... dan Inilah saat dimana gw siap masuk ke salah satu lembaga pendidikan profesi selama 2 tahun.....

`☻☻☻☻

Lumayan dapet kursus komputer gratis. Sambil ngisi waktu kosong gw sebelum masuk kuliah di lembaga pendidikan profesi yang tidak jauh dari rumah. Well, yang namanya kursus pasti dimulai belajar dari awal. Yak dan dimulai dari dasar. Bahkan sangat dasar.

’ coba kalian isi dan ketik tulisan ini dan copy sebanyak 5x dengan font dan ukuran berbeda’.

NAMA :

TTL :

HOBBY :

Buat gw dan temen satu bangku di kursus ini terbilang sangat mudah. Yak kami baru kenalan disini. Dan buat kami yang sudah mendapat pengajaran ilmu komputer di tingkat SMP dan SMA tentu paham akan hal ini. Dan untuk tugas seperti ini kami selalu mendapat coment yang sama....

’ Dasar kalian ini. Ini kan belum diajarkan sama bapak. Haduhh kalian harusnya masuk kelas yang Intermediate kalo ada’ *sayangnya gag ada pak....

`☻☻☻☻

Selama gw ikut kursus, gw makin dekat dengan orang-orang yang ada disana. GW mulai nyaman dengan suasana disana. Mulai punya banyak temen baru. Mulai kenal banyak dosen disana. Mulai tau semua pekerja disana. Dan mulai sering jalan bareng buat hunting barang buat kuliah nanti bareng temen-temen baru gw.

’Tan, sepatunya lucu ni’

’iya, tapi high nya kurang tuh. Kan minimal 5 cm’

’zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz’

Lagi. Permasalahannya kali ini adalah yang namanya kuliah di lembaga pendidikan profesi, kita dituntut memakai pakaian ala kantoran. Pake rok, kemeja, sepatu high heels. Well, tuntutan terberat buat gw.

Coba disini gw bisa make apa yang mau gw pake. Setidaknya gag untuk high heels. *cukup pas wisuda aja. Dan gw mulai mencari, mulai berharap seandainya di pengumuman SNMPTN nanti gw diterima...

`☻☻☻☻

Pagi ini gw bangun kesiangan. Dan rasanya enggan bergerak dari tempat tidur. GW masih ingin guling-gulingan lagi. Dan tidur lebih lama hari ini. Sampai Diah sms gw. Yak Diah temen SMA gw, dia biasanya duduk depan gw di kelas. Diah termasuk golongan cewek banget diantara temen-temen gw. Bukan hanya karena kesehariannya yang kalem dan suara kecinya itu aja, tapi juga karena alat-alat yang berhubungan sama muka dan badan lengkap dia punya. Dan pagi ini dia membuyarkan rasa kantuk gw..

’ha, lw dah liat pengumuman belom?’

jelas yang dimaksud adalah pengumuman SNMPTN.

’belom di, gw ja baru bangun.’

’lahh payah lw ah. Sana gih liat’

’ngg males gw di. Paling juga ada tulisan MAAF ANDA BELUM BERUNTUNG. SILAHKAN COBA LAGI TAHUN DEPAN.. hehe’

Yang namanya SPMB, SNMPTN yang masuk hanya beberapa persen aja. Bukan hanya pintar yang dibutuhkan, tapi juga kedewasaan memilih dan memutuskan mau diisi semua apa engga...hehe

Dan gw? Inget banget pasrah sama soal fisika yang amit-amit itu. Ada soal, panjang, cerita, tanpa ada angka diketahui, tiba-tiba A B C D nya angka.. Ada soal, cerita, angka-angka, A B C D nya kalimat tanpa ada unsur angka.. Ada soal, diitung jawaban kaga ada... dan gw akhirnya cuma ngejawab 2 jawaban untuk soal fisika dan dua-duanya ngasal binti kancing. Well, sepertinya gw butuh otak Einstein......

’oiiii bangunnnnn lw tuh diterimaa ha’

jeger.jeger. dan dari sini gw mulai hidup baru di kampus gw yang baru. Gw mulai meninggalkan temen-temen gw di kampus lama. Gw mulai mencoba menghilangkan rasa nyaman gw disana. Dan gw memilih keputusan gw yang baru.

’kamu jadi toh pindah kesana?’ kata salah satu dosen yang mewawancarai gw dulu pas mau masuk kuliah di lembaga pendidikan profesi itu.

’ ia pak. Keputusan yang berat buat saya’

’kenapa milih peternakan? kamu gag jadi toh bantuin orangtua kerja cari uang?’, sambung si bapak.

’ia pak soalnya di peternakan saya jadi bisa belajar tentang keluarga dan temen-temen saya. Mereka kan gag pernah pake baju tuh pak tapi gag pernah kedinginan. Hebat yak pak. Apalagi kalo jalan-jalan atau kerja, mereka gag pernah pake sepatu ataupun sendal walaupun penuh dengan beling atau batu-batu yang keras. Mereka juga bisa makan dengan menu tertentu. Ajaib sekali loh pak. Saya sungguh tertarik. Siapa tahu saya masih punya bakat seperti mereka.’

Gembel. gag lah, gw gag bilang kayak gitu. Jelas bukan jawaban intelek (asik dah bahasa gw). Gw Cuma bilang kalimat yang pendek dan jelas.

’jadi pak, nanti insyaallah saya akan membuka peluang kerja nya pak. Mohon dido’akan ya pak. Hehe’

Mendengar jawaban gw si bapak tersenyum. Dan berkata..

’semoga sukses. Saya tunggu kerja samanya’

well, gw tahu ini berat. Berat untuk ninggalin temen-temen gw. Berat untuk ninggalin rasa nyaman itu. Dan berat buat mengambil keputusan. Dimana kebimbangan untuk memilih yang terbaik untuk masa depan. Tapi ketika kita berbicara dengan hati dan melakukan dengan hati.

We will know, what the answer is.......

`☻☻☻☻

0 komentar

besar dan wangi

22.19 | Publish by antara seni dan cerita

BESAR DAN WANGI

Dahulu kala di keluarga yang sepi dan senyap lahirlah seorang wanita yang cantik jelita. Wanita ini kemudian diberi nama wulan (*pasaran ya). Wulan kemudian tumbuh besar dan menjadi sangat rupawati (rupa nya gag cantik, rupa nya gag sexy, rupa nya juga gag pinter, sungguh prihatin rupanya). Tapi sebagai seorang rupawati, wulan sangat setia kawan, dan sangat sayang orang tua serta keluarganya. Ia akan berbuat apapun agar orang tua nya tersenyum. Anak yang baik bukan? Tentu saja.

Setelah beberapa tahun silam, seperti keluarga normal lainnya, ia pun akhirnya mempunyai dua orang adik yang kecil-kecil kayak upil. Adik pertamanya yang perempuan bernama lidia, sedangkan yang kedua bernama kiki. Dan seperti keluarga normal lainnya, mereka hidup dengan rukun. Hingga suatu ketika….

CUT!…

Okeh terlalu formal kayaknya. Mungkin gw baru aja bikin sebuah paragraph yang akan dikumpulkan ke guru Bahasa Indonesia.

Guru : ‘ Cerita apa ini wulan? Seperti anak SD. Kamu harusnya bisa

membuat cerita yang lebih besar’.

Dan kemudian gw akan mengganti cerita gw lalu mengumpulkannya lagi. Lalu guru itu berkata,

’Wulan sudah saya bilang, BIKIN CERITA YANG BESAR’.

Gw bingung. Dengan menggaruk-garuk kepala dan tampang dongo,

’maaf Bu, cerita saya kan sudah saya bikin BESAR-BESAR SEMUA nya’

’Kamu ini udah ibu bilangin juga kok ngeyel toh. Bikin cerita nya itu BESAR-BESARR !’

gw kesel. Gw udah nurutin maunya itu Ibu, tapi masih aja kena marah. Apa mungkin si Ibu udah min plus plus yaaa. Tapi guru gw gag pake kaca mata kok. Ngeliat masih normal dan wajar. Jadi apa yang salah coba?.

’Tapi Bu, cerita saya sudah saya buat BE SAR – BE SAR SE MU A. PA KE FONT U KU RAN 2 2 belom cukup besar yaaaa Bu??????’

Guru gw terlihat makin kesel. Mukanya memerah. Guru gw langsung buka buku penuntun bahasa dan membuka halaman demi halaman dengan sewot.

’ sudah Ibu bilang, ini loh bikin cerita nya yang BE SAR – BE SAR kayak disini. Ini liat. Kan sudah ada contohnya.’

Dan gw membaca dengan pelan-pelan. Gw baca judulnya dengan seksama. Disana tertulis BESAR-BESAR....

M A J A S H I P E R B O L A

Oalah bu bu susah bener ngomongnya. Wong saya bikinnya sesuai perintah Ibu loh. Anak SD aja tauloh Bu. Ampun. Dan dari sini gw tahu kebenarannya. Guru gw mata nya masih normal. Gag minus ataupun plus plus. Cuma agak susah aja bilang besar-besar dengan hiperbola.

☻☻☻☻

Gw sendiri juga pernah punya kesan mendalam sama guru fisika gw. Waktu itu pelajaran tentang listrik. Well, waktu itu gw dan temen-temen gw harus membuat lampu yang dideretkan menyala dan bersinar dengan terang. Semua kelompok sudah siap dengan perlengkapannya.

Sambil menunggu giliran, temen- temen gw ada yang membaca literatur untuk membantu argumen ketika ditanya, ada juga yang asik ngotak-atik kabel biar lampu menyala. Dan gw justru asik ngelamun, ngeliat ke luar jendela sambil liat lapangan basket.

Dilapangan sana lagi ada ekskul PMR yang latihan. Dari dalem ruangan gw berpikir gimana kalo w yang ditandu yak. Berapa orang yang bakal gotong gw. Atau mungkin gw bakal digelindingin kayak bola karena pada gag kuat gotong. Atau mungkin akan terjadi adegan naas pas gw pingsan.

’eh si wulan pingsan neh. Lw angkat geh,’ orang pertama bicara.

’wahh gag ahh gag sanggup w. Encok syapa yg tanggup jawab?’, orang kedua.

’gelindingin aja dah ke UKS nya,’ sambung orang pertama.

’parah lw. Gag boleh kan’

’hmm ok kl gt buka kaos kaki lw’, sambung orang pertama.

’buat apaan? Jangan ah blom gw ganti seminggu nih,’ kata orang kedua.

’mak jang amit-amit dah lw. Udah buka pasti wanginya bisa bikin nih anak bangun,’ kata orang pertama.

Dan pelan-pelan kaos kaki disodorin ke muka gw. Warnanya hitam legam agak keijoan. Yaiikkss. Makin mendekat. Semakin dekat. Dan gw teriak....

’TIDDDAAAAKKKK GW SADAR KOK UDAH GAG PINGSAN. AMPUNNN...’

dan gw teriak di kelas. Di mana anak-anak termasuk gw harusnya sudah mulai merakit listrik dan membuat lampu menyala. Gw yang masih terengah-engah gara-gara teriak baru sadar kalo jadi tontonan banyak orang. Ada yang ketawa keras. Ada yang bingung. Ada yang melongo kayak sapi ompong. Ada yang takjub sama suara teriakan gw yang merdu. ASEEEMMMM.. muka gw langsung merah. Dan gw jadi gag konsen lagi sama rangkaian listrik itu.

☻☻☻☻

0 komentar

who is your name?

22.15 | Publish by antara seni dan cerita

Pertemuan antara orang pertama dengan orang kedua seperti skenario yang disusun secara acak tapi sistematis. Kita gag pernah tau bakal ketemu dengan siapa besok, lusa, atau bahkan satu detik lagi. Yang gw tahu bahwa bertemu dengan seseorang yang baru sangat menyenangkan dan sangat mengesankan.

Gw udah kenalan dengan banyak orang. Dari orang ke orang. Dari sms. Dari telepon. Dari chating. Dari internet. Dari sekolahan. Dari tempat les. Dari tempat ekskul. Dari lingkungan rumah. Gw berkenalan dengan banyak orang, menambah list nama baru di daftar teman gw. Sayangnya otak gw yang tergolong plantium 4 akhir memory nya hampir penuh. Gw gag bisa gitu aja inget nama temen gw itu, walaupun baru kenalan satu menit yang lalu. Parah!

Tapi gw sangat cepat mengingat wajah dan ciri khas orang. Jadi gag heran kalo otak gw dibuka banyak wajah berkeliaran tanpa nama yang jelas. Dan kalopun wajahnya pun samar, berarti orang tersebut jarang berinteraksi dengan gw. Hehe. Dan hal yang paling gw benci dari dulu adalah game mengingat nama n kepribadian teman sebelahmu. Well, jelas gw akan kalah kalo keberuntungan gag memihak gw.

Seperti game pas makrab departemen gw. Semua orang melingker. Dengan setiap angkatan menyebar. Buat gw yang rabun dan tulalit, ini merupakan game yang menguras hati, mata, dan pikiran. Dan jantung gw berdetak lebih kencang. Gw mencoba mengingat-ingat nama temen-temen gw dulu. Itu pun gw masih kebalik-balik namanya dan gag tau asal mereka darimana. Sorry, tapi beneran untuk urusan nama gw angkat tangan! Mungkin sekarang gw tahu nama-nama mereka, tapi gw gag bisa janji seberapa lama ingatan gw bisa bertahan. Karena penyakit parah gw yang atu ini pernah secara kejam menyiksa temen SMP gw.

Temen gw cewek yang gw gag tau namanya tapi mukanya familiar buat gw, menyapa gw di salah satu mall.


Temen gw : wulaaaaannnnnn .......

Gw dengan tampang bloon : haa,, yaa? Ngg siapa ya?

Temen gw : ihh jahat masa lupa sama gw....

Gw makin bingung : nggg.....

Temen gw : ayoo inget-inget lagi,, pasti inget deh.. kita kan satu kelas..

Gw : nggg,, aaaahhhh...

Temen gw : gimana? Inget kan? Pasti lah yaaa lann..

Gw : nggg emank nama kamu siapa sih??? Aku beneran ga inget nih..

temen gw : WAHH PARAH ! masa gag inget? Aku kasih kamu clue aja ya.. aku dulu tuh duduk 2 dari bangku depan...


karena makin pusing dan gag enak....


Gw : aaaahhhh iaaa lo! Lo yang duduk 2 dari depan kan?

lo Apa kabar nih? Dari mana? Sekarang dimana?

Temen gw : yakin inget??? Gag yakin gw.. hayo emank nama gw

syapa coba?


Kutu kupret!

Ketauan dah gw. Dia bisa baca pikiran gw ya? Atau tampang gw kurang meyakinkan buat dia. Ohh siapapun tolong gw~ apa gw belaga amnesia aja ya trus bilang ‘ ngg sebenernya 2 bulan yang lalu gw abis kecelakaan, kepala gw kepentok, gw gag sadarkan diri selama 2 minggu dan ingatan gw ilang semua maaf ya’. Anjrit ngebayanginnya gw udah merinding duluan. Amit-amit.. amit-amit. Atau gw bilang ‘ ngg coba dong kasih huruf depan dan belakangnya, trus ada berapa huruf? Boleh phone a friends ga?’. Yang ada nanti gw ditabok sama temen gw dan dia bilang ’palelu phone a friends! Dikira ini game ape!’. Dan untuk menghindari muka gw bonyok akibat tabokan temen gw dan kejadian yang gag gw inginkan terjadi dengan otak gw, gw memilih jalan lain.


Gw : nggg, eh sorry ada telpon nih maaf ya.

Halo? Ya? Oh ia gw kesana sekarang ya..

Mm sorry gw duluan ya temen gw udah nunggu di

depan maaf ya.. lain kali kita sambung lagi ya..


dan gw meninggalkan temen gw yang mukanya datar cengo dengan kebingungan. Dengan jalan cepat dan tanpa menoleh lagi kebelakang. KEJAM bukan? Hmmm mungkin lebih tepatnya malu kali yaa... haha.. jangan sekali-kali dicoba ya kawan KECUALI KEPEPET....


☻☻☻☻


Belakangan gw mengalami kejadian yang makin aneh. Dari monyet nete ama sapi, kambing naek kuda, dan ambing sapi jadi maenan nya anak kecil. SAMPAH banget pokoknya.

Yang namanya bulan Ramadhan, tengah hari bolong adalah waktu yang paling membosankan. Dan buat buat sebagian orang mereka lebih milih untuk tidur guling-gulingan dikasur atau internetan di tempat ber-AC. Gw justru gag suka dan cenderung bosen. Alhasil gw berkeliaran entah di rumah temen, rumah sodara, toko buku, atau sekedar jalan, dan belanja buat buka nanti di siang hari trus balik kerumah sore nya. Dan dilanjut persiapan buat buka.

Dan sore itu abis gw balik dari kebosenan gw. Di angkot yang tadinya penuh perlahan tersisa sopir, gw, dan bapak-bapak. Mungkin karena perjalanan masih cukup jauh dan macet, mulai terjadi percakapan yang aneh diantara gw dan si bapak-bapak.


Bapak-bapak di angkot : mba pulang kerja ya??

Gw : hah? Saya? Gag pak abis dari rumah sodara kok.

Bapak-bapak di angkot : ohh, mba udah kerja??

Gw : belom pak masih kuliah..

Bapak-bapak di angkot : oh kuliah toh, kuliah di Depok ya?

Gw : kaga di Bogor saya.pak..

Bapak-bapak di angkot : oh anak saya kuliah di Depok mba, syapa tau kenal,

namanya Anton jurusan Ekonomi semester 7 sekarang..

pinter lagi anaknya loh mba..


Gw : ngg OHH ANTON ....

OHH EKONOMI ya pak...

Belom kenal tuh pak saya nya...


Dan gw pikir percakapan akan berhenti sampai gw bilang yang sebenarnya itu. Tapi si bapak masih melanjutkan percakapannya...


Bapak-bapak di angkot : emank rumah kamu dimana?

Gw : Hah?! Hahaha Kodau pak, emank bapak dimana?

Bapak-bapak diangkot : wah deket yaa, saya di ratna dalem.

Gw : ngggggg...............................................

Kiri bang !! wahh pak saya turun duluan yaaa.... mari....


Sekali lagi, jangan sekali-kali dicoba ya kawan KECUALI KEPEPET.... Dan buat kamu laki-laki yang punya bapak sering keluar, waspadalah. Mungkin nama anda akan tersebar secara gaib didunia persilatan ini. Haha.


☻☻☻☻

0 komentar

pengalaman tak terlupakan

22.13 | Publish by antara seni dan cerita

Pengalaman tak terlupakan….


15 Juli 2010

Pagi ini w bersiap jadi tukang ojek antar-jemput adek dan nyokap w. Salah satu pekerjaan yang biasa w lakuin kalo lagi dirumah atau pas libur. Yang namanya jadi anak pertama ya seperti ini, harus siap ngebantu apapun yang bisa dilakukan. Salah satunya momong kedua adek w yang terbilang masih kecil.

Yak adek w yang cewek, Lidia, sekarang kelas 2 SD, kalo mau sekolah rambutnya yang nanggung pasti dikuncir, kalo ngaji pasti pake kerudung (yaiyalah ya masa pake peci?!). Adek w yang kedua cowok umurnya mau 5 tahun, namanya kiki. Adek w yang cowok orangnya pecicilan gag mau diem, dan iseng nya mintaa ampun dah w. Pernah w dan sekeluarga kekunci didalem rumah gara-gara dikunci ama kiki dan kunci nya diumpetin entah dimana. Dan dengan jurus merayu dari rayuan pulau kelapa dan iming-iming ice cream dari bokap w, adek w lari, dan pas balik dia lempar kunci rumahnya trus ngumpet di balik lemari. Atau pernah lagi anteng-anteng lidia dan kiki nonton pilem kartun di tipi. Dan baru w tinggal bentar, mereka berantem sambil tarik-tarikan rambut. Anehnya yang selalu menang berantem pasti kiki. –ajaib-

Motor udah panas, rem oke, bensin ada, gas oke. Dan tugas pertama w hari ini adalah nganter adek w yang cewek ini sampe SD dengan selamet trus gag boleh mampir kemana-mana. Biasanya kalo udah nganter adek w, terjadi perang antara batin w dan otak. Dan kali ini kejadiannya seperti ini….

Batin : ‘oke tugas pertama kelar, sekarang kita pulang’

Otak : ‘tunggu..tunggu.. wowowwow ada warnet baru tuh depan gang murah dan ber-AC lagi’

Batin : ‘online bisa kapan-kapan, sekarang balik dah ntar diomelin’

Otak : ‘hmm gimana yaa… ‘

Batin : ‘mikir pula ni otak.. parah’

Otak : ‘Hmmmm sulit saudara-saudara… hmmmmm ngggggggggg aaaaaaaaa…….’

Batin : ‘inget abis ini ke rumah sakit jenguk pak de lw… insaf insaf.. istigfar banyak-banyak‘

Otak : ‘ astagfirullah.. ia bener w pulang kesini kan gara-gara itu.. ok ayo pulang.. thx ya tin’

Batin : ‘ Alhamdulillah untung setannya udah pergi.. ie sama-sama’

Dan akhirnya otak dan batin kini bersahabat kembali. Mereka yang tadinya suka berantem gara-gara hal sepele, sekarang jadi lebih dewasa. Udah gag ngambek-ngambekan dan gag saling menyalahkan.

Otak : ‘ hmm bentar ya tiba-tiba w nyidam jajanan SD Tin.. gag lama kok.. bentar yaa…’

Batin : ‘ aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa………………… katanya insaf?!!’


☻☻☻☻


“Temen-temen 3DP nanti jangan lupa kita ada rakor dengan acara dan radiv ya.”

“dek, kamu nanti tolong datang wakilin kaka ya dalam rapim nanti sore dan nanti malam.”

“cui bisa ke sukasari gag? Kita beli perlengkapan buat MPF.”

“oia camdigny nanti siang aja dibalikinnya bisa ndak?”

“dikostan ada siapa? W baru nyampe bogor ni”


Yak, hari ini w sukses bikin orang-orang menunggu balesan sms dari w. sorry. Satu kebiasaan w lagi. W jarang megang hp kalo lagi dirumah. Bukan apa-apa. Cuma aga sedikit trauma aja sama keisengan adek w.

Dulu w bisa cuek. Cuek naro barang dimana-mana. Cuek ninggalin barang. Hingga suatu ketika pas dikamar w….

‘loh, ngapain disini ki???’

Adek w yang cowok cuma ketawa trus ngibrit lari ninggalin w dikamar sendirian.

????????????!!

Bingung? Jelas.

Aneh? Apalagi.

Khawatir? Pastinya.

Was was? Ia lah.

W mulai mencari sesuatu yang ganjil dikamar w. inget-inget barang apa aja yang ada di kamar w. tapi hasilnya nihil. W gag bisa mastiin apa yang aneh dan apa yang ilang ataupun rusak. Di kamar w ? apa? Buku? Normal di rak buku. Kaset, cd, mp3? Masih rapih. Kaca? Ada kok. Kasur? Gag ada apa-apa. Oke paling cuma perasaan w aja.

W keluar kamar. Di ruang tamu w liat adek w lagi main masak-masakan ala restoran bintang lima. Lidia yang masak. Kiki yang beli. Biasalah ya. Ada kompor kecil. Ada wajan kecil. Ada cangkir kecil. Ada piring. Ada sendok. Ada garpu. Ada meja. Ada buku. Ada majalah. Majalahnya disobek-sobek. Dipotong kecil-kecil. w terhanyut sama permainan mereka dan tau-tau ikutan main. Majalah yang dipotong tadi pura-pura dimasak. Pura-pura dikasih bumbu. Trus disajiin ke pembeli. Dan pembelinya adalah w.

‘cobain ya ka masakan lidia pasti enak’

‘oke dimakan ya…’ kata w

‘hihihihiihii…’ tiba-tiba kiki ketawa trus lari kabur.

‘……kenapa?/???’

W yang lagi pura-pura makan tiba-tiba gag sengaja ngeliat majalah yang tadi disobek-sobek. Yang tadi dipotong-potong. Yang tadi di masak. Dan sekarang di tangan w.

‘………………aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ini kan majalah baru belom w baca!!’


☻☻☻☻


Namanya juga anak kecil. Butuh kesabaran tingkat tinggi. Butuh pengertian yang ekstra. Dan hal itu yang w perluin saat itu….

W lagi asik nonton tipi. Tiba-tiba haus dan pengen minum es. Maklum hawanya lagi panas banget. Dikulkas kebetulan ada es batu dan sirop. Oke mari bikin minuman dingin. W liat frezer. Ada kotak kecil. ada kotak gede. W ambil yang gede sekalian bikin buat bokap. Kulkas w tutup. Dan es nya w taro di gelas. W buka kulkas lagi. Ambil sirop trus tutup kulkas lagi. Dan akhirnya jadi minuman dinginnya.

‘kurang ni es nya’, kata bokap w.

‘perasaan udah banyak pak, mau ditambahin es nya?’

‘masih ada esnya? Perasan Cuma 1 di frezer’, sambung bokap.

‘ada tadi kayaknya, yang kecil tapi, ini pake es yang gede’.

‘kapan bikin es kecil ya? Yaudah gapapa sini bawa sini minuman bapak kurang dingin ni’.


Akhirnya w balik lagi ke kulkas. Buka kulkas. Buka frezer. Yak pasti kok ada 2 es, salah satunya gede yang tadi w bikin. Dan w ambil yang kecil. w pegang. Dan w amati. W terdiam. W bingung. Jangan-jangan w berimajinasi gara-gara rasa ‘panas’ yang berlebih. Atau jangan-jangan w lagi mimpi. Ya mungkin w mimpi. Dan w berharap w bener-bener mimpi. W cubit tangan w.. ‘aAaaawww,,…..sakit?!’, dan artinya w gag mimpi. W terdiam selama beberapa detik… dan teriak…


‘BAAAAAPAKKKKKKK, HP W BEKKKKUUUUUUUUUUU?!!!!.........’


Naas. Untungnya hp w bisa normal lagi dan gag kenapa-napa. Dan adek w ngaku dia yang ngumpetin setelah ditanya bokap dan dia minta maaf sambil nangis. Gag tega. W ke kamar trus ngasih cha-cha ke adek w biar gag nangis lagi. Beginilah buat w dan temen-temen yang jadi anak pertama dirumahnya. Butuh kesabaran tingkat tinggi. Butuh pengertian yang ekstra. Dan butuh jiwa baja untuk menerima kalo jadi kakak yang teraniaya dirumah.


☻☻☻☻


Ada musim kucing kawin. Ada musim durian. Ad musim rambutan. Dan sekarang-sekarang ini musimnya orang sakit. Sekarang emank cuaca lagi plin-plan (baca : pancaroba). Kadang panas banget, kadang dingin banget. Malah kadang cuma mendung doang gag ujan. Ckckckck.. dan kondisi inilah paling sering bikin orang-orang yang badannya lagi gag fit 100% jadi sakit. Termasuk pak de w. pak de w katanya lagi drop. Gejala typus. Dan lagi dirawat dirumah sakit. Dan siang ini pun w dan keluarga berangkat kerumah sakit buat jenguk.

Dan hari ini rumah sakit cukup ramai. Padahal bukan liburan sekolah. Nahlo?!. Yak banyak rombongan ibu-ibu yang datang ingin menjenguk. Mereka malah ada yang sampai menyewa angkot. Mereka berkumpul. Dan pas w amatin, ada yang pake warna pink, hijau, kuning, merah, dan warna ngejreng lainnya. Well, jadi mirip power rangers siap beraksi.. hehe.

W juga pernah jenguk pas hari minggu di rumah sakit. Dan sumpah rame banget ! yang bikin heran adalah hari minggu sore mereka berbondong-bondong ke rumah sakit lengkap sama anak cucu nya. Parahnya lagi, mereka bawa tiker ame rantang. Trus gelaran di bawah pohon sambil makan. Bu pak ati-ati bawa anak ke rumah sakit yak. Ampun dah w pernah baca tulisannya bang Riva di cado-cado. Namanya juga rumah sakit, segala macam penyakit ada disini. Gag takut apa kalo anaknya kena infeksi nosokomial atau infeksi yang ditularkan di rumah sakit??? Ckckck….

Yak dan dirumah sakit, pas w nganter nyokap ke toilet, tiba-tiba ada yang teriak-teriak dengan histeris. Well, w ketemu temen lama yg sempet bikin w malu. Dari kejauhan dia teriak dgn kenceng 'MAHAAAAA DISINI DISINI' sambil loncat.loncat .. Gag mau kalah, w bales teriak 'AAAAAHH SINYOOO! JGN LONCAT.LONCAT DAL*MAN LW KELIATANN' ... -___-


☻☻☻☻


16 Juli 2010

Wake up, Shake up, Make up and Break up! Life's all about moving like ant in search of sugar, not sand..

Ini kata-kata penyemangat w hari ini. Kata-kata ini w ambil di salah satu quotes penyemangat di twitter. Bukannya mau promosi, tapi disini w banyak dapet kata-kata yang bagus. Entah dari orang biasa sampe ternama. Well, inspiring lah buat w kalo lagi badmood atau BT… termasuk kalimat…

"If your actions inspire others to dream more, learn more, do more and become more, you are a leader." - John Quincy Adams-

Hari ini sepulang w nginep di rumah sakit, akibat shift jaga pak de ala nyokap w, w berniat untuk kembali ke bogor. Bukan karena w pengen kabur dari tugas rutin rumah. Tapi w harus balikin camdig nya temen w dan agenda lain seperti pemotretan (*gaya). Dan disinilah akan terjadi sebuah perdebatan yang panjangggggg……..

W : ‘ma, nanti sore aku balik ke bogor ya’

Mama : ‘ ngapain? Kurang kerjaan aja kamu. Sini mending kamu pijitin mama dulu’

Dan w akhirnya nurut mijitin nyokap.

W : ‘ abis mijit aku siap-siap pulang ya ma’

Mama : ‘ lah ini kamu udah pulang, ngapain pulang lagi coba. Aneh’

W : ‘aaaaaaaaa…………..’

Gag habis akal, w masih mencoba minta KTP yang dikeluarin nyokap, Kartu Tanda Pulang, biar selamet dunia akhirat hehe. Nyuci udah. Ngepel udah. Dan w mulai minta ijin lagi…

W : ‘ ma, nanti aku jadi pulang sore ya’

Mama : ‘ kamu ini, itu adek kamu ajarin dulu, ada PR tuh dia’

W : ----------------

Yak w pun menjadi guru bahasa Indonesia kelas 2 SD dadakan. Dan ajaibnya hal ini bertahan selama 2 jam…..

Lidia : ‘ makanan apa yang kamu suka?’ . adek w mulai membaca soal.

W : ‘ ayo kamu paling suka apa dek? Trus jawabannya kamu tulis disini ya’

Lidia : ‘ COKLLLAAATTTTT’ , teriak ade w.. dan tiba-tiba lari ke belakang.

W : ‘ eh kamu mau kemana dek ini kan belum selesai…. Mulai aja belom’

Lidia : ‘pengen beli coklat duluuuu…. Kan adek sukaaa kaaa..’

W : zzzzzzzzzzzzzzz. Kapan belajarnya ini mah …. 0___0


☻☻☻☻


Sometimes in life it's not about how strong we are but it's about how strong we feel...

nobody know what will happen..


Ketika takdir berbicara lain,

Keajaiban pasti akan datang…

And I really trust it..


Yahh dan kali ini takdir berbicara YAA ke w. Kali ini semesta mengijinkan w kembali ke Bogor. Kali ini waktu sedang bersahabat dengan takdir. Dan w akhirnya dapet ijin balik ke kostan. Mungkin karena kegigihan w dan kerja keras w buat buktiin ke nyokap. Atau jangan-jangan karena muka w yang miris pas minta ijin ke nyokap. Dan nyokap gag tega ngeliat muka w itu. Well, apapun itu love you mom.


dan ketika kita kehilangan suatu kesempatan, percayalah adanya takdir dan keajaiban.. nobody know what will happen..


Itu kata-kata w ditulisan w sebelumnya. Dan karena itulah sekarang w udah di dalem bus menuju baranangsiang-bogor. Karena takdir. Karena keajaiban. Dan yang paling penting adalah karena nyokap w yang baik hati. Hehe..

Seperti yang kita tahu yang namanya bus yang namanya terminal pasti rame. Rame ama orang jualan. Rame sama orang-orang yang mau berpergian. Rame sama abang-abang angkot. Rame ama bus. Dan yang paling gag ketinggalan rame ama yang namanya pengamen.

Pengamen sekarang lebih pinter dan lebih rapih. Mereka yang kesehariannya ngamen, udah pake system shift –shiftan kayak bus diterminal atau kayak sopir angkot. Contohnya aja gini, shift pertama dimulai dari bus diem ampe bus jalan keluar terminal. Shift kedua, dimulai sepanjang perjalanan bus sampe tol terakhir. Well, itu baru pengamen loh ya, belom yang suka minta sedekah (pura-pura). Bukannya w gimana gitu. Tapi masalahnya adalah w menemukan banyak kejanggalan disini. Hari pertama, ada bapak-bapak sehat, normal minta sedekah. Hari kedua, ada bapak-bapak yang sama tapi pake kacamata item dan tongkat. Hari ketiga, ada bapak-bapak yang sama sekarang matanya merem tangannya digandeng anak bocah umur 7 tahunan. Hari keempat, sibapak tanpa anak, tanpa kaca mata dan tanpa tongkat. Hari kelima, si bapak duduk jadi penumpang. Nahlo?! –ajaibsekali-

Dan perjalanan kali ini ke bogor di shift kedua lebih tepatnya. W dan penumpang lain ditemani oleh suara pengamen yang bisa dibilang sangat bagus. Well, beneran bagus loh w sampe merinding apalagi maen gitarnya. Weleh weleh. Saat itu semua mata dan telinga tertuju padanya. Cowok yang cukup tinggi itu berdiri ditengah-tengah bus sambil membawa gitarnya. Penampilannya cuek, rambut pendek agak panjang di belakang, pake kaca mata, berjanggut dan agak berkumis. Mirip (atau bahkan jangan) mahasiswa. Gaya-gaya nya sih gitu. Dan yang pasti bukan om-om atau bapak-bapak.

Lagu pertama dia nyanyi ada yang tepuk tangan, trus lagu kedua tepuk tangan makin banyak, lagu ketiga, dan sampe lagu kelima.. orang-orang masih asik dengerin dan ngeliatin tuh mas mas dan sayangnya gag bisa standing applause (kan di bus). Dan w sendiri paling suka pas dia nyanyi lagunya hmmm ngggg itu loh hmmm ahhhh itu dah pokoknya yang lagi on (tiba-tiba amnesia) ama lagu untitled nya maliq. Kampret keren banget. Suara bagus gini masih jadi pengamen. Suaranya itu perpaduan kahitna, baim sama itu ahhh ada satu penyanyi lagi tapi w lupa namanya (Cuma inget muka) –penyakit lama-.

Dan inilah salah satu takdir kenapa dia belum jadi artis. Dan w berharap pas dia turun dari bus ada orang dari pihak studio rekaman yang mau ngajak dia bekerjasama. Atau paling gag bisa nyanyi di kafe trus ketemu produser disana. Well, semoga aja gitu. Tapi w masih berharap besok-besok kalo naik bus mas-mas itu aja yang ngamen. Hehe..


☻☻☻☻

end


0 komentar

ketika takdir berbicara lain,, keajaiban pasti ada

22.11 | Publish by antara seni dan cerita

Ketika Takdir Berbicara Lain…Keajaiban pasti ada…


Pada liburan semester, mahasiswa sering kali dibingungkan antara berlibur panjang, mengambil SP (semester pendek), atau mencari pengalaman dengan magang. And well, w sendiri lebih memilih magang untuk pengalaman kerja nanti.

W yang termasuk orang yang cuek, simple, dan going with the flow tapi udah punya banyak keinginan yang ter-list yang punya tenggat waktu. Seperti liburan tahun ini, w sendiri udah merencanakan akan ikut menjadi panitia MPF (Masa Pengenalan Fakultas) di kampus w dan pengalaman lain termasuk magang. Kenapa w lebih memilih magang dibandingkan SP seperti temen-temen w? W punya banyak pertimbangan akan hal itu. Pertama, w gag pengen ketemu dulu ama yang namanya UTS (Ujian Tengah Semester) serta UAS (Ujian Akhir Semester). Kedua, w masih bisa ngambil mata kuliah ini atau mata kuliah lain di semester depan. Ketiga, Mata kuliah yang di SP kan bukan mata kuliah minor w yaitu Manajemen Fungsional dan bukan juga yang menarik perhatian w. Keempat, biaya SP biasanya lebih mahal dari semester biasa. Kelima, w pengen liburan yang berbeda dari tahun lalu yang cuma menghabiskan waktu bersama keluarga dan jadi tukang ojek adek w sekolah. Miris. Keenam, magang udah masuk kegiatan di list w yang harus w lakuin tahun ini. Ketujuh, selain pengalaman, w bisa dapet sertifikat, link alumni dan hal lain apalagi salah satu himpunan profesi di fakultas w ada program magang ke perusahaan.

Well, tapi alasan kedelapan yang menurut w paling real,, W JENUH KULIAH ! yah beginilah perasaan w sebenarnya. W emank suka kuliah, suka baca, suka perpustakaan, suka buku, suka cokelat, suka tidur, suka manga, suka gambar, dan hal lain.. mungkin jadwal tiap semester w lebih padet serta keaktifan w di BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) daripada temen-temen seangkatan w, jadi otak w dipaksa gag males apalagi kalo pas hari sabtu harus kuliah atau praktikum sedangkan temen-temen w pulang ke rumah masing-masing dan tidur dengan nyenyak.

Sometimes, jenuh, iri, penat, sebel pasti ada. Tapi ini salah satu konsekuensi w yang ambil sks lebih banyak daripada temen-temen w tiap semester. Konsekuensi yang harus kita ambil ketika kita ingin cepat lulus.. dan ketika kita dikejar oleh waktu.. bahkan ketika waktu sedang tidak bersahabat…


☻☻☻☻



Waktu adalah teman sekaligus musuh buat w..

Waktu adalah ruang dimana takdir dan keajaiban itu ada..

Waktu adalah bayangan yang akan bergerak mengikuti...

Waktu adalah alarm kehidupan yang akan menyadarkanmu pada kenyataan..


Yah diotak w (dan kayaknya cuma w yang ngerasa ini), waktu udah kayak manusia yang bawa golok ngejar-ngejar w. Dan bahkan waktu kayak nyokap yang bangunin w kalo udah telat. Izz kalo udah gini kepala w langsung panas.



”MAGANG KE PERUSAHAAN”


judul itu w baca di poster yang temen w kasih ke w buat ditempel di mading. Mungkin ini salah satunya. Ketika keinginan disatukan dengan takdir. Salah satu keinginan w untuk menambah pengalaman. W yang belum pernah magang tentu seneng ada program ini apalagi tahun lalu w udah melewatkan kesempatan yang sama. Dan w jelas langsung ambil formulirnya tanpa pikir panjang.

Selama batas waktu pengembalian formulir w sempet ragu. Bukan karena w plin-plan. Tapi karena tiba-tiba nyokap ngelarang w ikut. Yakk berita buruk yang bakal ngebuat w jadi tukang ojek adek w lagi. Dengan sedikit penjelasan dan pengertian akhirnya w dapet SIM juga.. Surat Ijin Magang yang dikeluarin nyokap w... komitmen lain pun ikut minta jatah, dan pada akhirnya w ngumpulin formulir telat dan kena denda.. ugghh~

Jelas dalam sebuah pengalaman baru kita butuh teman yang menurut kita enak diajak petualangan. Dan karena sebagian temen-temen w ikut SP, pilihan w jatuh ke Dian. Dian temen seangkatan w yang juga temen sependeritaan akibat ambil sks lebih banyak punya sifat cuek kayak w. Cewek yang kesehariannya pake kerudung ini dikenal ’rentenir’ sama temen-temen w. Bukan karena dia suka ngutangin ibu-ibu RT di sekitar kampus trus nagih sambil bawa golok. Tapi selain karena dia bendahara di salah satu Himpro (himpunan profesi), dia juga punya bisnis ngutangin pulsa ke anak-anak. Jelaslah tiap temen w yang lain ketemu Dian pasti nyetor duit. Dan buat mereka yang sering ngutang dan nunggak (termasuk w hehe) ngeliat muka Dian langsung ngibrit menghindar. Dan Dian adalah salah satu korban w yang w ajak berpetualang.


’an lw liburan ini kemana?’, tanya w dengan cuek.

‘ gag tau ni w bingung, antara pengen pulang dan magang’


Jelas aja Dian bingung, Dian yang asalnya dari Padang belum pulang-pulang dari lebaran tahun lalu (kalo gag salah si gitu). W aja yang gag pulang 3 minggu suka ngerasa homesick apalagi Dian.hmmm but it’s a way…


‘ udah ada formulir magang nya? Kl belom ni w ada lagi, udah magang aja nyok

bareng w ma anak-anak lain’, rayu w.

’ pengen sih w, hmmm tapi dimana? Yang deket-deket aja yak’


Yes! I got it.. hehe

‘ ok, hmm sierad aja mau? Ada Tita, Ponam, dan Ira juga. Kalo yang lain paling

luar kota’

’ ada Ponam dan Tita? Yaudah asal ada temennya w ikut’

’ sip ’


Surat pengantar pun mulai dibuat. Tita yang lagi di Depok jelas gag bisa bolak-balik kampus ngurus surat, si Ira pun gitu dia malah masih magang di Cikole. So, Ponam, Dian , dan w yang ngurus kesiapannya. Mulai dari ketemu sama ketua pelaksana magang sampai nelepon pihak Sierad. Dan mungkin ini adalah waktu dimana takdir berkata lain....

☻☻☻☻

Selasa, 6 Juli 2010


Besok hari dimana anak-anak UGM berkunjung ke Fakultas w. Dan hari itu juga orang-orang berkepentingan (termasuk w) diharapkan bisa hadir menyambut mereka sebagai tuan rumah serta mengabadikan moment tersebut. Dan dari sinilah masalah itu hadir.

Sebagai bagian dari departemen Infokom (Informasi dan Komunikasi) di BEM, kita harus bergerak cepat mengenai berita, informasi, acara, dan dokumentasi, serta hal lain yang up-to-date baik via lisan dan tulisan melalui semua media. Termasuk kunjungan UGM besok dan Jambi hari Kamis nya.

Yah yang paling sulit adalah ketika keterbatasan alat penunjang. Terkadang hal itu yang membuat suatu team, panitia, organisasi, dan individu menjadi tidak bergerak maju sama sekali. Normalnya itu wajar, bahkan hampir semua orang merasakan itu. Disaat seperti inilah w dan temen-temen w (berulang kali) berusaha memaksimalkan apa yang kita punya dan apa yang bisa kita lakukan. Dan termasuk didalamnya usaha mencari orang yang baik hati yang bisa meminjamkan kamera digitalnya pada hari H. Orang yang punya cukup banyak, tapi permasalahannya hampir sama. Mereka lagi gag di Bogor.

Semua orang di contact w hubungin, mulai dari temen seangkatan, adek kelas, kaka kelas, sodara deket, alumni, ampe tukang bakso but nihil. Sampe pada akhirnya, ketika w hampir merasakan yang namanya frustasi.. dan ketika w pengen jedot-jedot kepala sampe berdarah~ sebuah SMS masuk dan membuyarkan lamunan w..


Jam 22.00 wib


Wss, Ada kok dek insyaallah. Yaudah diambil sekarang aja de.


Seperti orang yang hidup kembali. Dengan semangat w ngebales SMS kak Ana senior w. Ka Ana satu kostan sama w tapi beda tempat. W dan temen-temen w masih di tempat penampungan kayak korban banjir di kamar atas, sedangkan ka Ana di kostan Anggrek di bawah. Ka Ana salah satu senior w di fakultas yang kesehariannya memakai kerudung. Orangnya juga baik dan ramah. Dengan cepat w bales SMS nya.


Wah ka Ana.... asikkkk ia ka saya turun sekarang ya ka.. makasih ya ka.. =D


Tombol Sent w pencet. Dan bergegas w turun dan minjem kameranya. Buat ka Ana, makasih banyak ya ka. W gag tau mau ngomong apalagi buat ka Ana.


☻☻☻☻



Rabu, 7 Juli 2010


Jam 8 w dan temen-temen bersiap-siap menyambut kedatangan anak-anak UGM di ruang sidang fakultas. Mereka datang dengan mengenankan almamater nya yang berwarna hmm kuning gelap atau coklat muda ya (mampus buta warna jangan-jangan w) yah pokoknya beda dengan almamater kami yang berwarna biru gelap. Intinya jelas beda. Hehe.

Seperti acara biasa, ada MC, ada pembukaan, ada do’a, ada kata sambutan, dan ada isi acara. Karena kepadatan wakil dekan, sambutan dan isi pun dipersingkat, dan diperlama pada sharing-sharingnya. Dan w? Sudah pasti mengabadikan moment ini karena kebetulan temen-temen w di Infokom berhalangan untuk hadir. Acara pun berakhir jam 10 dengan foto bareng didepan fakultas. Dan hari itu kita semua menambah list teman baru. Dan sayangnya w lupa buat tukeran kancing.


☻☻☻☻



Kamis, 8 Juli 2010


Entah kenapa pagi ini w sangat bersemangat. W jadi bangun lebih pagi dan lebih ingin cepat mandi. Dan ingin makan ice cream (nahlo gag nyambung). Yang pasti w merasa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin termasuk juga danus buat acara MPF dan anak Kewirus. Hehe.

Kami pun bersiap menyambut kedatangan temen-temen dari Jambi di JHH. Dan kali ini w gag mau dibilang buta warna lagi. Yak almamater mereka warna orange. Kayak warna salah satu team sepakbola hmmm kayaknya kenal.... hehe

Satu bus datang, Auditorium mulai ramai,, bus kedua datang, dan orang-orang makin banyak. Dan bertambah lagi dan antrian pun terjadi. Mungkin orang luar akan bingung ada antrian apa ini? Jangan-jangan pembagian sembako gratis dan malah ikut ngantri..#gubrak . –untung cuma imajinasi-

Setelah beberapa lama Auditorium pun penuh. Acara pun berlangsung lancar, meskipun dari pihak Jambi beberapa orang merasa tidak enak badan, dan ada yang sedang sakit. Maklum perjalanan jauh dan jadwal kunjungan yang padat. Fisik mahasiswa dan dosen tentu dituntut fit untuk hal itu.

Dan karena beberapa anak merasa not delicious body dan ada yang mau makan, akhirnya w menemani mereka ke kantin fakultas. Awalnya cuma dua orang.. trus nambah satu orang.. nambah tiga orang.. lahhhh tau tau jadi banyak yang ikut. Well, tadinya w pikir bakal ngobrol sama dua orang aja, but then.. sebisa w ngobrol ke semua temen-temen yang ikut ke kantin. Dan dari sini w kenal dia. Tenang cewek ko bukan cowok. Namanya.. Hmm....

Tapi...

ngg hmmm aaaaaaahhhhhhhhh........... lupa w #mampus (maaf yaa)

w punya penyakit yang parah, dan penyakit itu paling cepet bikin temen baru w sebel. Yak w paling lemot dan pikun ngapal nama orang yang baru dikenal. Dan itu terjadi sama ’dia’. Nah gimana kalo w sebut aja namanya ’dia’. Oke? Deal lah.. hehe

Mengutip dari bang Radityadika, ini adalah bagaimana semesta berkonspirasi sedemikian rupa dengan seorang ’dia’ hingga dua orang bisa actually ketemu memang mendekati keajaiban. Bedanya pertemuan w dan ’dia’ terjadi dengan beban. Dan parahnya beban nahan kencing.

W ketemu ’dia’ karena ’dia’ kebelet pipis dan minta tolong dianterin ke toilet. Dari ngobrol kecil kita jadi mulai agak dekat. Hingga akhirnya w inget.


’ hmm tukeran kancing almamater nyok’

’ wahhh ide bagus tuh, mau mau mau ayok,’ kata dia semangat (diluar dugaan

sih hehe)


dan kami pun tukeran kancing seperti di Jepang. Bedanya jelas di Jepang tukeran kancing dengan lawan jenis. Karena katanya itu berarti mereka tidak akan pernah terpisah. Dan w baru aja melakukannya dengan ’dia’.

W inget ketika seminar Trobos goes to Campus, perkenalan adalah kunci pertama untuk bersahabat. Sebutlah nama pada awal perkenalan. Jelas w dan ’dia’ tidak melakukannya. Dan mungkin ini salah satu alasan kenapa w gag bisa inget nama dia. Atau mungkin pas w nunggu ’dia’ di toilet ada yang mukul kepala w sampe w ilang ingatan? Atau mungkin w amnesia?.. well, w bener-bener gag inget. Buat ’dia’ w bener-bener minta maaf. Trully I am never want to forget you... wish I can remember your name my new fren..


☻☻☻☻



Sabtu, 10 Juli 2010


Setelah acara kunjungan w tidak beranjak dari kota hujan ini. Bukan karena w gag kangen rumah dan kamar w di Bekasi sana, tapi karena hari ini kunjungan ke Indolivestock di JCC. Ini merupakan salah satu agenda BEM. Dan w masih salah satu panitia nya.

W dan temen-temen seangkatan w baru pertama kali dateng ke acara ini. W pikir acaranya akan seperti hall dengan kursi yang banyak dan kami akan mendengarkan banyak seminar. Dan tidak, justru tempat seminarnya lebih kecil dari yang w bayangin, yang besar justru stand-stand dari berbagai perusahaan yang bergerak di bidang peternakan. Dari mulai pakan, alat kandang, kandang, alat penunjang sarana dan prasarana, vaksin dan obat-obatan, hingga produk makanan dari bidang peternakan.

W yang dari awal memang tertarik dengan semua stand karena ingin menambah wawasan dan link jelas sangat bersemangat. Beda dengan ikhsan temen seangkatan w. Cowok berkacamata ini mengajak w dan teman lain untuk berburu goody bag. Namanya juga mahasiswa, kapan lagi kalo gratis katanya. Dan bener baru beberapa menit dia udah dapet. Mungkin karena dia nya juga cuek banget kali ya dateng ke stand isi buku tamu trus bilang ’boleh minta tasnya?’. Dan selesai.

W dan temen w yang lain justru asik mencari tahu tentang stand itu. Dari mulai ikut kuis, ngobrol dengan salah satu orang pegawai perusahaannya, foto bareng, dikasih ice cream, minta tissue, dikasih pulpen, dikasih kipas, dikasih telur berkuning 2, gantungan kunci, dan nyicip makanan. Dan gag sadar kalo udah ketemu banyak alumni yang udah pada sukses semua dan w gag sadar udah megang banyak kartu nama. Hal yang paling seru adalah dimana w bisa kenal sama alumni dan ngobrol bareng. Bener-bener kesempatan yang langka. Karena setelah w dan temen-temen w keluar dari tempat ini, kami adalah mahasiswa, dan beliau adalah pimpinan perusahaan ternama. Dan mungkin kami akan sangat sulit berbincang seperti itu lagi dan sedekat itu lagi. But who knows? nobody know what will happen..

☻☻☻☻

Minggu, 11 Juli 2010


Acara selesai. Kali ini w bisa sedikit relaks. Bisa narik napas yang panjang. Bisa bangun siang. Bisa guling-gulingan dulu. Bisa baca manga dengan tenang. Bisa mandi agak siang. Bisa tidur lagi kalo w mau. Tapi untuk hal-hal yang bisa w lakuin gag bertahan lama karena siang ini w harus balik lagi ke kota nun jauh disana dikota hujan.

Setelah acara kemarin w dituruni abang bus nya di tol menuju pondok gede. Dan sukses menyebrang dan menjadi tontonan banyak orang disana. Tapi sejujurnya w lebih takut kalo tiba-tiba dibelakang w ada polisi dan teriak sambil lari manggil-manggil w, w lari, dan kalo ketangkep w udah siapin tiga options seperti bang Radytyadika. Pertama, w nangis dan ngaku salah karena w menyalahi aturan dan minta dihukum seringan-ringannya. Kedua, pura-pura amnesia dan bilang ’siapa saya? Tahun berapa ini?’ atau, Ketiga, nyandera tuh polisi dan diiket di pohon trus w kabur. Well, untungnya gag terjadi apa-apa. Dan w selamet.

Kenapa w harus ada di Bogor lagi?

Alasan nya satu. W dan temen-temen w yang akan magang di Sierad ( Dian, Ponam) akan melakukan investigasi tempat dulu. Karena gag ada satu pun dari kami yang asli orang Bogor, jadi gag ada yang secara pasti tahu dimana tempatnya berada. Padahal menurut ketua pelaksana magang senin kita harus udah kesana. Biar besok gag telat dan gag nyasar di hari pertama. Akhirnya kami bertiga melakukan perjalanan tanpa Ira yang lagi asik dengan sapinya di Cikole, dan Tita yang beragenda di Depok.


temen w nelpon Ira dan kira-kira beginilah adegannya...


’ Ass, ra besok gimana? Lw jadi ikut magang?’

’ wss, aaaaa?? Besok? Gag bisa w besok presentasi, paling w nyusul lusa,, aduhh

basah ...’

’hah? Basah? Lagi ngpain lw?’

’ ini lagi mandiin sapi w, padahal w sendiri belom mandi’

‘gubrak, bauan lw dong daripada sapinya wekwkeee’

‘ sial lw, tetap wangi w lah’

‘ wangi e ek sapi ia lw… haha’

‘ wets sial lw.... ‘

‘ nanti lw ijin sendiri yak ke bpknya’

‘ ok ehhhh sapppppiiiiiiiiii’

‘ nape lw w bukan sapiiiiiiii raaa’

‘ bukannn ehhhh kampret ni sapiiii’

‘ lw mandiin sapi ape kampret si ra??!!’

tutttttttttt...............


Naas. Entah si sapi ngapain si Ira. W dan temen-temen cuma bisa berdo’a supaya Ira gag kenapa-kenapa. Gag didzolimi sapi. Atau mungkin justru kita berdo’a untuk si sapi biar gag diapa-apain Ira yang terlanjur kesel pas ditelepon tadi. Okei berdo’a aja sapi gag ngambek sama Ira dan akhirnya Ira gag ditendang mental dan si sapi masih bisa produksi susu seperti biasa. Sepertinya lebih bijak.

☻☻☻☻

Senin, 12 Juli 2010


Ini hari yang paling ditunggu-tunggu oleh w, Dian, Ponam, dan Tita ( juga Ira walaupun gag ikut). Persiapan terbaik dan penampilan terbaik kami usahakan untuk hari pertama kami. Pukul 05.30 kami berangkat dari Dramaga ke Jl. Parung km 39. Tempat dimana kami berencana akan magang selama kurang lebih dua minggu. Tempat dimana kami akan mendapat pengalaman baru selama liburan ini.

Ponam cewek berkacamata yang kesehariannya berkerudung ini orangnya to the point dan agak jutek. Hmm apalagi kalo lagi bete dan nerima telepon gag jelas, dia bakal ngamuk-ngamuk. Beda dengan Ponam, Tita orangnya tinggi jangkung dan berkurudung. Tita justru agak kalem tapi cenderung sangat gampang panik dan riweuh. Ira pun juga berkerudung, cewek agak gemuk ini paling hobby yang namanya ngomong dan jualan. Wess gag salah lah ya jebolan BEST gitu. Well, jadi cuma w yang gag berkerudung diantara mereka hehe.

Tidak seperti kemarin yang membutuhkan waktu hampir dua jam karena macet, pagi ini kami sampai dengan waktu 50 menit. Well, terlalu pagi untuk kantor yang masuknya jam 08.00 w rasa. Sambil menunggu, Dian akhirnya sarapan nasi uduk.

Menunggu adalah pekerjaan yang paling w dan sebagian besar orang gag suka apalagi tanpa melakukan apa pun. Rasanya jam berputar sangat lambat. Tapi detak jantung w kian berpacu. Begitupun dengan Dian , Ponam, dan Tita. Rasa deg-deg an itu makin kerasa seiring dengan jam yang terus berputar. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk masuk ke dalam dan terdiam di pos satpam.


’yak selamat pagi, ada yang bisa dibantu? Adek-adek dari mana ya?’, kata salah

satu satpam disana.

’ ini pak kami yang kemarin, yang mau magang disini, ini surat pengantar kami

pak’, kata Ponam lantang.

’sebentar ya dek, saya tanya atasan dulu, karena disini belum pernah ada yang

magang,’ sambung pak satpam.


Hening.


’dek menurut ibu atasan disini, adek disuruh tunggu kabar, surat ini mohon

ditinggal’.


Makin hening.


’maaf pak tadi kami sudah menelepon bapaknya katanya disuruh tunggu jam 8’,

sambung Ponam agak lemas.

’oh kalau begitu coba ditelepon lagi bapaknya dek syapa tahu tempat ketemunya

bukan disini dek’


Menjadi amat hening.


’halo pak? Maaf mengganggu pak. Kami mau menanyakan masalah magang kami

pak’, kata Ponam.

’oh ia dek Ponam, begini sejujurnya saya kecewa, kami belum ada konfirmasi

tentang kepastian lebih lanjut mengenai magang ini tapi justru kalian sudah

bergerak’

’maksud bapak? Kami kemarin diberitahunya sudah fix langsung saja kesana

katanya’, sambung Ponam.

’ hmm berarti ada missed disini. Kalau begitu adek tunggu konfirmasi saya

sampai besok siang paling lama ya. Saya akan membicarakan hal ini dengan

pihak HRD nya’.

’oh ia pak kalau begitu. Terimaksih ya pak. Maaf menggangu’

tuttttttt.........


Sepi.


Yah mungkin bisa dibilang, semesta belum mengijinkan kami untuk magang. Dengan sangat menyesal dan kecewa kami kembali ke kostan. Dan kembali ke aktifitas semula. W dan dian dengan MPF. Tita dengan acara di SMA nya dulu. Ponam dengan persiapannya magang ditempat lain. Dan Ira (w rasa dan w harap seperti itu) masih sama sapinya yang kemaren dia mandiin.

Well, kecewa tentu saja ada. Hal yang udah kita persiapkan dari awal. Hal yang udah pengen dilakukan dari jauh-jauh hari. Hal yang bakal nambah suasana baru di liburan kali ini. Tiba-tiba aja harus berhenti berharap sampai disini.

Meskipun w coba untuk mencari ditempat lain, ternyata waktu yang kami punya memang mepet, ditambah mepet agenda lain, mepet ongkos dan hal-hal lain yang tak terduga. Serba mempet. Miris.

Dan disinilah awal kami merasa sangat dekat satu sama lain. Awal dimana kami mengerti bahwa waktu belum memberikan kami kesempatan untuk magang tapi memberi kesempatan untuk mengenal satu sama lain dan belajar mengenai pengharapan. Waktu memberi kami waktu untuk mengerti bagaimana mencari suatu pengalaman dan mengerti tentang kata IKHLAS. Dan waktu juga telah membangunkan kami yang bermimpi panjang. Dan waktu telah mempertemukan kami dengan TAKDIR. Dan mungkin ini adalah waktu dimana takdir berkata lain.... dan karena takdir inilah kami menemukan KEAJAIBAN.. keajaiban persahabatan yang mengalir begitu saja... bagaimana semesta berkonspirasi sedemikian rupa hingga kami bisa actually bersama memang mendekati keajaiban..

nobody know what will happen..

Ketika takdir berbicara lain,

Keajaiban pasti akan datang…

And I really trust it..


Bekasi, 15 Juli 2010


Oelan



☻☻☻☻

end


0 komentar
« Postingan Lebih Baru Postingan Lama »
Langganan: Komentar (Atom)

Facebook Badge

Maha Wulandari

Create Your Badge

About Me

Foto Saya
antara seni dan cerita
Menulis itu seperti nafas.. Sedangkan memotret itu jiwa.. Dan musik menjadi nyawa nya..
Lihat profil lengkapku

Followers

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Search Box

About

  • OELAN SITE
Diberdayakan oleh Blogger.
  • Code Test

    Suspendisse neque tellus, malesuada in, facilisis et, adipiscing sit amet, risus. Sed egestas. Quisque mauris. Duis id ligula. Nunc quis tortor. In hendrerit, quam vitae mattis...
    Code Test!
  • Suspendisse neque tellus

    Suspendisse neque tellus, malesuada in, facilisis et, adipiscing sit amet, risus. Sed egestas. Quisque mauris. Duis id ligula. Nunc quis tortor. In hendrerit, quam vitae mattis...
    Suspendisse neque tellus
  • Curabitur faucibus

    Suspendisse neque tellus, malesuada in, facilisis et, adipiscing sit amet, risus. Sed egestas. Quisque mauris. Duis id ligula. Nunc quis tortor. In hendrerit, quam vitae mattis...
    Curabitur faucibus
  • Mauris euismod rhoncus tortor

    Suspendisse neque tellus, malesuada in, facilisis et, adipiscing sit amet, risus. Sed egestas. Quisque mauris. Duis id ligula. Nunc quis tortor. In hendrerit, quam vitae mattis...
    Mauris euismod rhoncus tortor
  • Sed nunc augue

    Suspendisse neque tellus, malesuada in, facilisis et, adipiscing sit amet, risus. Sed egestas. Quisque mauris. Duis id ligula. Nunc quis tortor. In hendrerit, quam vitae mattis...
    Sed nunc augue

Bookmark Us

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Blog Archive

  • ►  2012 (3)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2011 (15)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (4)
  • ▼  2010 (13)
    • ▼  Desember (1)
      • MILIK KITA
    • ►  November (1)
      • THE LAST MEMORY
    • ►  Oktober (1)
      • JAWABAN UNTUK NEGERIKU
    • ►  September (7)
      • A.C.A.
      • awal = pertama
      • 1..2..3...
      • besar dan wangi
      • who is your name?
      • pengalaman tak terlupakan
      • ketika takdir berbicara lain,, keajaiban pasti ada
    • ►  Januari (3)
  • ►  2009 (13)
    • ►  Desember (9)
    • ►  November (4)

Labels

  • media indonesia (1)
  • metro tv (1)
  • roadshow bedah editorial (1)
Copyright (c) 2010 dunia oelan. Design by Template Lite
Download Blogger Templates And Directory Submission.